Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: Resep
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK RESEP PASIEN DI APOTEK TASYA MUKARRAMAH BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengkajian resep merupakan salah satu terjadinya pencegahan kesalahan pengobatan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek bahwa dalam pelayanan resep harus melakukan pelayanan administratif yang meliputi nama pasien, umur pasien, jenis kelamin pasien, berat badan pasien, nama dokter, nomor SIP dokter, alamat dokter, nomor telepon dokter, paraf dokter dan tanggal resep. Dan pelayanan farmasetik yang meliputi bentuk sediaan, kekuatan sediaan, stabilitas dan kompatibilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian resep secara administratif dan farmasetik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan standar pelayanan kefarmasian di Apotek nomor 73 tahun 2016. Penelitian dilakukan di Apotek Tasya Mukarramah Banjarmasin dengan menggunakan metode rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik. Populasi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 6.672 lembar resep, dengan sampel sebanyak 378 lembar resep yang terdiri dari 136 sampel resep racikan dan 242 sampel resep non racikan di Apotek Tasya Mukarramah Banjarmasin tahun 2021. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik acak yang proposional. Dengan menggunakan lembar observasional menurut Peraturan Menteri Kesehatan standar pelayanan kefarmasian di Apotek nomor 73 tahun 2016. Data yang diperoleh di analisis menggunakan program Microsoft Office Excel 2013. Hasil penelitian dari sampel 378 lembar resep keseluruhan tidak ada yang memenuhi kelengkapan administratif dan farmasetik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN POLA PERESEPAN PADA PASIEN MENGGUNAKAN WHO PRESCRIBING INDICATORS DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya. Dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional WHO mencoba untuk meningkatkan praktik penggunaan obat yang rasional dengan mengembangkan indicator penggunaan obat yang salah satunya yaiutu indicator peresepan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesesuaian pola peresepan pada pasien menggunakan WHO prescribing indicators di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan data yang digunakan data retrospektif yang diambil resep pada tahun 2022 dan data akan disajikan secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu data dari resep pasien pada periode Januari-Desember tahun 2022 di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung data dalam bentuk persentase pada lembar observasi yang kemudian di sesuaikan dengan indicator WHO. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peresepan obat di Puskesmas terminal Banjarmasin masih belum sesuai dengan standar WHO karena terdapat parameter yang belum sesuai. Parameter yang tidak sesuai adalah rata-rata item obat tiap lembar resep (2,5), persentase peresepan dengan nama generik (84,80%) dan persentase obat yang diresepkan sesuai dengan formulariun puskesmas (86,93%). Sedangkan untuk persentase peresepan obat dengan antibiotic (15,05%), persentase peresepan obat dengan sediaan injeksi (0%) sudah sesuai dengan standar WHO.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM PUSKESMAS DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK SPESIALIS RAFISA DAHLIA BANJARMASIN PADA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH BANJARMASIN SIAGA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi luka operasi merupakan problem kesehatan yang serius dan masih sering terlihat di rumah sakit rawat inap dan juga khususnya pada bagian bedah. Selain itu, dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun mental, atau bahkan berkepanjangan, termasuk waktu pasien yang hilang. Dari perspektif pengelola rumah sakit, angka infeksi luka operasi yang tinggi merupakan indikator mutu pelayanan medis. Pencegahan infeksi luka operasi dapat dicegah dengan pemberian antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dan antibiotik setelah operasi pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga Tahun 2022 dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Data penelitian ini disajikan secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menelusuri data rekam medik dan resep pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga dengan mengambil data rekam medik dan resep pada tahun 2022. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase Hasil penelitian menunjukkan pola peresepan antibiotik profilaksis dengan Seftriakson (56,15%), dengan golongan sefalosporin generasi III (76,88%), dan frekuensi pemberian sebanyak satu kali sehari (100%). Pada peresepan antibiotik setelah operasi dengan seftriakson (28,45%), dengan golongan sefalosporin generasi III (45,37%), dan frekuensi pemberian antibiotik terbanyak yaitu dua kali sehari (81,95%). Tingkat kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis adalah 77,50% dan setelah operasi adalah 81,525%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN OBAT DIABETES MELITUSPASIEN BPJS DI KLINIK X KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN PASIEN DI APOTEK ZAFRAN MEDIKA GAMBUT KAB BANJAR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mutu pelayanan kefarmasian dapat dijadikan suatu tolak ukur terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan dan perlakuan atau cara melayani orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya oleh karena itu kepuasan pasien erat hubungannya dengan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas di Apotek Zafran Medika Gambut Kab Banjar. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian non eksperimental dengan rancangan yang dilakukan yaitu cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner. Sampel dari penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan pelayanan resep dokter BPJS maupun Non BPJS yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah subjek yang diambil sebanyak 298 responden dengan waktu penelitian FebuariApril 2023 Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase kepuasan tiap dimensi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien dengan jumlah responden sebanyak 298 pasien menggunakan 5 indikator kepuasan pelayanan, didapatkan hasil bahwa pasien merasa sudah sangat puas dengan ratarata persentase jawaban sebesar 86,98% terhadap pelayanan kefarmasian dengan hasil masing-masing dimensi bukti fisik 84,34% (sangat puas), dimensi kehandalan 86,93% (sangat puas), dimensi ketanggapan 88,02% (sangat puas), dimensi jaminan 87,06% (sangat puas), dimensi empati 88,55% (sangat puas).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERESEPAN OBAT ANALGETIK NON OPIOD DI APOTEK NAZHAN FARMA KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyeri merupakan suatu keaadaan tidak nyaman pada tubuh baik ringan,sedang, bahkan sampai berat . Sebanyak 40% kunjungan pasien rawat jalan di Amerika disebabkan karena adanya keluhan nyeri. Secara farmakologis rasa nyeri dapat diatasi dengan penggunaan obat-obat antinyeri atau analgetik. Analgetik perifer seperti parasetamol, salisilat, ibuprofen, dan asam mefenamat mampu meringankan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi susunan saraf pusat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peresepan obat analgetik non opiod di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep umum & BPJS yang mengandung analgetik non opiod pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik random sampling sebanyak 241 sampel resep analgetik non opiod yang ada di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin pada tahun 2022, .Instrument pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Paracetamol sebanyak 51,04%. Golongan obat analgetik terbanyak adalah golongan Para-Aminofenol sebanyak 51,04%. Bentuk sediaan obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg Tablet sebanyak 95,43%. Potensi obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg sebanyak 29,87%. Frekuensi minum obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg 3 kali sehari sebanyak 72,19%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMBAT UTARA KECAMATAN PANDAWAN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data di Puskesmas Kambat Utara, penyakit hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit tertinggi di puskesmas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode tahun 2022. Data yang digunakan adalah sampel resep pasien hipertensi. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 371 sampel. Sampel ini diambil menggunakan metode proporsional random sampling. Metode ini digunakan untuk menyajikan sampel resep secara representatif yaitu sampel benar menggambarkan hasil penelitan secara proporsional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk persentase dan analisis data dirincikan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap pola peresepan antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan tahun 2022 maka dapat disimpulkan bahwa resep obat tunggal (77,36%) dan resep kombinasi (22,64%); golongan obat paling banyak adalah CCB (73,19%); nama obat dan potensi obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg (61,67%); nama obat dan potensi obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dengan captopril 25 mg (57,14% dan frekuensi pemakaian paling banyak adalah amlodipin 10 mg 1 x sehari 1 tablet (56,70%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN HIPERTENSI PESERTA BPJS DI PUSKESMAS SUNGAI JINGAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: GAMBARAN KELEGKAPAN ADMINISTRASI RESEP DI APOTEK MURAH BINUANG KABUPATEN TAPIN PADA TAHUN 2020

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelengkapan administratif dan farmasetik pada resep sangat berpengaruh karena dapat mencegah dan mengurangi terjadinya medication error. Pentingnya kelengkapan resep tersebut masih belum disadari banyak dokter karena pengetahuan dokter yang masih minim tentang kelengkapan resep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan administrasi resep yang ada di Apotek Murah Binuang pada tahun 2020. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling. Terdapat 86 resep yang digunakan sebagai sampel yaitu resep dari dokter. Analisis data melakukan perhitungan dengan satuan persen yang disajikan berbentuk tabel berdasarkan parameter. instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Gambaran kelengkapan administrasi resep dokter di Apotek Murah Binuang pada tahun 2020 menurut dengan PMK No. 73 tahun 2016 didapatkan hasil 100% tidak lengkap. 3 parameter yang tertinggi ketidaklengkapannya, yaitu Jenis kelamin (99%), Berat badan (98%) dan Paraf (95%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK SINAR AMANDIT TAHUN 2018-2020

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi penyakit tidak menular, hipetensi menyebabkan kematian, hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter. lembar resep yang mengandung obat antihipertensi dapat diperoleh informasi mengenai profil peresepan obat antihipertensi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan obat antihipertensi di Apotek Sinar Amandit Tahun 2018-2020. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode pengambilan data retrospektif deskriptif utama gambaran tentang suatu keadaan secara objektif dengan melihat ke belakang. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Apotek Sinar Amandit dilaksanakan pada bulan Maret 2021 selama 1 bulan. Metode sampel digunakan Sampling Jenuh yaitu metode pengambilan semua anggota populasi yaitu sebanyak 55 resep dari tahun 2018 -2020. Pengolahan data dengan menghitun persentase tentang obat antihipertensi meliputi nama obat, golongan obat, potensi obat. Hasil yang dilakukan di Apotek Sinar Amandit dengan resep tahun 2018-2020, yaitu peresepan tunggal sebanyak 38 (69,09%) resep. Obat anti hipertensi yang banyak diresepkan dengan golongan obat Calcium Channel Blockers dengan jumlah 19 (24,67%) macam obat, nama obat Amlodipin sebanyak 19 (24,68%) obat, potensi obat Amlodipin 10 mg sebanyak 14 (18,18%) obat .

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN DIABETES MILETUS PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK MEDIKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Rujuk Balik (PRB) adalah salah satu program unggulan BPJS untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada peserta penderita penyakit kronis, seperti penyakit diabetes melitus. Kepatuhan minum obat digolongkan menjadi tiga macam. Salah satunya adalah tidak menebus resep ulang (refills not obtained). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang obat oral pada pasien diabetes melitus yang mengikuti program rujuk balik di Apotek Medika. Penelitian ini dilakukan di Apotek Medika. Sampel pada penelitian ini adalah lembar resep yang diambil secara retrospektif. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini digunakan purposive sampling, alat yang digunakan adalah lembar pengumpulan data dengan metode Medication Poossesion Ratio (MPR). Hasil penelitian menunjukan tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien BPJS yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Medika termasuk ke daalam kategori patuh untuk periode 3 bulan (88,31%) dan tidak patuh untuk periode 6 bulan ( 65,63%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: GAMBARAN KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan. Waktu tunggu pelayanan resep dibagi menjadi dua yaitu waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan dan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di Rumah Sakit berdasarkan Kepmenkes RI No. 129 Tahun 2008 Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature. Proses pencarian literature ini dilakukan melalui website google scholar. Dan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran keseusian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit. Hasil studi literature yang berhubungan dengan gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit didapatkan rata rata hasil waktu tunggu resep yang sesuai dengan Standar Pelayanan minimal untuk obat Non Racikan adalah 16,7 menit dan untuk obat Racikan adalah 33,07 menit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT DISPEPSIA DI APOTEK SUKMA SARI BANJARMASIN TAHUN 2019

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dispepsia merupakan penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Menurut data rekam medik di Apotek Sukma Sari Banjarmasin pada tahun 2019 penyakit dispepsia menduduki urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat penyakit dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep dan rekam medis pasien dispepsia secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 295 lembar resep. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel bentuk presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019 di dominasi oleh pasien perempuan dengan kelompok umur terbanyak adalah 26-35 tahun dan banyak diderita oleh ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 26,77%. Obat yang diresepkan pada pasien dispepsia ini kebanyakan digunakan secara kombinasi: 279 resep (94,58%) dan terapi tunggal: 16 resep (5,42%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan Proton Pump Inhibitor (21,15%). Jenis obat yang paling banyak digunakan adalah lansoprazole sebesar 20,6%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT PADA PASIEN UMUM RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan. Sehingga dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan dan prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat yang berkelanjutan. Tujuan dari Tinjauan Literatur ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian Peresepan Obat di Rawat Jalan Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar dan didapatkan 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran kesesuaian peresepan obat dengan formularium rumah sakit. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang diperoleh menyatakan adanya ketidaksesuaian dalam penulisan obat tergantung dari dokter penulis resep. Faktor lain yang menyebabkan resep tidak sesuai dengan formularium adalah nama obat, pasien, dokter dan lain-lain. Sehingga didapatkan kesesuaian peresepan obat pada pasien umum rawat jalan terhadap formularium rumah sakit berkisar dari 60,7% sampai 92,4% dengan rata-rata 82,14%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN PENYAKIT SKIZOFRENIA DI APOTEK ADIRA FARMA KANDANGAN TAHUN 2020

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan serangkaian gejala, termasuk delusi, halusinasi, ucapan atau perilaku yang kacau, dan kemampuan kognitif yang terganggu. Skizofrenia merupakan gangguan psikis, untuk itu pengobatan yang utama diberikan adalah antipsikotik yang sesuai dengan algoritma secara patuh diindikasikan dapat mengurangi gejala positif atau negatif pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Apotek Adira Farma Kandangan Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep pasien hipertensi secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik Proportional Random Samplin dan pengambilan sampel minimalnya dapat ditentukan menggunakan Rummus slovin. Sampel yang didapat dari penelitan ini sebanyak 311 lembar resep. Penelitian ini menggunakan lembar observasi kemudian direkap kedalam format Microsoft excel, kemudian didistribusikan menurut kreteria yang terdiri dari nama obat, golongan obat, dosis obat, bentuk sediaan obat dan frekuensi obat. Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini dengan persentase tertinggi berdasarkan nama obat adalah Stelosi 141 (32,4%), berdasarkan Golongan Antipsikotik Tipikal 262 (60,22%), berdasarkan dosisi Stelosi 5 mg tab sebanyak 141 (32,4%), berdasarkan frekuensi pemakaian dua kali sehari sebanyak 204 (46,90%), dan berdasarkan bentuk sediaan tablet 341 (78,40%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS BERDASARKAN FORMULARIUM DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian resep obat dengan Formularium merupakan salah satu indikator penggunaan obat. Penggunaan Formularium obat dapat menjamin standar peresepan yang berkualitas. Menurut WHO kesesuaian resep dengan Formularium harus 100% sesuai. Kesesuaian resep dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan serta untuk membantu memperbaiki sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat. Peresepan yang belum sesuai dapat mengakibatkan masalah seperti tidak tercapainya tujuan terapi obat, meningkatnya efek samping obat, meningkatnya resistensi dan pemborosan sumber daya kesehatan yang langka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian obat pasien BPJS dengan Formularium di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan wawancara secara prospektif. Sampel yang digunakan adalah resep obat pasien BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada tahun 2022 dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dan Jumlah resep yang diteliti adalah 379 lembar resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta sampel wawancara yang digunakan adalah Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Kelayan Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan obat BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam berdasarkan Formularium Nasional didapatkan 196 lembar resep (51,7%) yang sesuai dan 183 lembar resep (48,3%) yang belum sesuai. Berdasarkan Formularium Puskesmas Kelayan Dalam didapatkan hasil 349 lembar resep (92%) yang sesuai dan 30 lembar resep (8%) yang tidak sesuai. Faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian peresepan tersebut karena adanya tiga faktor yaitu kekosongan obat yang terjadi, ketidakpatuhan Dokter dalam menuliskan resep sesuai Formularium dan permintaan obat dari pasien.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS BERDASARKAN FORMULARIUM DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian resep obat dengan Formularium merupakan salah satu indikator penggunaan obat. Penggunaan Formularium obat dapat menjamin standar peresepan yang berkualitas. Menurut WHO kesesuaian resep dengan Formularium harus 100% sesuai. Kesesuaian resep dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan serta untuk membantu memperbaiki sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat. Peresepan yang belum sesuai dapat mengakibatkan masalah seperti tidak tercapainya tujuan terapi obat, meningkatnya efek samping obat, meningkatnya resistensi dan pemborosan sumber daya kesehatan yang langka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian obat pasien BPJS dengan Formularium di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan wawancara secara prospektif. Sampel yang digunakan adalah resep obat pasien BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada tahun 2022 dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dan Jumlah resep yang diteliti adalah 379 lembar resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta sampel wawancara yang digunakan adalah Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Kelayan Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan obat BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam berdasarkan Formularium Nasional didapatkan 196 lembar resep (51,7%) yang sesuai dan 183 lembar resep (48,3%) yang belum sesuai. Berdasarkan Formularium Puskesmas Kelayan Dalam didapatkan hasil 349 lembar resep (92%) yang sesuai dan 30 lembar resep (8%) yang tidak sesuai. Faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian peresepan tersebut karena adanya tiga faktor yaitu kekosongan obat yang terjadi, ketidakpatuhan Dokter dalam menuliskan resep sesuai Formularium dan permintaan obat dari pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail