ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien dan berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pengaturan standar pelayanan kefarmasian bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian serta melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik di Puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara berdasarkan Permenkes No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, khususnya pada pelayanan farmasi klinik dan sarana prasarana, sebab Pelayanan farmasi klinik merupakan hal yang terpenting demi kesehatan pasien dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pelayanan. dengan terlaksananya pelayanan yang baik maka kesehatan pasien akan lebih terjamin. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimenta/observasional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif. Data akan ditampilkan secara deskriptif, yaitu untuk menggambarkan pelayanan farmasi klinik di puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada Pelayanan Farmasi Klinik di 5 Puskesmas Wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 78%, Sarana dan Prasarana kelengkapan yang dimiliki di 5 Puskesmas wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 74 %. Sedangkan nilai rata-ratanya sebesar 77 % yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan Pelayanan Farmasi Klinik pada kriteria persentase menurut Arikunto (2013) telah sesuai standar dengan kategori baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius yang mengakibatkan mortalitas dan morbiditas utama. Hipertensi dengan stadium lanjut sering menyebabkan komplikasi cenderung memerlukan dua atau lebih obat (polifarmasi). Penggunaan obat dengan jumlah banyak dapat menimbulkan terjadinya Drug Related Problems (DRP) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Dalam kasus hipertensi, dibutuhkan kombinasi dari beberapa obat untuk mencapai tekanan darah yang normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada resep pasien hipertensi di Klinik Utama Ammariz Pelaihari periode tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 347 lembar resep. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase resep yang berpotensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahannya. Hasil penelitian ini yang diperoleh dengan melihat nama obat yang tercantum dalam lembar resep tanpa mempertimbangkan aturan pakai, dosis obat dan keadaan pasien menunjukkan interaksi obat potensial adalah (68,6%). Bedasarkan jenis mekanisme interaksi yang terbanyak adalah interaksi farmakodinamik (94,8%) dan berdasarkan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (89,0%)