Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: pola peresepan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN POLA PERESEPAN PADA PASIEN MENGGUNAKAN WHO PRESCRIBING INDICATORS DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya. Dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional WHO mencoba untuk meningkatkan praktik penggunaan obat yang rasional dengan mengembangkan indicator penggunaan obat yang salah satunya yaiutu indicator peresepan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesesuaian pola peresepan pada pasien menggunakan WHO prescribing indicators di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan data yang digunakan data retrospektif yang diambil resep pada tahun 2022 dan data akan disajikan secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu data dari resep pasien pada periode Januari-Desember tahun 2022 di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung data dalam bentuk persentase pada lembar observasi yang kemudian di sesuaikan dengan indicator WHO. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peresepan obat di Puskesmas terminal Banjarmasin masih belum sesuai dengan standar WHO karena terdapat parameter yang belum sesuai. Parameter yang tidak sesuai adalah rata-rata item obat tiap lembar resep (2,5), persentase peresepan dengan nama generik (84,80%) dan persentase obat yang diresepkan sesuai dengan formulariun puskesmas (86,93%). Sedangkan untuk persentase peresepan obat dengan antibiotic (15,05%), persentase peresepan obat dengan sediaan injeksi (0%) sudah sesuai dengan standar WHO.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK SPESIALIS RAFISA DAHLIA BANJARMASIN PADA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN OBAT DIABETES MELITUSPASIEN BPJS DI KLINIK X KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERESEPAN OBAT ANALGETIK NON OPIOD DI APOTEK NAZHAN FARMA KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyeri merupakan suatu keaadaan tidak nyaman pada tubuh baik ringan,sedang, bahkan sampai berat . Sebanyak 40% kunjungan pasien rawat jalan di Amerika disebabkan karena adanya keluhan nyeri. Secara farmakologis rasa nyeri dapat diatasi dengan penggunaan obat-obat antinyeri atau analgetik. Analgetik perifer seperti parasetamol, salisilat, ibuprofen, dan asam mefenamat mampu meringankan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi susunan saraf pusat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peresepan obat analgetik non opiod di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep umum & BPJS yang mengandung analgetik non opiod pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik random sampling sebanyak 241 sampel resep analgetik non opiod yang ada di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin pada tahun 2022, .Instrument pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Paracetamol sebanyak 51,04%. Golongan obat analgetik terbanyak adalah golongan Para-Aminofenol sebanyak 51,04%. Bentuk sediaan obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg Tablet sebanyak 95,43%. Potensi obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg sebanyak 29,87%. Frekuensi minum obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg 3 kali sehari sebanyak 72,19%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMBAT UTARA KECAMATAN PANDAWAN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data di Puskesmas Kambat Utara, penyakit hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit tertinggi di puskesmas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode tahun 2022. Data yang digunakan adalah sampel resep pasien hipertensi. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 371 sampel. Sampel ini diambil menggunakan metode proporsional random sampling. Metode ini digunakan untuk menyajikan sampel resep secara representatif yaitu sampel benar menggambarkan hasil penelitan secara proporsional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk persentase dan analisis data dirincikan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap pola peresepan antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan tahun 2022 maka dapat disimpulkan bahwa resep obat tunggal (77,36%) dan resep kombinasi (22,64%); golongan obat paling banyak adalah CCB (73,19%); nama obat dan potensi obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg (61,67%); nama obat dan potensi obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dengan captopril 25 mg (57,14% dan frekuensi pemakaian paling banyak adalah amlodipin 10 mg 1 x sehari 1 tablet (56,70%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT DISPEPSIA DI APOTEK SUKMA SARI BANJARMASIN TAHUN 2019

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dispepsia merupakan penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Menurut data rekam medik di Apotek Sukma Sari Banjarmasin pada tahun 2019 penyakit dispepsia menduduki urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat penyakit dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep dan rekam medis pasien dispepsia secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 295 lembar resep. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel bentuk presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019 di dominasi oleh pasien perempuan dengan kelompok umur terbanyak adalah 26-35 tahun dan banyak diderita oleh ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 26,77%. Obat yang diresepkan pada pasien dispepsia ini kebanyakan digunakan secara kombinasi: 279 resep (94,58%) dan terapi tunggal: 16 resep (5,42%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan Proton Pump Inhibitor (21,15%). Jenis obat yang paling banyak digunakan adalah lansoprazole sebesar 20,6%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN PENYAKIT SKIZOFRENIA DI APOTEK ADIRA FARMA KANDANGAN TAHUN 2020

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan serangkaian gejala, termasuk delusi, halusinasi, ucapan atau perilaku yang kacau, dan kemampuan kognitif yang terganggu. Skizofrenia merupakan gangguan psikis, untuk itu pengobatan yang utama diberikan adalah antipsikotik yang sesuai dengan algoritma secara patuh diindikasikan dapat mengurangi gejala positif atau negatif pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Apotek Adira Farma Kandangan Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep pasien hipertensi secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik Proportional Random Samplin dan pengambilan sampel minimalnya dapat ditentukan menggunakan Rummus slovin. Sampel yang didapat dari penelitan ini sebanyak 311 lembar resep. Penelitian ini menggunakan lembar observasi kemudian direkap kedalam format Microsoft excel, kemudian didistribusikan menurut kreteria yang terdiri dari nama obat, golongan obat, dosis obat, bentuk sediaan obat dan frekuensi obat. Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini dengan persentase tertinggi berdasarkan nama obat adalah Stelosi 141 (32,4%), berdasarkan Golongan Antipsikotik Tipikal 262 (60,22%), berdasarkan dosisi Stelosi 5 mg tab sebanyak 141 (32,4%), berdasarkan frekuensi pemakaian dua kali sehari sebanyak 204 (46,90%), dan berdasarkan bentuk sediaan tablet 341 (78,40%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail