Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: pengetahuan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA PELAJAR DI SMAN 1 KURIPAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Maag merupakan salah satu dari banyak penyakit ringan yang bisa ditangani dengan swamedikasi. Meskipun swamedikasi hanya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan namun dalam penerapannya pengetahuan mengenai ketepatan pengobatan sesuai ketentuan tersebut terkadang tidak diketahui ataupun tidak didapatkan oleh masyarakat, sehingga swamedikasi menjadi kurang efektif karena tidak dilakukan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit maag, serta untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit maag pada pelajar di SMAN 1 Kuripan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2023 dengan metode pengambilan sampel berupa purposive sampling dan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan 43 pelajar di SMAN 1 Kuripan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh peneliti. Pengolahan data dengan cara rekapitulasi hasil kuesioner dan dianalisis secara bertahap dengan menggunakan uji korelasi Pearson pada SPSS versi 25 dengan persyaratan p-value < 0,05. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat pengetahuan swamedikasi responden yang tinggi sebesar 34,88%, sedang sebesar 55,81%, dan rendah sebesar 9,31%. Perilaku swamedikasi responden yang didapatkan berupa baik sebesar 44,18%, cukup baik sebesar 53,48%, dan kurang sebesar 2,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi responden dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien korelasi hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku responden sebesar 0,497 dengan koefisien korelasi cukup.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan yang memadai tentang resistensi antibiotik merupakan faktor penting dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang bijaksana. Rendahnya pengetahuan mengenai resistensi antibiotik menyebabkan masih banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mahasiswa DIII Farmasi ketika telah lulus akan menjadi ujung tombak untuk menjaga dan memperbaiki rasionalitas penggunaan antibiotik di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan resistensi antibiotik pada mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain crosssectional, pengambilan data secara prospektif pada bulan April-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat/instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google forms yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan merekap hasil tingkat pengetahuan resistensi antibiotik yang telah disajikan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 277 responden mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah baik sebanyak 117 mahasiswa (42,23%), cukup sebanyak 125 mahasiswa (45,12%), dan kurang sebanyak 35 mahasiswa (12,26%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah kategori cukup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT GENERIK MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik sering dianggap dengan obat kualitas rendah lantaran harganya yang lebih terjangkau. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik menjadi faktor utama sehingga obat jenis ini kurang dimanfaatkan. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga farmasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjrmasin tentang obat generik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah noneksperimental dalam desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google forms, dengan metode prospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yaitu dimana semua sampel yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi sebanyak 185 responden. Data diolah dengan Microsoft Excel disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik di kalangan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin diperoleh dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 124 responden (61,38%), kategori cukup sebanyak 66 responden (32,67 %), kategori kurang sebanyak 12 responden (5,84 %) dan ratarata tingkat pengetahuan dari 202 responden termasuk kategori baik dengan 76,91% jawaban benar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PENGGUNAAN ORALIT DAN ZINC PADA KASUS DIARE DI PUSKESMAS PEKAUMAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare merupakan salah satu penyakit utama dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan masalah serius didalam kesehatan masyarakat terlebih pada balita. Pengobatan diare dapat dilakukan dengan pemberian berbagai macam obat antidiare salah satunya dalah pemberian obat kombinasi berupa oralit dan zinc. Pemberian oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat diare kemudian pemberian zinc bertujuan untuk menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain crosssectional. Metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif meggunakan lembar kuesioner dan data disajikan secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling yaitu Consecutive sampling dilakukan mulai tanggal 29 Maret-29 April 2023 selama 1 bulan. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 53 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri dari 6 parameter dengan 12 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan hasil dengan kategori baik sebanyak 16 responden (30,19%), kategori cukup sebanyak 29 responden (54,72%), kategori kurang sebanyak 8 responden (15,09%). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc dinilai “Cukup”.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG (DAGUSIBU) OBAT ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan masalah dan merupakan ancaman bagi munculnya peningkatan dan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dari masyarakat dan memperoleh informasi DAGUSIBU antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental dengan menggunakan desain penelitian observasional dan menggunakan metode croos sectional. Pengumpulan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling yaitu Consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 204 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang terdiri 13 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi serta di analisis menggunakan uji distribusi frekuensi dengan Tabulasi silang dan rumus persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori cukup sebanyak 75 responden dengan persentase 36,77%. Dapat disimpulkan terhadap 204 responden dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didominasi oleh tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 36,77% (n=75), kemudian diikuti dengan tingkat pengetahuan baik dengan persentase 33,82% (n=69), dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 29,41% (n=60).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBATANTIINFLAMASI NONSTEROID (OAINS) DI APOTEK TALITHA FARMA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antiinflamasi merupakan golongan obat yang sering digunakan masyarakat. Obat ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan harga yang terjangkau dan mudah di dapatkan. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui efek samping dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid. Salah satu efek samping yang ditimbulkan antara lain seperti toksisitas serta gangguan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan hepatotoksik, dan gangguan sistem hematologi. Dengan tujuan penelitiannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien yang menggunakan OAINS di Apotek Talitha Farma Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross- sectional, dan pengumpulan data secara prosfektif. Data yang di tampilkan secara deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah responden yang membeli golongan OAINS yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non probability dengan rancangan Consecutive Sampling (Sampel berurutan). Sampel pada penelitian ini berjumlah 328 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 di Apotek Talitha Farma Banjarmasin. Pengolahan analisis data menggunakan microsoft excel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) Di Apotek Talitha Farma Banjarmasin dinilai “Baik” sebesar 37,50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN OBAT GENERIK PADA PASIEN DI APOTEK AISYAH MEDIKA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik memiliki harga yang lebih rendah dari pada obat paten karena obat generik tidak memerlukan biaya dalam penelitian dan tidak memerlukan biaya dalam pematenan obat. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas. Kurangnya pemahaman pada masyarakat tentang obat generik menjadi faktor yang menyebabkan obat generik di pandang sebelah mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah observasional, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data yang diperoleh akan disajikan secara deskritif. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang membeli obat di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan total sampel 310 responden pengambilan data pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar kuesioner. Pengolaan data menggunakan Microsoft Excel dan bantuan SPSS kemudian akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada responden didapatkan hasil dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 30 responden (9,7%), kategori cukup sebanyak 139 responden (44,8%), kategori kurang sebanyak 141 responden (45,5%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN OBAT GENETIK PADA PASIEN DI APOTEK PIALA BARU KELURAHAN MAWAR KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat generik zat aktif tertentu dalam suatu obat dan tidak menggunakan merk dagang. Persepsi pasien terhadap pengetahuan tentang obat generik masih tergolong rendah, dan banyak yang meanggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya yang murah. Pasien pada umumnya beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas dan mutu obat generik kurang baik dibandingkan dengan obat paten. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional dengan metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Apotek Piala Baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Populasi yaitu pasien yang membeli obat di Apotek Piala Baru sebanyak 82 pasien. Sampel penelitian sebanyak 68 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data berupa google form menggunakan analisis data dengan parameter berisi Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat Generik. Hasil gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin, hasil yang didapat yaitu; Pengetahuan didominasi pengetahuan Baik 40(58,82%); tingkat Sedang 17(25%); dan tingkat Kurang 11(16,18%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN TENTANG COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dunia kesehatan saat ini sedang diresahkan dengan kemunculan virus baru yang berasal dari kota Wuhan, China yaitu Corona Virus Disease-19 atau Covid-19. Virus ini telah menginfeksi 210 negara pada april 2020 dan telah menjadi perhatian para ilmuwan serta masyarakat umum. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin tentang Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk googleform. Penelitian dilakukan di STIKES ISFI Banjarmasin pada bulan Mei 2021. Populasi adalah mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa dan sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang bersedia mengisi kuesioner Tingkat Pengetahuan Mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin sebanyak 140 mahasiswa. Metode sampling menggunakan accidental sampling. Data hasil penelitian didistribusikan menjadi persentase kategori tingkat pengetahuan baik, cukup, dan kurang. Tingkat pengetahuan mahasiswa STIKES ISFI Banjarmasin tentang Covid-19 sampel penelitian didominasi oleh tingkat pengetahuan baik sejumlah 114 responden (81,4%), tingkat pengetahuan cukup sejumlah 23 responden (16,4%), dan tingkat pengetahuan kurang sejumlah 3 responden (2,1%)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan terkait antibiotik pada Masyarakat di Indonesia : Tinjauan Literatur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang seringkali digunakan oleh Masyarakat dalam pengobatan, dan salah satu faktor yang mendukung terjadinya resistensi yaitu kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait antibiotik. Sedangkan berdasarkan studi terdahulu masih banyak yang belum tahu terkait tujuan dari penggunaan antibiotik dan cara penggunaan antibiotik yang tepat. Maka dari itu tujuan dilakukan tinjauan literatur ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan terkait antibiotik pada masyarakat di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah berupa tinjauan titeratur dengan desain studi obeservasional retrospektif, dan tinjauan literatur ini menggunakan enam jurnal ilmiah yang telah terakreditasi minimal sinta enam dengan pencarian menggunakan Google schoolar. Jurnal yang diambil untuk dilakukan tinjauan memiliki rentang waktu publikasi minimal 2016. Kesimpulan dari enam artikel yang telah dilakukan tinjauan maka diperoleh bahwa gambaran tingkat pengetahuan terkait antibiotik pada masyarakat di indonesia beragam, yaitu pada artikel keempat dan kelima memiliki presentase terbesar pada kategori pengetahuan baik, selanjutnya pada artikel pertama dan ketiga presentase terbesar pada kategori pengetahuan sedang/cukup, sedangkan pada artikel kedua dan keenam memiliki tingkat pengetahuan terbesar dengan kategori kurang

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus digunakan dengan tepat, sesuai dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang penggolongan obat, antibiotik merupakan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi yang sangat merugikan salah satunya disebabkan dengan penggunakan tanpa resep dokter. Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur artikel penelitian yang dilakukan pada tempat yang berbeda, yang didapat dari pencarian google scholar dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan kata kunci pengetahuan, antibiotik tanpa resep, dan apotek didapat 5 artikel literatur. Hasil tinjauan literatur dari 5 artikel ini pasien memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan kategori baik (23%), kategori sedang (32%) dan kategori kurang (45%), sehingga kesimpulan yang diperoleh hasil pengetahuan pasien tentang antibiotik masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus digunakan dengan tepat, sesuai dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang penggolongan obat, antibiotik merupakan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi yang sangat merugikan salah satunya disebabkan dengan penggunakan tanpa resep dokter. Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur artikel penelitian yang dilakukan pada tempat yang berbeda, yang didapat dari pencarian google scholar dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan kata kunci pengetahuan, antibiotik tanpa resep, dan apotek didapat 5 artikel literatur. Hasil tinjauan literatur dari 5 artikel ini pasien memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan kategori baik (23%), kategori sedang (32%) dan kategori kurang (45%), sehingga kesimpulan yang diperoleh hasil pengetahuan pasien tentang antibiotik masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail