ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengobatan penyakit ini dibutuhkan waktu jangka Panjang, sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor yang sangat penting. Namun demikian belum banyak penelitian yang menguji hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan karakteristik pasien. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik, gambaran kepatuhan minum obat, dan mengetahui apakah ada hubungan antara karteristik dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian observasional dalam bentuk cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling sampai periode penelitian yang telah ditetapkan. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 76 pasien. Pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan metode pill count. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS versi 16.0, uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin adalah jenis kelamin yang didominasi oleh perempuan 51 sampel (67,2%), umur didominasi oleh kategori 46-55 tahun 40 sampel (52,6%), tingkat pendidikan didominasi oleh kategori SMA yaitu sebanyak 34 sampel (44,7%), pekerjaan didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 33 sampel (60,6%), lama menderita pasien didominasi dengan lama derita >5 tahun 29 sampel (39,1%), jumlah obat didominasi dengan 1 jenis obat berjumlah 50 pasien (65,7%), karakteristik penyakit penyerta pasien di dominasi oleh pasien tanpa komorbid 41 sampel (53,9%). Gambaran tingkat kepatuhan minum obat pasien tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 54 pasien (71,1%) patuh dan tidak patuh 22 pasien (28,9%). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan (p0,05) pada karakteristik pendidikan, pekerjaan, lama menderita, jumlah obat, dan penyakit penyerta dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan high alert yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien karena dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan jika dalam penyerahan ke pasien terjadi kesalahan. Kesesuaian penyimpanan high alert di puskesmas gadang hanyar Banjarmasin berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 diperlukan untuk meminimalisir kesalahan dalam penyerahan untuk menjamin keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan high alert sebagai bahan evaluasi penyimpanan di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Februari–April 2023 di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Jumlah keseluruhan obat high alert adalah (n=28) sampel, terdiri atas obat risiko tinggi (n=12); risiko tinggi yang termasuk LASA (n=6); LASA (n=7); dan elektrolit konsentrat tinggi (n=3) sampel. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, berdasarkan kategori. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 sebesar 79% (20). Sedangkan kesesuaian berdasarkan kategori, obat risiko tinggi sebesar 50% (6), risiko tinggi yang termasuk LASA 67% (4), LASA (Look Alike Sound Alike) sebesar 100% (7), dan elektrolit konsentrat tinggi sebesar 100 % (4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah presentase penyimpanan kesesuaian obat high alert secara keseluruhan di Puskesmas gadang Hanyar Banjarmasin sebesar 79% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien dan berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pengaturan standar pelayanan kefarmasian bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian serta melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik di Puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara berdasarkan Permenkes No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, khususnya pada pelayanan farmasi klinik dan sarana prasarana, sebab Pelayanan farmasi klinik merupakan hal yang terpenting demi kesehatan pasien dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pelayanan. dengan terlaksananya pelayanan yang baik maka kesehatan pasien akan lebih terjamin. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimenta/observasional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif. Data akan ditampilkan secara deskriptif, yaitu untuk menggambarkan pelayanan farmasi klinik di puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada Pelayanan Farmasi Klinik di 5 Puskesmas Wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 78%, Sarana dan Prasarana kelengkapan yang dimiliki di 5 Puskesmas wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 74 %. Sedangkan nilai rata-ratanya sebesar 77 % yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan Pelayanan Farmasi Klinik pada kriteria persentase menurut Arikunto (2013) telah sesuai standar dengan kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya. Dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional WHO mencoba untuk meningkatkan praktik penggunaan obat yang rasional dengan mengembangkan indicator penggunaan obat yang salah satunya yaiutu indicator peresepan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesesuaian pola peresepan pada pasien menggunakan WHO prescribing indicators di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan data yang digunakan data retrospektif yang diambil resep pada tahun 2022 dan data akan disajikan secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu data dari resep pasien pada periode Januari-Desember tahun 2022 di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung data dalam bentuk persentase pada lembar observasi yang kemudian di sesuaikan dengan indicator WHO. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peresepan obat di Puskesmas terminal Banjarmasin masih belum sesuai dengan standar WHO karena terdapat parameter yang belum sesuai. Parameter yang tidak sesuai adalah rata-rata item obat tiap lembar resep (2,5), persentase peresepan dengan nama generik (84,80%) dan persentase obat yang diresepkan sesuai dengan formulariun puskesmas (86,93%). Sedangkan untuk persentase peresepan obat dengan antibiotic (15,05%), persentase peresepan obat dengan sediaan injeksi (0%) sudah sesuai dengan standar WHO.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya kejadian ISPA non pneumonia dan banyak penggunaan antibiotik dalam pengobatan ISPA non pneumonia. Antibiotik banyak diresepkan untuk pengobatan ISPA non pneumonia, meskipun belum diketahui penyebab ISPA non pneumonia adalah karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sehingga peresepan menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling, dilakukan secara acak dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sumber data adalah lembar resep pasien ISPA non pneumonia yang mendapatkan terapi obat antibiotik. Populasi berjumlah 652 resep, dengan perhitungan slovin didapatkan sampel sebesar 248 lembar resep. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik sefadroxil golongan sefalosporin merupakan antibiotik yang paling banyak diresepkan dengan jumlah 103 sebesar (40,39%), sefadroxil 500 mg dengan frekuensi pemberian dua kali sehari dan lama pemberian lima hari dengan jumlah resep 95 sebesar (37,25%), terapi antibiotik yang diberikan adalah terapi antibiotik tunggal berjumlah 255 sebesar (100%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas mempunyai peran penting pada pengelolaan obat yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat yang dibutuhkan tersedia setiap waktu, jumlah yang relatif dan terjamin untuk mendukung pelayanan yang bermutu bagi pasien. Terjaminnya ketersediaan obat di pelayanan kesehatan akan menjaga citra pelayanan kesehatan itu sendiri, sehingga pengelolaan serta penyediaan obat secara efektif dan efisien sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Puskesmas, kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat dan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas 9 Nopember Tahun 2022. Jenis penelitian ini berupa penelitian non-eksperimental yang digambarkan secara deskriptif. Data yang digunakan bersifat retrospektif dan pengambilan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Populasi yang digunakan penelitian ini adalah Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Sampel pada penelitian ini adalah item obat yang tersedia di LPLPO Tahun 2022 di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian didapatkan persentase kesesuaian item obat dengan formularium Puskesmas yaitu 84%. Kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas sebesar 36%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas masuk dalam kategori berlebih dengan kategori kosong sebesar 51%, kategori kurang 0%, kategori aman 3,37%, dan kategori berlebih 45%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepatuhan pengambilan obat ulang atau pengambilan obat ulang pada pasien yang mengalami diagnosa penyakit kronis. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam penanganan penyakitpenyakit kronis, salah satunya pasien Diabetes Mellitus diharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, oleh karena itu tidak sedikit pasien Diabetes Mellitus merasa bosan dan berpotensi tidak patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan retrospektif. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Intrumen penelitian berupa lembar isian data nama pasien, umur pasien, nama obat antidiabetes, jumlah obat, tanggal pengambilan obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada bulan April – Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 25 sampel. Pengolahan data mengguakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel berupa persentase tingkat kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 resep pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kelayan Dalam dengan nilai persentase MPR pada periode pengambilan 6 bulan dengan kategori patuh 28% dan tidak patuh 72%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan merupakan kegiatan terhadap sediaan farmasi agar sediaan yang disimpan aman, memiliki mutu tetap terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Faktor yang mendukung penjaminan mutu obat yaitu penyimpanan obat yang tepat dan sesuai standar, kegiatan penyimpanan ada tiga faktor yaitu pengaturan ruangan, penyusunan obat, serta pengamatan mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penyimpanan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur penyimpanan di Puskesmas Alalak Tengah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non eksperimental dengan bersifat cross-sectional dengan metode prospektif, data dikumpulkan langsung dari ruang penyimpanan obat di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Sampel dari penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pengolahan data dianalisis menggunakan Microsoft excel, dicek dengan jumlah kesesuaian indikator yang memenuhi standar, dihitung dengan rumus persentase (%) kesesuaian. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan SOP di Puskemas Alalak Tengah dengan 8 indikator yaitu 75% sesuai dan 25% tidak sesuai. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dengan 20 indikator yaitu 95% sesuai dan 5% tidak sesuai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Puskesmas adalah suatu organisasi fungsional yang memiliki peran penting untuk memberikan pelayanan kesehatan perorangan ditingkat pertama. Pengelolaan obat di puskesmas perlu ketelitian dikarenakan pengelolaan obat yang efesien menentukan keberhasilan manajemen di puskesmas secara keseluruhan. Puskesmas Cempaka memiliki kunjungan pasien pada Tahun 2021 sebanyak 43.626 kunjungan ini termasuk yang cukup tinggi. Hal tersebut harus dihubungkan dengan persediaan obat yang juga harus cukup, agar semua pasien yang datang mendapatkan obat sesuai yang diperlukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat serta rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Cempaka tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara Retrospektif . Penelitian dilakukan di Puskesmas Cempaka pada bulan Mei Tahun 2023. Populasi pada penelitian ini adalah LPLPO dengan jumlah 1.607 item menggunakan teknik sampel sampling jenuh, sampel yang digunakan penelitiaan adalah seluruh item obat yang ada di LPLPO sebanyak 382 item obat . Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pengolahan data dan analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas Cempaka sebesar 30,99% termasuk dalam kategori tidak sesuai. Tingkat ketersediaan obat dengan kategori kosong 47,90% untuk kategori aman 41,89, kategori berlebih 10,98 dan hasil dari rata-rata tingkat ketersediaan obat sebesar 8,53 bulan masuk dalam kategori kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan salah satu penyakit utama dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan masalah serius didalam kesehatan masyarakat terlebih pada balita. Pengobatan diare dapat dilakukan dengan pemberian berbagai macam obat antidiare salah satunya dalah pemberian obat kombinasi berupa oralit dan zinc. Pemberian oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat diare kemudian pemberian zinc bertujuan untuk menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain crosssectional. Metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif meggunakan lembar kuesioner dan data disajikan secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling yaitu Consecutive sampling dilakukan mulai tanggal 29 Maret-29 April 2023 selama 1 bulan. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 53 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri dari 6 parameter dengan 12 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan hasil dengan kategori baik sebanyak 16 responden (30,19%), kategori cukup sebanyak 29 responden (54,72%), kategori kurang sebanyak 8 responden (15,09%). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc dinilai “Cukup”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan masalah dan merupakan ancaman bagi munculnya peningkatan dan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dari masyarakat dan memperoleh informasi DAGUSIBU antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental dengan menggunakan desain penelitian observasional dan menggunakan metode croos sectional. Pengumpulan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling yaitu Consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 204 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang terdiri 13 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi serta di analisis menggunakan uji distribusi frekuensi dengan Tabulasi silang dan rumus persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori cukup sebanyak 75 responden dengan persentase 36,77%. Dapat disimpulkan terhadap 204 responden dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didominasi oleh tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 36,77% (n=75), kemudian diikuti dengan tingkat pengetahuan baik dengan persentase 33,82% (n=69), dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 29,41% (n=60).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data di Puskesmas Kambat Utara, penyakit hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit tertinggi di puskesmas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode tahun 2022. Data yang digunakan adalah sampel resep pasien hipertensi. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 371 sampel. Sampel ini diambil menggunakan metode proporsional random sampling. Metode ini digunakan untuk menyajikan sampel resep secara representatif yaitu sampel benar menggambarkan hasil penelitan secara proporsional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk persentase dan analisis data dirincikan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap pola peresepan antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan tahun 2022 maka dapat disimpulkan bahwa resep obat tunggal (77,36%) dan resep kombinasi (22,64%); golongan obat paling banyak adalah CCB (73,19%); nama obat dan potensi obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg (61,67%); nama obat dan potensi obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dengan captopril 25 mg (57,14% dan frekuensi pemakaian paling banyak adalah amlodipin 10 mg 1 x sehari 1 tablet (56,70%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dunia setelah HIV/AIDS. Menurut WHO tahun 2013 menyatakan tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insiden dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini adalah merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat crocs sectional untuk melihat kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang dilakukan di bulan Maret – April 2023. Data hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrosprektif terhadap resep pasien tuberkulosis selama 6 bulan untuk melihat perilaku pasien dari bulan Januari sampai Juni 2022 terhadap 32 pasien, dengan menggunakan analisis data metode Medication Possesion Ratio (MPR). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin terhadap pasien tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian adalah kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan kategori patuh sebanyak 23 (72%), dan kategori tidak patuh sebanyak 9 (28%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Tinjauan literatur ini menggunakan enam artikel yang didapatkan dari penelusuran di google scholar. Artikel-artikel tersebut merupakan hasil penelitian terkait tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di berbagai puskesmas. Semua artikel jurnal termasuk jenis penelitian non eksperimental. Jumlah sampel berkisar antara 90 3598 pasien. Pengumpulan data tingkat kepuasan pasien pada artikel-artikel tersebut semuanya menggunakan kuesioner yang terdiri dari 5 dimensi yaitu responsiveness, reliability, assurance, empathy, dan tangibles. Berdasarkan hasil review dari enam artikel didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas dengan kategori sangat puas artikel keempat dan artikel kelima dengan rata rata 88,805%. Pada kategori puas artikerl jurnal artikel jurnal pertama dan artikel keenam dengan rata rata 75,94%. Pada kategori cukup puas artikel kedua dan artkel ketiga dengan rata rata 62,345%. Dimensi tertinggi Empathy dengan persentase 78,11% dan dimensi terendah Responsiveness dengan presentase 74,02%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rasionalitas obat merupakan suatu penggunaan obat secara rasional, penggunaan akan dikatakan rasional jika pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dengan dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, serta biaya yang terjangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi : artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kriteria rasionalitas pada pasien ISPA, artikel tahun 2014-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat rasionalitas obat. Hasil persentase rasionalitas dari artikel 1 hingga artikel 6 berdasarkan indikator kriteria tepat indikasi 67,76%, tepat obat 65,91%, tepat dosis 83,06%, tepat pasien 88,77%, tepat regimen 91,15%, tepat lama penggunaan 56,00% dan waspada efek samping obat 66,33%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar didunia. Tuberkulosis penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kepatuhan minum obat pada pasien TB merupakan suatu indikator keberhasilan yang sangat penting. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi menggunakan intrumen MMAS-8, artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, artikel tahun 20 0-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat kepatuhan minum obat. Berdasarkan hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru di Puskesmas maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 56,46 , kepatuhan sedang 26,35 , dan kepatuhan rendah 7, 8 .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kasus diabetes melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,3 juta jiwa. Keberhasilan suatu terapi pasien diabetes melitus tidak hanya pada ketepatan diagnosis, pemilihan dan pemberian obat yang tepat, namun kepatuhan pengobatan menjadi salah satu penentu keberhasilan pengobatan. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dilakukan diberbagai Puskesmas. Desain yang digunakan pada penelitian didominasi cross sectional, teknik pengambil sampel pada penelitian yang digunakan didominasi purposive sampling, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuiesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan metode analisis yang digunakan setelah pengumpulan data dari kuesioner dan dimasukkan ke dalam tabel data untuk melihat gambaran distribusi frekuensi kepatuhan minum obat dan hasil yang didapatkan dalam bentuk persentase(%). Hasil penelitian pada tinjauan literatur terdapat empat artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan rendah, terdapat satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan sedang dan satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil review pada enam artikel yang dilakukan diberbagai puskemas didapatkan kesimpulan tingkat kepatuhan tinggi dengan persentase 25,92% atau 154 pasien, tingkat kepatuhan sedang dengan persentase 29,47% atau 175 pasien dan tingkat kepatuhan rendah dengan persentase 44,61% atau 265 pasien.