ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) (Kemenkes., 2016). Obat-obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan obat dapat mengakibatkan hal yang fatal antara lain bisa mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan obat high alert, dan bisa menimbulkan resiko yang sangat membahayakan bagi keselamatan pasien . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SOP di Rumah Sakit Suaka Insan. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Penelitia ini dilakukan selama sebulan pada bulan Januari 2021 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini didapatkan Persentase kesesuaian penyimpanan seluruh obat high alert untuk semua kategori berdasarkan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin didepo rawat inap sebanyak 67,35% sedangkan didepo rawat jalan sebanyak 66,39%. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert masing-masing kategori berdasarkan dengan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 69,39%, sedangkan untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 51,52%. Untuk kategori Look Alike Sound Alike(LASA) didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 64,79%, sedangkan untuk kategori Look Alike Sound Alike (LASA) didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 72,09%, dan untuk kategori Elektrolit Konsentrat Tinggi (hanya ada di instalasi rawat inap) yang sesuai sebanyak 100 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit menjadi salah satu jaminan kelayakan obat yang di terima oleh rumah sakit sebelum disalurkan ke pasien. Menurut Permenkes RI nomor 72 tahun 2016 meyatakan bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Agar penyimpanan obat menjadi baik, maka di perlukan indikator atau parameter sebagai standar agar diterapkan untuk menjamin penyimpanan obat itu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi di RSIA Ibunda berdasarkan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional kualitatif, dimana intrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasional. Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi di RSIA Ibunda dengan standar Permenkes No 72 tahun 2016 yaitu sebesar 92% yang masuk dalam kriteria baik dengan menunjukkan bagian yang sesuai standar yaitu komponen penyimpanan, sistem penyimpanan, metode penyimpanan. Sedangkan sebanyak 8% yang belum sesuai standar adalah bagian persyaratan penyimpanan, dan peralatan penyimpanan. Penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi RSIA Ibunda sudah memenuhi standar Permenkes No 72 Tahun 2016 dengan persentase 92% yang masuk dalam kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit menjadi salah satu jaminan kelayakan obat yang di terima oleh rumah sakit sebelum disalurkan ke pasien. Menurut Permenkes RI nomor 72 tahun 2016 meyatakan bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Agar penyimpanan obat menjadi baik, maka di perlukan indikator atau parameter sebagai standar agar diterapkan untuk menjamin penyimpanan obat itu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi di RSIA Ibunda berdasarkan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional kualitatif, dimana intrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasional. Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi di RSIA Ibunda dengan standar Permenkes No 72 tahun 2016 yaitu sebesar 92% yang masuk dalam kriteria baik dengan menunjukkan bagian yang sesuai standar yaitu komponen penyimpanan, sistem penyimpanan, metode penyimpanan. Sedangkan sebanyak 8% yang belum sesuai standar adalah bagian persyaratan penyimpanan, dan peralatan penyimpanan. Penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi RSIA Ibunda sudah memenuhi standar Permenkes No 72 Tahun 2016 dengan persentase 92% yang masuk dalam kategori baik