Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kualitas Hidup
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D DI PUSKESMAS S. PARMAN KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit Diabetes Melitus (DM) masuk dalam 10 kategori penyakit kronik di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Selatan prevalensi penyakit DM menduduki peringkat ke 15 sebesar 1.8 %. Penyakit diabetes melitus membutuhkan pengobatan jangka Panjang sehingga efektivitas dan efek samping pengobatan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien diabetes melitus dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor demografi yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, komplikasi penyakit, jumlah obat yang diterima, dan riwayat DM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien DM serta melihat apakah karakteristik demografi berpengaruh terhadap kualitas hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospective. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling dengan jumlah 75 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data kualitas hidup dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner EQ-5D. Data karakteristik demografi diperoleh dengan cara menanyakan langsung kepada sampel serta di validasi dengan melihat langsung data dari Rekam Medik pasien. Data hasil penelitian dikaji menggunakan alat hitung kualitas hidup. Uji korelasi Chi Square digunakan untuk melihat hubungan karakteristik dengan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel penelitian yang memiliki kualitas hidup baik sejumlah 42 sampel (56%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 33 sampel (44%). Pengukuran Karakteristik sampel menggunakan spss didapatkan berupa jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, jumlah obat yang diterima, komplikasi penyakit, dan riwayat DM keluarga tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sampel penelitian didominasi oleh pasien dengan kualitas hidup baik dan karakteristik sampel tidak memiliki korelasi dengan kualitas hidup pasien DM.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE RAWAT JALAN DI KLINIK MEGA ANUGRAH HULU SUNGAI UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas hidup merupakan sasaran utama ingin dicapai pada bidang pembangunan kesejahteran kesehatan. Kualitas hidup berkaitan dengan tujuan, harapan, standar dan kepedulian selama hidupnya. Keberhasilan pengobatan diharapkan berpengaruh terhadap kualitas hidup sehingga kesejahteraan dapat tercapai. Tujuan peenelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke dan Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Rawat Jalan di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara Prospektif. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023 di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Populasi yaitu pasien pasca stroke sebanyak 124 pasien dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling didapat Jumlah total sampel sebanyak 78 Pasien dengan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EQ-5D. Pengolahan dan analisis data menggunakan kalkulator online EQ-5D. Hasil kualitas EQ5D pasien pasca stroke dengan karakteristik pasien dengan kualitas hidup baik yaitu perempuan sebanyak 63,41%, pada umur 56-65 tahun sebanyak 65,22%, dengan pendidikan SLTA sebanyak 69,23%, dengan pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 52,38%, dan dengan status menikah sebanyak 62,16%. Hasil medis yaitu pasien Baru sebanyak 70,73%, penyakit penyerta sebanyak 67,92%, lama sakit < 5 tahun sebanyak 64%, dan Riwayat keluarga sebanyak 76,47%. Berdasarkan hasil kualitas hidup berdasarkan EQ5D pasien pasca stroke didapat hidup baik sebanyak 49(62,82%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 29 (37,18%)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D DI PUSKESMAS S.PARMAN KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi sering disebut “silent killer” dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita, jika tidak mendapatkan terapi yang tepat maka akan menimbulkan komplikasi penyakit lain yang akan memperburuk kualitas hidup pasien yang menderita penyakit hipertensi.. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi pasien hipertensi, mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipetensi dan mengetahui apakah karakteistik demografi memiliki hubungan terhadap kualitas hidup pasein hipertensi rawat jalan di Puskesmas S.Parman Banjarmasin. Metode pada penelitian ini dengan melakukan observasional menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) yang meliputi 5 dimensi yaitu kemampuan berjalan/mobilitas, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa kesakitan dan tidak nyaman, rasa cemas dan depresi serta lembar informed consent pada pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini pasien hipertensi rawat jalan yang berobat di Puskesmas S.Parman periode Maret 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data kualitas hidup menggunakan menggunakan EQ-5D index calculator dan analisis statistika menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan karakteristik dengan kualitas hidup Hasil penelitian menunjukan distribusi karakteristik pada penelitian ini dibagi menjadi 8 bagian yakni jenis kelamin perempuan (57,14%), usia 56-65 (54,76%), pendidikan SLTA (50,00%), pekerjaan ibu rumah tangga (34,52%), lama menderita hipertensi >5th (60,71%), penyakit penyerta (50,00%), tidak memiliki riwayat hipertensi (52,38%), dan kategori hipertensi tingkat 2 (53,57%). Kualitas hidup penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang memiliki kualitas hidup baik sejumlah 77 sampel (91,67%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 7 sampel (8,33%). Pengukuran Karakteristik sampel menggunakan spss didapatkan jenis kelamin (pvalue=0,425), usia (p-value=0,521), pendidikan (p-value=0,899), pekerjaan (pvalue=0,444), lama menderita (p-value=0,085) dan riwayat hipertensi (p-value=0,188) berupa tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien hipertensi sedangkan penyakit penyerta (p-value=0,048) dan kategori hipertensi (p-value=0,010) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE RAWAT JALAN DI KLINIK MEGA ANUGRAH HULU SUNGAI UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas hidup merupakan sasaran utama ingin dicapai pada bidang pembangunan kesejahteran kesehatan. Kualitas hidup berkaitan dengan tujuan, harapan, standar dan kepedulian selama hidupnya. Keberhasilan pengobatan diharapkan berpengaruh terhadap kualitas hidup sehingga kesejahteraan dapat tercapai. Tujuan peenelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke dan Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Rawat Jalan di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara Prospektif. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023 di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Populasi yaitu pasien pasca stroke sebanyak 124 pasien dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling didapat Jumlah total sampel sebanyak 78 Pasien dengan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EQ-5D. Pengolahan dan analisis data menggunakan kalkulator online EQ-5D. Hasil kualitas EQ5D pasien pasca stroke dengan karakteristik pasien dengan kualitas hidup baik yaitu perempuan sebanyak 63,41%, pada umur 56-65 tahun sebanyak 65,22%, dengan pendidikan SLTA sebanyak 69,23%, dengan pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 52,38%, dan dengan status menikah sebanyak 62,16%. Hasil medis yaitu pasien Baru sebanyak 70,73%, penyakit penyerta sebanyak 67,92%, lama sakit < 5 tahun sebanyak 64%, dan Riwayat keluarga sebanyak 76,47%. Berdasarkan hasil kualitas hidup berdasarkan EQ5D pasien pasca stroke didapat hidup baik sebanyak 49(62,82%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 29 (37,18%)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PROFIL SOSIODEMOGRAFI DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk melihat nilai kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta. Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5), sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PROFIL SOSIODEMOGRAFI DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN KOTA BANJARMASIN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan melalui pengobatan jangka panjang, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosiodemografi pasien hipertensi, menilai kualitas hidup, dan menganalisis hubungan antara sosiodemografi penyakit hipertensi dengan kualitas hidup di Puskesmas Alalak Selatan kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 85 responden yang diambil melalui teknik consecutive sampling pada Agustus 2024. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen Short Form 6 Dimension (SF-6D), sedangkan data demografi diperoleh dari wawancara dan rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi-square untuk melihat hubungan dan index calculator untuk melihat nilai kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,9%), berusia 45–54 tahun (41,2%), dengan tingkat pendidikan rendah (35,3% tamat SD), dan sebagian besar tidak bekerja (60,0%). Sebanyak 54,1% responden telah menderita hipertensi lebih dari dua tahun, dan 61,2% tidak memiliki penyakit penyerta. Mayoritas pasien (90,6%) memiliki kualitas hidup baik (nilai indeks utilitas ≥0,5), sementara 9,4% memiliki kualitas hidup buruk (<0,5). Analisis statistik menunjukkan bahwa penyakit penyerta (p = 0,002) dan kategori hipertensi (p = 0,041) memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup, sedangkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan pekerjaan, lama menderita, dan riwayat hipertensi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Alalak Selatan sebagian besar tergolong baik. Namun, faktor penyakit penyerta dan tingkat keparahan hipertensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan penyakit penyerta dan kontrol tekanan darah yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail