Abstrak
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius yang mengakibatkan mortalitas dan morbiditas utama. Hipertensi dengan stadium lanjut sering menyebabkan komplikasi cenderung memerlukan dua atau lebih obat (polifarmasi). Penggunaan obat dengan jumlah banyak dapat menimbulkan terjadinya Drug Related Problems (DRP) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Dalam kasus hipertensi, dibutuhkan kombinasi dari beberapa obat untuk mencapai tekanan darah yang normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada resep pasien hipertensi di Klinik Utama Ammariz Pelaihari periode tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 347 lembar resep. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase resep yang berpotensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahannya. Hasil penelitian ini yang diperoleh dengan melihat nama obat yang tercantum dalam lembar resep tanpa mempertimbangkan aturan pakai, dosis obat dan keadaan pasien menunjukkan interaksi obat potensial adalah (68,6%). Bedasarkan jenis mekanisme interaksi yang terbanyak adalah interaksi farmakodinamik (94,8%) dan berdasarkan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (89,0%)