Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN LEAFLET EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT HIPERTENSI DI UPTD PUSKEMAS AMPAH KABUPATEN BARITO TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan dalam pengobatan yang dapat dilihat dari kepatuhan pengambilan obat. Kepatuhan pengambilan obat hipertensi juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan leaflet edukasi. Tujuan penelitian ini untuk kepatuhan pengambilan obat hipertensi sebelum dan sesudah diberikan leaflet edukasi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis dan prospektif terhadap resep dan lembar pengambilan obat pasien. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutiv sampling di mana terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data kepatuhan menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dan analisis data terkait perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi menggunakan SPSS 17.0 dengan uji Wilcoxon selama periode April-Juni 2022. Data analisis ditampilakan secara tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa leaflet edukasi efektif meningkatkan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito. Hasil dari kepatuhan minum obat sebelum diberikan leaflet didapat sebesar 45,95% (17 orang) patuh, 54,05% (20 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat, dan sebesar 91,89% (34 orang) patuh, dan 8,11% (3 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat setelah diberikan leaflet. Hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 dimana ada perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGOBATAN PASIEN ISOLASI COVID-19 RAWAT INAP BERDASARKAN TINGKAT KEPARAHAN PADA TAHUN 2021 DI RSUD H.BADARUDDIN KASIM KABUPATEN TABALONG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Coronavirus termasuk virus yang menyerang saluran pernapasan. Faktor virus dengan respon imun menentukan keparahan dari infeksi Covid-19. Prevalensi kasus Covid-19 di dunia pertengahan September 2020 mencapai 29.155.581 dan kematian tercatat 926.544 jiwa dengan tersebar ke 216 negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana profil pengobatan pasien isolasi Covid-19 rawat inap berdasarkan tingkat keparahan pada tahun 2021 di RSUD H. Badaruddin Kasim. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan cara observasi menggunakan data restrospektif rekam medis pasien Covid-19 pada tahun 2021 yang dilakukan di RSUD H. Badaruddin Kasim dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel sejumlah 631 lembar rekam medis. Analisis perhitungan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pengobatan pasien isolasi Covid-19 rawat inap berdasarkan tingkat keparahan pada tahun 2021 sesuai dengan literatur manajemenn klinis tata laksana Covid-19 di Fasyankes. Pada tingkat keparahan tanpa gejala obat D-Vit 400 iu terdapat 6 sampel, ringan infus Paracetamol 1 gr 104 sampel, sedang infus Paracetamol 1 gr 151 sampel, dan berat infus Paracetamol 1 gr 137 sampel. Adapun daftar kategori golongan obat yang digunakan yaitu, mukolitik, antibiotik, antivirus, imunomodulator, kortikosteroid, analgetik-antipiretik, antikoagulan, OAINS, antioksidan, vitamin D dan vitamin C. Golongan obat yang dituliskan berdasarkan tingkat keparahannya yang didapatkan dari hasil observasi peneliti yaitu pada tingkat keparahan tanpa gejala, ringan dan sedang yang banyak dituliskan adalah golongan obat imunomodulator sedangkan pada tingkat keparahan berat golongan obat yang banyak dituliskan adalah golongan obat antibiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan high alert yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien karena dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan jika dalam penyerahan ke pasien terjadi kesalahan. Kesesuaian penyimpanan high alert di puskesmas gadang hanyar Banjarmasin berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 diperlukan untuk meminimalisir kesalahan dalam penyerahan untuk menjamin keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan high alert sebagai bahan evaluasi penyimpanan di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Februari–April 2023 di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Jumlah keseluruhan obat high alert adalah (n=28) sampel, terdiri atas obat risiko tinggi (n=12); risiko tinggi yang termasuk LASA (n=6); LASA (n=7); dan elektrolit konsentrat tinggi (n=3) sampel. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, berdasarkan kategori. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 sebesar 79% (20). Sedangkan kesesuaian berdasarkan kategori, obat risiko tinggi sebesar 50% (6), risiko tinggi yang termasuk LASA 67% (4), LASA (Look Alike Sound Alike) sebesar 100% (7), dan elektrolit konsentrat tinggi sebesar 100 % (4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah presentase penyimpanan kesesuaian obat high alert secara keseluruhan di Puskesmas gadang Hanyar Banjarmasin sebesar 79% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM ALMANSYUR MEDIKA BANJARBARU TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IFRS Rumah sakit bertugas dalam pengelolaan obat yaitu tahap perencanaan, pengadaan, distribusi dan penggunaan. Pengelolaan obat merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan direncanakan dengan baik. Observasi pendahuluan menunjukkan adanya permasalahan masih banyak terdapat penulisan resep obat generik yang tidak sesuai dengan SOP rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Almasnyur Medika Banjarbaru Tahun 2022. Jenis Penelitian ini non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan lembar Observasi. Penelitian ini dilakukan di IFRS RSU Almansyur Medika Banjarbaru dan dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2023. Populasi dan sampel yaitu Rencana Kebutuhan Obat, Resep, Faktur pada periode Januari-Desember 2022. Pengolahan data sekunder penelitian ini berupa Rencana Kebutuhan Obat, Resep dan Faktur data yang dapat dimasukan dalam bentuk Microsoft Excel. Hasil penelitian evaluasi pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Almansyur Medika Banjarbaru dari Realisasi belanja IFRS didapat Persentase ketepatan obat sebesar 151,46%, Persentase kesesuaian alokasi dana sebesar 95,34%, Persentase kesesuaian obat Kedaluwarsa atau rusak sebesar sebanyak 0%, Peresepan kesesuaian Obat Generik sebesar sesuai 61,80%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI UNIT FARMASI RS PELITA INSANI MARTAPURA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat High Alert adalah obat yang resiko tinggi menyebabkan kerugian pasien tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat adalah dengan cara memperbaiki sistem penyimpanannya. Penyimpanan obat High Alert dengan obat lain dengan penandaan agar tidak terjadi kesalahan saat pengambilan. Obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena apabila terjadi kesalahan mengakibatkannya fatal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan Obat High Alert Di unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura ditinjau dari Kemenkes penyimpanan obat High Alert. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat secara Propesktif dan data disajikan secara deksriptif. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2023 di Rumah sakit Pelita Insani martapura. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah obat-obat High Alert yang ada di unit farmasi dengan teknik sampling jenuh. Pengolahan data ini menggunakan lembar observasional, apabila sesuai diberi cecklist. Unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura dapat kesesuaian pada LASA/ NORIUM, Resiko Tinggi dan Elekrolit Konsetrat Tinggi sebanyak 96% sesuai dan ketidaksesuaian ditemukan sebnyak 4%. Hasil ini menyatakan bahwa Rumah sakit sudah memenuhi standar penyimpanan sesuai dengan standar bedasarkan kemenkes RI No.72 tahun 2016.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM PUSKESMAS DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARANIO KAB. BANJAR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gangguan jiwa sering dianggap sebagai masalah yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun berefek pada kesehatan fisik dalam waktu lama sehingga akan menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan perawatan diri, berisiko mencederai diri sendiri dan orang lain. Salah satu faktor penghambat kesehatan ODGJ ialah ketidak patuhan dalam mengkonsumsi obat maupun menolak untuk melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan meminum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Puskesmas Aranio. Jenis Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan menggunakan obsevasional didesain dengan cross-sectional. Waktu dan tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Aranio Bulan Februari-Maret 2023. Populasi resep pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bulan Juli-Desember 2022 dan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh, dan seluruh jumlah populasi. Pengolahan data berupa pengambilan obat yang telah ditetapkan sesuai jumlah obat, data diolah dengan lembar observasi selanjutn ya dimasukan ke microsoft excel. Hasil berdasarkan tingkat kepatuhan obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerja puskesmas Aranio didapat kepatuhan dengan kategori patuh sebanyak 8 (100%) dan tidak patuh 0 (0%). Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) patuh. Nilai rata-rata MPR 99,75 %

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS 9 NOPEMBER TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas mempunyai peran penting pada pengelolaan obat yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat yang dibutuhkan tersedia setiap waktu, jumlah yang relatif dan terjamin untuk mendukung pelayanan yang bermutu bagi pasien. Terjaminnya ketersediaan obat di pelayanan kesehatan akan menjaga citra pelayanan kesehatan itu sendiri, sehingga pengelolaan serta penyediaan obat secara efektif dan efisien sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Puskesmas, kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat dan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas 9 Nopember Tahun 2022. Jenis penelitian ini berupa penelitian non-eksperimental yang digambarkan secara deskriptif. Data yang digunakan bersifat retrospektif dan pengambilan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Populasi yang digunakan penelitian ini adalah Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Sampel pada penelitian ini adalah item obat yang tersedia di LPLPO Tahun 2022 di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian didapatkan persentase kesesuaian item obat dengan formularium Puskesmas yaitu 84%. Kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas sebesar 36%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas masuk dalam kategori berlebih dengan kategori kosong sebesar 51%, kategori kurang 0%, kategori aman 3,37%, dan kategori berlebih 45%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN OBAT PREEKLAMSIA PADA PASIEN IBU HAMIL DI KLINIK CAHAYA IMANI KANDANGAN PADA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Preeklampsia merupakan salah satu jenis hipertensi dalam kehamilan yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan adanya gangguan organ. Tekanan darah tinggi saat hamil atau sering disebut dengan preeklampsia merupakan salah satu dari tiga besar penyebab kematian ibu hamil selain pendarahan dan peradangan. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan sekitar 12% pada ibu hamil. Terapi penyakit hipertensi yang sering digunakan yaitu dengan Methyldopa, beta bloker dan vasodilator karena obat ini merupakan lini pertama pengobatan hipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat preeklamsia meliputi nama obat, golongan obat dan frekuensi minum obat yang diberikan pada ibu hamil di Klinik Cahaya Imani Kandangan tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep preeklamsia pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh sehingga resep pada populasi merupakan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 235 resep preeklamsia yang ada di Klinik Cahaya Imani Kandangan pada tahun 2022, tidak ada batasan sampel pada penelitian ini karena data resep yang digunakan adalah resep elektronik. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter. Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Nifedipin 49,84%. Golongan obat antihipertensi terbanyak adalah golongan Calcium Channel Bloker (CCB) 49,84%, dan Frekuensi terbanyak yaitu 3 kali sehari 1 tablet sebanyak 41,75%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan merupakan kegiatan terhadap sediaan farmasi agar sediaan yang disimpan aman, memiliki mutu tetap terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Faktor yang mendukung penjaminan mutu obat yaitu penyimpanan obat yang tepat dan sesuai standar, kegiatan penyimpanan ada tiga faktor yaitu pengaturan ruangan, penyusunan obat, serta pengamatan mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penyimpanan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur penyimpanan di Puskesmas Alalak Tengah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non eksperimental dengan bersifat cross-sectional dengan metode prospektif, data dikumpulkan langsung dari ruang penyimpanan obat di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Sampel dari penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pengolahan data dianalisis menggunakan Microsoft excel, dicek dengan jumlah kesesuaian indikator yang memenuhi standar, dihitung dengan rumus persentase (%) kesesuaian. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan SOP di Puskemas Alalak Tengah dengan 8 indikator yaitu 75% sesuai dan 25% tidak sesuai. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dengan 20 indikator yaitu 95% sesuai dan 5% tidak sesuai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT GENERIK MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik sering dianggap dengan obat kualitas rendah lantaran harganya yang lebih terjangkau. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik menjadi faktor utama sehingga obat jenis ini kurang dimanfaatkan. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga farmasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjrmasin tentang obat generik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah noneksperimental dalam desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google forms, dengan metode prospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yaitu dimana semua sampel yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi sebanyak 185 responden. Data diolah dengan Microsoft Excel disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik di kalangan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin diperoleh dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 124 responden (61,38%), kategori cukup sebanyak 66 responden (32,67 %), kategori kurang sebanyak 12 responden (5,84 %) dan ratarata tingkat pengetahuan dari 202 responden termasuk kategori baik dengan 76,91% jawaban benar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI PADA RESEP OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA RESEP PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK UTAMA AMMARIZ PELAIHARI PERIODE TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius yang mengakibatkan mortalitas dan morbiditas utama. Hipertensi dengan stadium lanjut sering menyebabkan komplikasi cenderung memerlukan dua atau lebih obat (polifarmasi). Penggunaan obat dengan jumlah banyak dapat menimbulkan terjadinya Drug Related Problems (DRP) yang dapat mempengaruhi outcome terapi pasien. Dalam kasus hipertensi, dibutuhkan kombinasi dari beberapa obat untuk mencapai tekanan darah yang normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada resep pasien hipertensi di Klinik Utama Ammariz Pelaihari periode tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah proportional random sampling. Sampel yang diambil sejumlah 347 lembar resep. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase resep yang berpotensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi dan tingkat keparahannya. Hasil penelitian ini yang diperoleh dengan melihat nama obat yang tercantum dalam lembar resep tanpa mempertimbangkan aturan pakai, dosis obat dan keadaan pasien menunjukkan interaksi obat potensial adalah (68,6%). Bedasarkan jenis mekanisme interaksi yang terbanyak adalah interaksi farmakodinamik (94,8%) dan berdasarkan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (89,0%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS CEMPAKA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas adalah suatu organisasi fungsional yang memiliki peran penting untuk memberikan pelayanan kesehatan perorangan ditingkat pertama. Pengelolaan obat di puskesmas perlu ketelitian dikarenakan pengelolaan obat yang efesien menentukan keberhasilan manajemen di puskesmas secara keseluruhan. Puskesmas Cempaka memiliki kunjungan pasien pada Tahun 2021 sebanyak 43.626 kunjungan ini termasuk yang cukup tinggi. Hal tersebut harus dihubungkan dengan persediaan obat yang juga harus cukup, agar semua pasien yang datang mendapatkan obat sesuai yang diperlukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat serta rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Cempaka tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara Retrospektif . Penelitian dilakukan di Puskesmas Cempaka pada bulan Mei Tahun 2023. Populasi pada penelitian ini adalah LPLPO dengan jumlah 1.607 item menggunakan teknik sampel sampling jenuh, sampel yang digunakan penelitiaan adalah seluruh item obat yang ada di LPLPO sebanyak 382 item obat . Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pengolahan data dan analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas Cempaka sebesar 30,99% termasuk dalam kategori tidak sesuai. Tingkat ketersediaan obat dengan kategori kosong 47,90% untuk kategori aman 41,89, kategori berlebih 10,98 dan hasil dari rata-rata tingkat ketersediaan obat sebesar 8,53 bulan masuk dalam kategori kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN OBAT GENERIK PADA PASIEN DI APOTEK AISYAH MEDIKA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik memiliki harga yang lebih rendah dari pada obat paten karena obat generik tidak memerlukan biaya dalam penelitian dan tidak memerlukan biaya dalam pematenan obat. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas. Kurangnya pemahaman pada masyarakat tentang obat generik menjadi faktor yang menyebabkan obat generik di pandang sebelah mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah observasional, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data yang diperoleh akan disajikan secara deskritif. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang membeli obat di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan total sampel 310 responden pengambilan data pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar kuesioner. Pengolaan data menggunakan Microsoft Excel dan bantuan SPSS kemudian akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada responden didapatkan hasil dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 30 responden (9,7%), kategori cukup sebanyak 139 responden (44,8%), kategori kurang sebanyak 141 responden (45,5%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN OBAT GENETIK PADA PASIEN DI APOTEK PIALA BARU KELURAHAN MAWAR KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik zat aktif tertentu dalam suatu obat dan tidak menggunakan merk dagang. Persepsi pasien terhadap pengetahuan tentang obat generik masih tergolong rendah, dan banyak yang meanggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya yang murah. Pasien pada umumnya beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas dan mutu obat generik kurang baik dibandingkan dengan obat paten. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional dengan metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Apotek Piala Baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Populasi yaitu pasien yang membeli obat di Apotek Piala Baru sebanyak 82 pasien. Sampel penelitian sebanyak 68 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data berupa google form menggunakan analisis data dengan parameter berisi Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat Generik. Hasil gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin, hasil yang didapat yaitu; Pengetahuan didominasi pengetahuan Baik 40(58,82%); tingkat Sedang 17(25%); dan tingkat Kurang 11(16,18%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 sebesar 1,4%. Ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat anti diabetika oral,Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe II di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan menggunakan 6 artikel, dengan menggunakan kata kunci yaitu Kepatuhan Minum obat diab , kuesioner MMAS yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari google scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien diabetes melitus tipe II di rumah sakit maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 23,9% atau 96 responden, tingkat kepatuhan sedang 31,4% atau 126 responden, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 44,6% atau 179 responden

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS PARINGIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan memberikan pelayanan pengobatan. Penyimpanan merupakan salah satu kegiatan dari pengelolaan obat yang bertujuan agar mutu sediaan dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Kesesuaian usaha untuk melakukan yang sesuai dengan standar atau ketetapan yang berlaku berdasarka peraturan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan SOP di Gudang Farmasi Puskesmas Paringin tahun 2017. Metode penelitian ini yaitu non eksperimental yang bersifat Cross sectional dengan mengumpukan data Primer. Waktu dan tempat dilaksanakan bulan Januari-Maret 2021 dan tempat penelitian di Gudang Farmasi Puskesmas Paringin.Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh penyimpanan obat. Pengolahan data kesesuaian penyimpanan obat yang sesuai dan tidak sesuai berdasarkan SOP Puskesmas Paringin Tahun 2017. Berdasarkan hasil observasil pada penyimpanan obat dipuskesmas maka didapat kesesuaian 100%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) (Kemenkes., 2016). Obat-obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan obat dapat mengakibatkan hal yang fatal antara lain bisa mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan obat high alert, dan bisa menimbulkan resiko yang sangat membahayakan bagi keselamatan pasien . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SOP di Rumah Sakit Suaka Insan. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Penelitia ini dilakukan selama sebulan pada bulan Januari 2021 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini didapatkan Persentase kesesuaian penyimpanan seluruh obat high alert untuk semua kategori berdasarkan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin didepo rawat inap sebanyak 67,35% sedangkan didepo rawat jalan sebanyak 66,39%. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert masing-masing kategori berdasarkan dengan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 69,39%, sedangkan untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 51,52%. Untuk kategori Look Alike Sound Alike(LASA) didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 64,79%, sedangkan untuk kategori Look Alike Sound Alike (LASA) didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 72,09%, dan untuk kategori Elektrolit Konsentrat Tinggi (hanya ada di instalasi rawat inap) yang sesuai sebanyak 100 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail