ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan dalam pengobatan yang dapat dilihat dari kepatuhan pengambilan obat. Kepatuhan pengambilan obat hipertensi juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan leaflet edukasi. Tujuan penelitian ini untuk kepatuhan pengambilan obat hipertensi sebelum dan sesudah diberikan leaflet edukasi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis dan prospektif terhadap resep dan lembar pengambilan obat pasien. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutiv sampling di mana terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data kepatuhan menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dan analisis data terkait perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi menggunakan SPSS 17.0 dengan uji Wilcoxon selama periode April-Juni 2022. Data analisis ditampilakan secara tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa leaflet edukasi efektif meningkatkan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito. Hasil dari kepatuhan minum obat sebelum diberikan leaflet didapat sebesar 45,95% (17 orang) patuh, 54,05% (20 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat, dan sebesar 91,89% (34 orang) patuh, dan 8,11% (3 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat setelah diberikan leaflet. Hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 dimana ada perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius,ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥ 140 mmHg dan nilai diastolik ≥ 90 mmHg. Seiring berjalannya waktu apabila hipertensi tidak diobati dengan baik maka akan menimbulkan penyakit komplikasi kardiovaskular lainnya. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan. Kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pada pasien hipertensi di Apotek Panasea Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan non-eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan data Kepatuhan minum obat secara prospektif dengan kuesioner MARS-5 periode April-Mei 2022 dan kepatuhan pengambilan obat ulang secara retrospektif dengan persamaan Medication Possession Ratio (MPR) periode Oktober 2021-Maret 2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di mana besar sampelnya berjumlah 42. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil dari kepatuhan minum obat didapat sebesar 43% (18 orang) patuh dan 57% (24 orang) tidak patuh. Hasil dari kepatuhan pengambilan obat ulang didapat sebesar 36% (15 orang) patuh dan 64% (27 orang) tidak patuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepatuhan pengambilan obat ulang atau pengambilan obat ulang pada pasien yang mengalami diagnosa penyakit kronis. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam penanganan penyakitpenyakit kronis, salah satunya pasien Diabetes Mellitus diharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, oleh karena itu tidak sedikit pasien Diabetes Mellitus merasa bosan dan berpotensi tidak patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan retrospektif. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Intrumen penelitian berupa lembar isian data nama pasien, umur pasien, nama obat antidiabetes, jumlah obat, tanggal pengambilan obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada bulan April – Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 25 sampel. Pengolahan data mengguakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel berupa persentase tingkat kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 resep pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kelayan Dalam dengan nilai persentase MPR pada periode pengambilan 6 bulan dengan kategori patuh 28% dan tidak patuh 72%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).