Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: SF-6D
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PROFIL SOSIODEMOGRAFI DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk melihat nilai kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta. Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5), sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PROFIL SOSIODEMOGRAFI DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk melihat nilai kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta. Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5), sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail