· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional adalah matoa (Pometia pinnata). Salah satu kandungan yang terdapat pada daun matoa yaitu flavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan dan dapat menetralisasi kerusakan pada kulit. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan pada kulit yaitu lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan lotion dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sediaan lotion terdapat 2 formula yang memiliki perbedaan pada komposisi lanolin sebagai basis yaitu F1 (3%) dan F2 (5%). Sediaan lotion di uji sifat fisik dengan parameter uji yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan berat jenis. Hasil data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan uji sifat fisik yang dilakukan pada hari ke-1 semua formula memenuhi standar uji sebagai sediaan lotion. Formula 1 lebih baik dibandingkan dengan formula 2 karena memiliki hasil uji daya sebar yang lebih besar. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan signifikan pada daya sebar karena basis yang digunakan berbeda konsentrasi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.
· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Kepatuhan minum obat dapat saat menebus resep pertama kali setelah didiagnosa oleh dokter dan mendapatkan resep pertama kali. Kepatuhan menebus ulang resep dapat diukur dengan metode Medication Possetion Ratio (MPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan menebus ulang resep (Refill Adherence) pasien diabetes melitus di Apotek Al Kurba Nur. Metode penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di jadikan sampel. Waktu penelitian pada bulan Januari 2021, tempat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin. Pengumpulan data pada bulan Juli-Desember tahun 2019 yang dilakukan. Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara observasi. Hasil kepatuhan menebus obat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin menunjukkan bahwa 56 pasien (98,25%) tergolong kedalam kategori tidak patuh untuk menebus resep ulang (Refill Adherence), hanya 1 pasien (1,75%) yang patuh untuk menebus resep ulang selama 6 bulan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Kepatuhan minum obat dapat saat menebus resep pertama kali setelah didiagnosa oleh dokter dan mendapatkan resep pertama kali. Kepatuhan menebus ulang resep dapat diukur dengan metode Medication Possetion Ratio (MPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan menebus ulang resep (Refill Adherence) pasien diabetes melitus di Apotek Al Kurba Nur. Metode penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di jadikan sampel. Waktu penelitian pada bulan Januari 2021, tempat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin. Pengumpulan data pada bulan Juli-Desember tahun 2019 yang dilakukan. Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara observasi. Hasil kepatuhan menebus obat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin menunjukkan bahwa 56 pasien (98,25%) tergolong kedalam kategori tidak patuh untuk menebus resep ulang (Refill Adherence), hanya 1 pasien (1,75%) yang patuh untuk menebus resep ulang selama 6 bulan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional adalah matoa (Pometia pinnata). Salah satu kandungan yang terdapat pada daun matoa yaitu flavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan dan dapat menetralisasi kerusakan pada kulit. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan pada kulit yaitu lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan lotion dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sediaan lotion terdapat 2 formula yang memiliki perbedaan pada komposisi lanolin sebagai basis yaitu F1 (3%) dan F2 (5%). Sediaan lotion di uji sifat fisik dengan parameter uji yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan berat jenis. Hasil data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan uji sifat fisik yang dilakukan pada hari ke-1 semua formula memenuhi standar uji sebagai sediaan lotion. Formula 1 lebih baik dibandingkan dengan formula 2 karena memiliki hasil uji daya sebar yang lebih besar. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan signifikan pada daya sebar karena basis yang digunakan berbeda konsentrasi.