ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengetahuan yang memadai tentang resistensi antibiotik merupakan faktor penting dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang bijaksana. Rendahnya pengetahuan mengenai resistensi antibiotik menyebabkan masih banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mahasiswa DIII Farmasi ketika telah lulus akan menjadi ujung tombak untuk menjaga dan memperbaiki rasionalitas penggunaan antibiotik di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan resistensi antibiotik pada mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain crosssectional, pengambilan data secara prospektif pada bulan April-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat/instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google forms yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan merekap hasil tingkat pengetahuan resistensi antibiotik yang telah disajikan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 277 responden mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah baik sebanyak 117 mahasiswa (42,23%), cukup sebanyak 125 mahasiswa (45,12%), dan kurang sebanyak 35 mahasiswa (12,26%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah kategori cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat generik sering dianggap dengan obat kualitas rendah lantaran harganya yang lebih terjangkau. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik menjadi faktor utama sehingga obat jenis ini kurang dimanfaatkan. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga farmasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjrmasin tentang obat generik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah noneksperimental dalam desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google forms, dengan metode prospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yaitu dimana semua sampel yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi sebanyak 185 responden. Data diolah dengan Microsoft Excel disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik di kalangan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin diperoleh dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 124 responden (61,38%), kategori cukup sebanyak 66 responden (32,67 %), kategori kurang sebanyak 12 responden (5,84 %) dan ratarata tingkat pengetahuan dari 202 responden termasuk kategori baik dengan 76,91% jawaban benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dunia kesehatan saat ini sedang diresahkan dengan kemunculan virus baru yang berasal dari kota Wuhan, China yaitu Corona Virus Disease-19 atau Covid-19. Virus ini telah menginfeksi 210 negara pada april 2020 dan telah menjadi perhatian para ilmuwan serta masyarakat umum. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin tentang Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk googleform. Penelitian dilakukan di STIKES ISFI Banjarmasin pada bulan Mei 2021. Populasi adalah mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang bersedia mengisi kuesioner Tingkat Pengetahuan Mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin sebanyak 140 mahasiswa. Metode sampling menggunakan accidental sampling. Data hasil penelitian didistribusikan menjadi persentase kategori tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Tingkat pengetahuan mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin tentang Covid-19 sampel penelitian didominasi oleh tingkat pengetahuan baik sejumlah 114 responden (81,4%), tingkat pengetahuan cukup sejumlah 23 responden (16,4%), dan tingkat pengetahuan kurang sejumlah 3 responden (2,1%)