Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pengelolaan obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM ALMANSYUR MEDIKA BANJARBARU TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IFRS Rumah sakit bertugas dalam pengelolaan obat yaitu tahap perencanaan, pengadaan, distribusi dan penggunaan. Pengelolaan obat merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan direncanakan dengan baik. Observasi pendahuluan menunjukkan adanya permasalahan masih banyak terdapat penulisan resep obat generik yang tidak sesuai dengan SOP rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Almasnyur Medika Banjarbaru Tahun 2022. Jenis Penelitian ini non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan lembar Observasi. Penelitian ini dilakukan di IFRS RSU Almansyur Medika Banjarbaru dan dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2023. Populasi dan sampel yaitu Rencana Kebutuhan Obat, Resep, Faktur pada periode Januari-Desember 2022. Pengolahan data sekunder penelitian ini berupa Rencana Kebutuhan Obat, Resep dan Faktur data yang dapat dimasukan dalam bentuk Microsoft Excel. Hasil penelitian evaluasi pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Almansyur Medika Banjarbaru dari Realisasi belanja IFRS didapat Persentase ketepatan obat sebesar 151,46%, Persentase kesesuaian alokasi dana sebesar 95,34%, Persentase kesesuaian obat Kedaluwarsa atau rusak sebesar sebanyak 0%, Peresepan kesesuaian Obat Generik sebesar sesuai 61,80%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS 9 NOPEMBER TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas mempunyai peran penting pada pengelolaan obat yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat yang dibutuhkan tersedia setiap waktu, jumlah yang relatif dan terjamin untuk mendukung pelayanan yang bermutu bagi pasien. Terjaminnya ketersediaan obat di pelayanan kesehatan akan menjaga citra pelayanan kesehatan itu sendiri, sehingga pengelolaan serta penyediaan obat secara efektif dan efisien sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Puskesmas, kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat dan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas 9 Nopember Tahun 2022. Jenis penelitian ini berupa penelitian non-eksperimental yang digambarkan secara deskriptif. Data yang digunakan bersifat retrospektif dan pengambilan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Populasi yang digunakan penelitian ini adalah Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Sampel pada penelitian ini adalah item obat yang tersedia di LPLPO Tahun 2022 di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian didapatkan persentase kesesuaian item obat dengan formularium Puskesmas yaitu 84%. Kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas sebesar 36%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas masuk dalam kategori berlebih dengan kategori kosong sebesar 51%, kategori kurang 0%, kategori aman 3,37%, dan kategori berlebih 45%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGELOLAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI APPO BERBASIS WEBSITE DI RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan obat yang efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya kekurangan obat (stok out), kelebihan obat (over stock) yang mengakibatkan obat tersebut mencapai expired date. Tujuan dari penelitian ini mengetahui Profil Pengelolaan Obat Dengan Menggunakan Aplikasi APPO Berbasis Website Di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, berdasarkan indicator yang diukur seperti, percapaian perencanaan, frekuesi pengadaan obat, persentase obat rusak dan kedaluwarsa, serta persentase stok mati obat di RSUD Sultan Suriansyah. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan deskriptif yaitu observasional noneksperimental. Data yang diambil adalah data retrospektif, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan data di sajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai berdasarkan data yang didapat di instalasi farmasi RSUD Sultan Suriansyah didapatkan nilai pencapaian perencanaan dalam satu periode tahun 2022 adalah 97,92% Nilai tersebut belum sesuai dengan nilai standar indikator yang ditetapkan yaitu 100%. Frekuensi pengadaan tiap item obat pada tahun 2022 dari 220 item obat yang diambil secara acak ada 202 item obat yang tergolong rendah dan 18 item obat yang tergolong sedang. Nilai persentase obat kedaluwarsa dan rusak sebesar 0,17% dengan kerugian sebesar Rp. 18.226.043 selama periode 2022. Nilai ini memenuhi nilai standar pada indikator persentase nilai obat kedaluwarsa dan rusak yaitu >1%. Persentase stok mati yaitu obat yang tidak digunakan atau tidak terdapat transaksi selama 3 bulan sebesar 1,45%. Sehingga tidak sesuai dengan standar indikator penelitian yaitu 0%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail