ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik kronis dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengobatan penyakit ini dibutuhkan waktu jangka Panjang, sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor yang sangat penting. Namun demikian belum banyak penelitian yang menguji hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan karakteristik pasien. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik, gambaran kepatuhan minum obat, dan mengetahui apakah ada hubungan antara karteristik dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian observasional dalam bentuk cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling sampai periode penelitian yang telah ditetapkan. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 76 pasien. Pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan metode pill count. Data hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS versi 16.0, uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin adalah jenis kelamin yang didominasi oleh perempuan 51 sampel (67,2%), umur didominasi oleh kategori 46-55 tahun 40 sampel (52,6%), tingkat pendidikan didominasi oleh kategori SMA yaitu sebanyak 34 sampel (44,7%), pekerjaan didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 33 sampel (60,6%), lama menderita pasien didominasi dengan lama derita >5 tahun 29 sampel (39,1%), jumlah obat didominasi dengan 1 jenis obat berjumlah 50 pasien (65,7%), karakteristik penyakit penyerta pasien di dominasi oleh pasien tanpa komorbid 41 sampel (53,9%). Gambaran tingkat kepatuhan minum obat pasien tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 54 pasien (71,1%) patuh dan tidak patuh 22 pasien (28,9%). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan (p0,05) pada karakteristik pendidikan, pekerjaan, lama menderita, jumlah obat, dan penyakit penyerta dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan dalam pengobatan yang dapat dilihat dari kepatuhan pengambilan obat. Kepatuhan pengambilan obat hipertensi juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan leaflet edukasi. Tujuan penelitian ini untuk kepatuhan pengambilan obat hipertensi sebelum dan sesudah diberikan leaflet edukasi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis dan prospektif terhadap resep dan lembar pengambilan obat pasien. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutiv sampling di mana terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data kepatuhan menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dan analisis data terkait perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi menggunakan SPSS 17.0 dengan uji Wilcoxon selama periode April-Juni 2022. Data analisis ditampilakan secara tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa leaflet edukasi efektif meningkatkan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito. Hasil dari kepatuhan minum obat sebelum diberikan leaflet didapat sebesar 45,95% (17 orang) patuh, 54,05% (20 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat, dan sebesar 91,89% (34 orang) patuh, dan 8,11% (3 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat setelah diberikan leaflet. Hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 dimana ada perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius,ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥ 140 mmHg dan nilai diastolik ≥ 90 mmHg. Seiring berjalannya waktu apabila hipertensi tidak diobati dengan baik maka akan menimbulkan penyakit komplikasi kardiovaskular lainnya. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan. Kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pada pasien hipertensi di Apotek Panasea Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan non-eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan data Kepatuhan minum obat secara prospektif dengan kuesioner MARS-5 periode April-Mei 2022 dan kepatuhan pengambilan obat ulang secara retrospektif dengan persamaan Medication Possession Ratio (MPR) periode Oktober 2021-Maret 2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di mana besar sampelnya berjumlah 42. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil dari kepatuhan minum obat didapat sebesar 43% (18 orang) patuh dan 57% (24 orang) tidak patuh. Hasil dari kepatuhan pengambilan obat ulang didapat sebesar 36% (15 orang) patuh dan 64% (27 orang) tidak patuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan jiwa sering dianggap sebagai masalah yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun berefek pada kesehatan fisik dalam waktu lama sehingga akan menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan perawatan diri, berisiko mencederai diri sendiri dan orang lain. Salah satu faktor penghambat kesehatan ODGJ ialah ketidak patuhan dalam mengkonsumsi obat maupun menolak untuk melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan meminum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Puskesmas Aranio. Jenis Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan menggunakan obsevasional didesain dengan cross-sectional. Waktu dan tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Aranio Bulan Februari-Maret 2023. Populasi resep pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bulan Juli-Desember 2022 dan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh, dan seluruh jumlah populasi. Pengolahan data berupa pengambilan obat yang telah ditetapkan sesuai jumlah obat, data diolah dengan lembar observasi selanjutn ya dimasukan ke microsoft excel. Hasil berdasarkan tingkat kepatuhan obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerja puskesmas Aranio didapat kepatuhan dengan kategori patuh sebanyak 8 (100%) dan tidak patuh 0 (0%). Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) patuh. Nilai rata-rata MPR 99,75 %
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepatuhan pengambilan obat ulang atau pengambilan obat ulang pada pasien yang mengalami diagnosa penyakit kronis. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam penanganan penyakitpenyakit kronis, salah satunya pasien Diabetes Mellitus diharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, oleh karena itu tidak sedikit pasien Diabetes Mellitus merasa bosan dan berpotensi tidak patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan retrospektif. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Intrumen penelitian berupa lembar isian data nama pasien, umur pasien, nama obat antidiabetes, jumlah obat, tanggal pengambilan obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada bulan April – Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 25 sampel. Pengolahan data mengguakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel berupa persentase tingkat kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 resep pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kelayan Dalam dengan nilai persentase MPR pada periode pengambilan 6 bulan dengan kategori patuh 28% dan tidak patuh 72%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dunia setelah HIV/AIDS. Menurut WHO tahun 2013 menyatakan tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insiden dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini adalah merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat crocs sectional untuk melihat kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang dilakukan di bulan Maret – April 2023. Data hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrosprektif terhadap resep pasien tuberkulosis selama 6 bulan untuk melihat perilaku pasien dari bulan Januari sampai Juni 2022 terhadap 32 pasien, dengan menggunakan analisis data metode Medication Possesion Ratio (MPR). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin terhadap pasien tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian adalah kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan kategori patuh sebanyak 23 (72%), dan kategori tidak patuh sebanyak 9 (28%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Rujuk Balik (PRB) adalah salah satu program unggulan BPJS untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada peserta penderita penyakit kronis, seperti penyakit diabetes melitus. Kepatuhan minum obat digolongkan menjadi tiga macam. Salah satunya adalah tidak menebus resep ulang (refills not obtained). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang obat oral pada pasien diabetes melitus yang mengikuti program rujuk balik di Apotek Medika. Penelitian ini dilakukan di Apotek Medika. Sampel pada penelitian ini adalah lembar resep yang diambil secara retrospektif. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini digunakan purposive sampling, alat yang digunakan adalah lembar pengumpulan data dengan metode Medication Poossesion Ratio (MPR). Hasil penelitian menunjukan tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien BPJS yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Medika termasuk ke daalam kategori patuh untuk periode 3 bulan (88,31%) dan tidak patuh untuk periode 6 bulan ( 65,63%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 sebesar 1,4%. Ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat anti diabetika oral,Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe II di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan menggunakan 6 artikel, dengan menggunakan kata kunci yaitu Kepatuhan Minum obat diab , kuesioner MMAS yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari google scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien diabetes melitus tipe II di rumah sakit maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 23,9% atau 96 responden, tingkat kepatuhan sedang 31,4% atau 126 responden, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 44,6% atau 179 responden
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar didunia. Tuberkulosis penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kepatuhan minum obat pada pasien TB merupakan suatu indikator keberhasilan yang sangat penting. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi menggunakan intrumen MMAS-8, artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, artikel tahun 20 0-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat kepatuhan minum obat. Berdasarkan hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru di Puskesmas maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 56,46 , kepatuhan sedang 26,35 , dan kepatuhan rendah 7, 8 .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kasus diabetes melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,3 juta jiwa. Keberhasilan suatu terapi pasien diabetes melitus tidak hanya pada ketepatan diagnosis, pemilihan dan pemberian obat yang tepat, namun kepatuhan pengobatan menjadi salah satu penentu keberhasilan pengobatan. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dilakukan diberbagai Puskesmas. Desain yang digunakan pada penelitian didominasi cross sectional, teknik pengambil sampel pada penelitian yang digunakan didominasi purposive sampling, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuiesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan metode analisis yang digunakan setelah pengumpulan data dari kuesioner dan dimasukkan ke dalam tabel data untuk melihat gambaran distribusi frekuensi kepatuhan minum obat dan hasil yang didapatkan dalam bentuk persentase(%). Hasil penelitian pada tinjauan literatur terdapat empat artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan rendah, terdapat satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan sedang dan satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil review pada enam artikel yang dilakukan diberbagai puskemas didapatkan kesimpulan tingkat kepatuhan tinggi dengan persentase 25,92% atau 154 pasien, tingkat kepatuhan sedang dengan persentase 29,47% atau 175 pasien dan tingkat kepatuhan rendah dengan persentase 44,61% atau 265 pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Kepatuhan minum obat dapat saat menebus resep pertama kali setelah didiagnosa oleh dokter dan mendapatkan resep pertama kali. Kepatuhan menebus ulang resep dapat diukur dengan metode Medication Possetion Ratio (MPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan menebus ulang resep (Refill Adherence) pasien diabetes melitus di Apotek Al Kurba Nur. Metode penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di jadikan sampel. Waktu penelitian pada bulan Januari 2021, tempat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin. Pengumpulan data pada bulan Juli-Desember tahun 2019 yang dilakukan. Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara observasi. Hasil kepatuhan menebus obat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin menunjukkan bahwa 56 pasien (98,25%) tergolong kedalam kategori tidak patuh untuk menebus resep ulang (Refill Adherence), hanya 1 pasien (1,75%) yang patuh untuk menebus resep ulang selama 6 bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyebab salah satu morbiditas dan mortalitas terbesar di dunia. Pengobatan pasien hipertensi mengakibatkan pasien menjadi tidak patuh. Pasien secara tidak sengaja lupa minum obat menyebabkan tidak patuh. Perlu suatu metode untuk mencegah ketidakpatuhan yaitu Mobile Phone. Mobile Phone adalah gadget pintar dan multiguna. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana efektivitas intervensi penggunaan teknologi Mobile Phone untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah tinjauan literatur, yaitu artikel ilmiah dengan metode pencarian artikel menggunakan google scholar. Artikel harus memiliki akreditasi Sinta dan rentang waktu publikasi paling minimal 2014. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Hasil literatur jurnal enam artikel didapat ada pengaruh perubahan perilaku pasien menjadi lebih baik, membantu terkontrolnya kepatuhan minum obat. Efektivitas intervensi Mobile Phone mampu meningkatkan Kepatuhan minum obat antihipertensi sehingga tujuan terapi hipertensi dapat tercapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus atau disebut juga kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah melebihi batas normal sebagai akibat dari kelainan sekresi insulin. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan diperkirakan sekitar 38.113 (1,4%) jiwa. Tingginya persentase kasus diabetes melitus di Indonesia perlu dikendalikan dengan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan akan berdampak pada resiko komplikasi, kualitass hidup yang buruk, dan peningkatan resiko penyebab mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan ulang obat diabetes melitus dengan profil kadar gula darah pasien DM tipe II di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental yang bersifat observasional, dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan resep dan lembar observasi hasil pemeriksaan laboratorium pasien diabetes melitus di Puskesmas Kuripan. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kuripan, Kalimantan Selatan periode bulan Januari-Desember 2022 yang berjumlah 59 orang, dan sampel pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria yaitu 11 orang. Data yang di dapatkan diolah dalam bentuk Microsof excel, kemudian dianalisis kepatuhan berdasarkan metode Medication Posession Ratio (MPR), untuk profil kadar gula darah dikategorikan berdasarkan terkontrol (
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan terapi obat jangka panjang. Ketidakpatuhan pengobatan pasien diabetes melitus akan berdampak pada kadar gula darah yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat korelasi antara kepatuhan pengobatan dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian menggunakan desain observasional cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan dari pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan pada periode bulan Juni-Juli 2024. Sebanyak 47 sampel digunakan pada penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data kepatuhan pengambilan obat ulang diukur menggunakan kuesioner ARMS dan data kadar glukosa darah diperoleh dari hasil pengukuran tenaga kesehatan di Puskesmas. Data hasil penelitian diuji korelasi dengan menggunakan Uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menemukan bahwa skor rata-rata kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus adalah 12,78 +- 1,06, sedangkan rata-rata kadar glukosa darah pasien adalah 216,76 +- 52,11 mg/dL. Hasil uji korelasi antara kepatuhan dengan kadar glukosa darah adalah 0,101 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pengobatan tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan Balangan.