ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan dalam pengobatan yang dapat dilihat dari kepatuhan pengambilan obat. Kepatuhan pengambilan obat hipertensi juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan leaflet edukasi. Tujuan penelitian ini untuk kepatuhan pengambilan obat hipertensi sebelum dan sesudah diberikan leaflet edukasi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis dan prospektif terhadap resep dan lembar pengambilan obat pasien. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutiv sampling di mana terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data kepatuhan menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dan analisis data terkait perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi menggunakan SPSS 17.0 dengan uji Wilcoxon selama periode April-Juni 2022. Data analisis ditampilakan secara tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa leaflet edukasi efektif meningkatkan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito. Hasil dari kepatuhan minum obat sebelum diberikan leaflet didapat sebesar 45,95% (17 orang) patuh, 54,05% (20 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat, dan sebesar 91,89% (34 orang) patuh, dan 8,11% (3 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat setelah diberikan leaflet. Hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 dimana ada perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius,ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥ 140 mmHg dan nilai diastolik ≥ 90 mmHg. Seiring berjalannya waktu apabila hipertensi tidak diobati dengan baik maka akan menimbulkan penyakit komplikasi kardiovaskular lainnya. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan. Kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kepatuhan pengambilan obat ulang pada pasien hipertensi di Apotek Panasea Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan non-eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan data Kepatuhan minum obat secara prospektif dengan kuesioner MARS-5 periode April-Mei 2022 dan kepatuhan pengambilan obat ulang secara retrospektif dengan persamaan Medication Possession Ratio (MPR) periode Oktober 2021-Maret 2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di mana besar sampelnya berjumlah 42. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil dari kepatuhan minum obat didapat sebesar 43% (18 orang) patuh dan 57% (24 orang) tidak patuh. Hasil dari kepatuhan pengambilan obat ulang didapat sebesar 36% (15 orang) patuh dan 64% (27 orang) tidak patuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preeklampsia merupakan salah satu jenis hipertensi dalam kehamilan yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan adanya gangguan organ. Tekanan darah tinggi saat hamil atau sering disebut dengan preeklampsia merupakan salah satu dari tiga besar penyebab kematian ibu hamil selain pendarahan dan peradangan. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan sekitar 12% pada ibu hamil. Terapi penyakit hipertensi yang sering digunakan yaitu dengan Methyldopa, beta bloker dan vasodilator karena obat ini merupakan lini pertama pengobatan hipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat preeklamsia meliputi nama obat, golongan obat dan frekuensi minum obat yang diberikan pada ibu hamil di Klinik Cahaya Imani Kandangan tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep preeklamsia pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh sehingga resep pada populasi merupakan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 235 resep preeklamsia yang ada di Klinik Cahaya Imani Kandangan pada tahun 2022, tidak ada batasan sampel pada penelitian ini karena data resep yang digunakan adalah resep elektronik. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter. Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Nifedipin 49,84%. Golongan obat antihipertensi terbanyak adalah golongan Calcium Channel Bloker (CCB) 49,84%, dan Frekuensi terbanyak yaitu 3 kali sehari 1 tablet sebanyak 41,75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius yang mengakibatkan mortalitas dan morbiditas utama. Hipertensi dengan stadium lanjut sering menyebabkan komplikasi cenderung memerlukan dua atau lebih obat (polifarmasi). Penggunaan obat dengan jumlah banyak dapat menimbulkan terjadinya Drug Related Problems (DRP) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Dalam kasus hipertensi, dibutuhkan kombinasi dari beberapa obat untuk mencapai tekanan darah yang normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada resep pasien hipertensi di Klinik Utama Ammariz Pelaihari periode tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 347 lembar resep. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase resep yang berpotensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahannya. Hasil penelitian ini yang diperoleh dengan melihat nama obat yang tercantum dalam lembar resep tanpa mempertimbangkan aturan pakai, dosis obat dan keadaan pasien menunjukkan interaksi obat potensial adalah (68,6%). Bedasarkan jenis mekanisme interaksi yang terbanyak adalah interaksi farmakodinamik (94,8%) dan berdasarkan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (89,0%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data di Puskesmas Kambat Utara, penyakit hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit tertinggi di puskesmas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode tahun 2022. Data yang digunakan adalah sampel resep pasien hipertensi. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 371 sampel. Sampel ini diambil menggunakan metode proporsional random sampling. Metode ini digunakan untuk menyajikan sampel resep secara representatif yaitu sampel benar menggambarkan hasil penelitan secara proporsional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk persentase dan analisis data dirincikan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap pola peresepan antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan tahun 2022 maka dapat disimpulkan bahwa resep obat tunggal (77,36%) dan resep kombinasi (22,64%); golongan obat paling banyak adalah CCB (73,19%); nama obat dan potensi obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg (61,67%); nama obat dan potensi obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dengan captopril 25 mg (57,14% dan frekuensi pemakaian paling banyak adalah amlodipin 10 mg 1 x sehari 1 tablet (56,70%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi penyakit tidak menular, hipetensi menyebabkan kematian, hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter. lembar resep yang mengandung obat antihipertensi dapat diperoleh informasi mengenai profil peresepan obat antihipertensi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan obat antihipertensi di Apotek Sinar Amandit Tahun 2018-2020. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode pengambilan data retrospektif deskriptif utama gambaran tentang suatu keadaan secara objektif dengan melihat ke belakang. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Apotek Sinar Amandit dilaksanakan pada bulan Maret 2021 selama 1 bulan. Metode sampel digunakan Sampling Jenuh yaitu metode pengambilan semua anggota populasi yaitu sebanyak 55 resep dari tahun 2018 -2020. Pengolahan data dengan menghitun persentase tentang obat antihipertensi meliputi nama obat, golongan obat, potensi obat. Hasil yang dilakukan di Apotek Sinar Amandit dengan resep tahun 2018-2020, yaitu peresepan tunggal sebanyak 38 (69,09%) resep. Obat anti hipertensi yang banyak diresepkan dengan golongan obat Calcium Channel Blockers dengan jumlah 19 (24,67%) macam obat, nama obat Amlodipin sebanyak 19 (24,68%) obat, potensi obat Amlodipin 10 mg sebanyak 14 (18,18%) obat .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stroke merupakan suatu gangguan fungsional pada pembuluh darah yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik lokal atau global selama lebih dari 24 jam sehingga dapat menimbulkan kematian akibat dari gangguan peredaran darah di pembuluh darah. Dari keseluruhan stroke yang terjadi, sekitar 87% terdiagnosa stroke iskemik (penyumbatan pada pembuluh darah otak) dan sisanya merupakan stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah).Hipertensi faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian stroke, baik pada stroke iskemik ataupun stroke hemoragik. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian stroke iskemik dengan pasien yang memiliki riwayat hipertensi . Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur, dengan menggunakan kata kunci yaitu Kejadian, Stroke iskemik, Pasien Hipertensi yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari Google Scholar. Kriteria inklusi pada artikel yang digunakan adalah pasien yang mempunyai riwayat hipertensi, artikel nasional, artikel yang diterbitkan 2010-2020, artikel yang digunakan harus lengkap yang memuat nama peneliti, penerbit, nama artikel, volume, halaman, dan nomor artikel Hasil penelitian Tinjauan Literatur dari 6 artikel yang sudah dipublikasikan tersebut dari data yang diperoleh menyatakan adanya keterkaitan kejadian stroke iskemik pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi. . Faktor lain yang menyebabkan stroke iskemik adalah jenis kelamin, pola hidup, jenis pekerjaan, dan lain lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi sering disebut “silent killer” dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita, jika tidak mendapatkan terapi yang tepat maka akan menimbulkan komplikasi penyakit lain yang akan memperburuk kualitas hidup pasien yang menderita penyakit hipertensi.. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi pasien hipertensi, mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipetensi dan mengetahui apakah karakteistik demografi memiliki hubungan terhadap kualitas hidup pasein hipertensi rawat jalan di Puskesmas S.Parman Banjarmasin. Metode pada penelitian ini dengan melakukan observasional menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) yang meliputi 5 dimensi yaitu kemampuan berjalan/mobilitas, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa kesakitan dan tidak nyaman, rasa cemas dan depresi serta lembar informed consent pada pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini pasien hipertensi rawat jalan yang berobat di Puskesmas S.Parman periode Maret 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data kualitas hidup menggunakan menggunakan EQ-5D index calculator dan analisis statistika menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan karakteristik dengan kualitas hidup Hasil penelitian menunjukan distribusi karakteristik pada penelitian ini dibagi menjadi 8 bagian yakni jenis kelamin perempuan (57,14%), usia 56-65 (54,76%), pendidikan SLTA (50,00%), pekerjaan ibu rumah tangga (34,52%), lama menderita hipertensi >5th (60,71%), penyakit penyerta (50,00%), tidak memiliki riwayat hipertensi (52,38%), dan kategori hipertensi tingkat 2 (53,57%). Kualitas hidup penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang memiliki kualitas hidup baik sejumlah 77 sampel (91,67%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 7 sampel (8,33%). Pengukuran Karakteristik sampel menggunakan spss didapatkan jenis kelamin (pvalue=0,425), usia (p-value=0,521), pendidikan (p-value=0,899), pekerjaan (pvalue=0,444), lama menderita (p-value=0,085) dan riwayat hipertensi (p-value=0,188) berupa tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien hipertensi sedangkan penyakit penyerta (p-value=0,048) dan kategori hipertensi (p-value=0,010) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyebab salah satu morbiditas dan mortalitas terbesar di dunia. Pengobatan pasien hipertensi mengakibatkan pasien menjadi tidak patuh. Pasien secara tidak sengaja lupa minum obat menyebabkan tidak patuh. Perlu suatu metode untuk mencegah ketidakpatuhan yaitu Mobile Phone. Mobile Phone adalah gadget pintar dan multiguna. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana efektivitas intervensi penggunaan teknologi Mobile Phone untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah tinjauan literatur, yaitu artikel ilmiah dengan metode pencarian artikel menggunakan google scholar. Artikel harus memiliki akreditasi Sinta dan rentang waktu publikasi paling minimal 2014. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Hasil literatur jurnal enam artikel didapat ada pengaruh perubahan perilaku pasien menjadi lebih baik, membantu terkontrolnya kepatuhan minum obat. Efektivitas intervensi Mobile Phone mampu meningkatkan Kepatuhan minum obat antihipertensi sehingga tujuan terapi hipertensi dapat tercapai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi
dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi
kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi
pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara
sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan
kota Banjarmasin.
Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang
diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur
menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi
diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan
SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk
melihat nilai kualitas hidup.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan
(72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat
SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah
menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta.
Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5),
sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan
bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki
hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis
kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di
Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit
penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap
kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit
penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas
hidup pasien hipertensi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi
dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi
kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi
pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara
sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan
kota Banjarmasin.
Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang
diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur
menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi
diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan
SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk
melihat nilai kualitas hidup.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan
(72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat
SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah
menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta.
Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5),
sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan
bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki
hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis
kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di
Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit
penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap
kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit
penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas
hidup pasien hipertensi.