Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

13 hasil
Subjek: Antibiotik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya kejadian ISPA non pneumonia dan banyak penggunaan antibiotik dalam pengobatan ISPA non pneumonia. Antibiotik banyak diresepkan untuk pengobatan ISPA non pneumonia, meskipun belum diketahui penyebab ISPA non pneumonia adalah karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sehingga peresepan menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling, dilakukan secara acak dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sumber data adalah lembar resep pasien ISPA non pneumonia yang mendapatkan terapi obat antibiotik. Populasi berjumlah 652 resep, dengan perhitungan slovin didapatkan sampel sebesar 248 lembar resep. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik sefadroxil golongan sefalosporin merupakan antibiotik yang paling banyak diresepkan dengan jumlah 103 sebesar (40,39%), sefadroxil 500 mg dengan frekuensi pemberian dua kali sehari dan lama pemberian lima hari dengan jumlah resep 95 sebesar (37,25%), terapi antibiotik yang diberikan adalah terapi antibiotik tunggal berjumlah 255 sebesar (100%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH BANJARMASIN SIAGA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi luka operasi merupakan problem kesehatan yang serius dan masih sering terlihat di rumah sakit rawat inap dan juga khususnya pada bagian bedah. Selain itu, dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun mental, atau bahkan berkepanjangan, termasuk waktu pasien yang hilang. Dari perspektif pengelola rumah sakit, angka infeksi luka operasi yang tinggi merupakan indikator mutu pelayanan medis. Pencegahan infeksi luka operasi dapat dicegah dengan pemberian antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dan antibiotik setelah operasi pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga Tahun 2022 dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Data penelitian ini disajikan secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menelusuri data rekam medik dan resep pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga dengan mengambil data rekam medik dan resep pada tahun 2022. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase Hasil penelitian menunjukkan pola peresepan antibiotik profilaksis dengan Seftriakson (56,15%), dengan golongan sefalosporin generasi III (76,88%), dan frekuensi pemberian sebanyak satu kali sehari (100%). Pada peresepan antibiotik setelah operasi dengan seftriakson (28,45%), dengan golongan sefalosporin generasi III (45,37%), dan frekuensi pemberian antibiotik terbanyak yaitu dua kali sehari (81,95%). Tingkat kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis adalah 77,50% dan setelah operasi adalah 81,525%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengetahuan yang memadai tentang resistensi antibiotik merupakan faktor penting dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang bijaksana. Rendahnya pengetahuan mengenai resistensi antibiotik menyebabkan masih banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mahasiswa DIII Farmasi ketika telah lulus akan menjadi ujung tombak untuk menjaga dan memperbaiki rasionalitas penggunaan antibiotik di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan resistensi antibiotik pada mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain crosssectional, pengambilan data secara prospektif pada bulan April-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat/instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google forms yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan merekap hasil tingkat pengetahuan resistensi antibiotik yang telah disajikan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 277 responden mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah baik sebanyak 117 mahasiswa (42,23%), cukup sebanyak 125 mahasiswa (45,12%), dan kurang sebanyak 35 mahasiswa (12,26%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah kategori cukup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG (DAGUSIBU) OBAT ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan masalah dan merupakan ancaman bagi munculnya peningkatan dan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dari masyarakat dan memperoleh informasi DAGUSIBU antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental dengan menggunakan desain penelitian observasional dan menggunakan metode croos sectional. Pengumpulan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling yaitu Consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 204 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang terdiri 13 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi serta di analisis menggunakan uji distribusi frekuensi dengan Tabulasi silang dan rumus persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori cukup sebanyak 75 responden dengan persentase 36,77%. Dapat disimpulkan terhadap 204 responden dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didominasi oleh tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 36,77% (n=75), kemudian diikuti dengan tingkat pengetahuan baik dengan persentase 33,82% (n=69), dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 29,41% (n=60).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KETETAPAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFADROXIL SUSPENSI PADA ANAK DI APOTEK AMANDIT FARMA BANJARMASIN TAHUN 2019

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi. Penggunaan antibiotik tidak lepas dari tepat dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase ketepatan dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan antibiotik cefadroxil suspensi pada pasien anak dengan umur 1-6 tahun di Apotek Amandit Farma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dan data ditampilkan secara deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan metode proportional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data hasil pengamatan diperoleh sebanyak 184 resep pada tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan perhitungan berdasarkan standar Buku Dosis Anak 2016 dan Pharmacoteraphy Ninth Edition. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase tepat dosis sekali minum 23,36% sedangkan tepat dosis sehari minum 65,73%. Persentase ketepatan interval waktu minum 28,80% dan tidak tepat sebanyak 71,19% Persentase ketepatan lama pemakaian 96,73% dan tidak tepat sebanyak 3,26% di Apotek Amandit Farma Banjarmasin pada bulan Januari 2021.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rasionalitas obat merupakan suatu penggunaan obat secara rasional, penggunaan akan dikatakan rasional jika pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dengan dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, serta biaya yang terjangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi : artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kriteria rasionalitas pada pasien ISPA, artikel tahun 2014-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat rasionalitas obat. Hasil persentase rasionalitas dari artikel 1 hingga artikel 6 berdasarkan indikator kriteria tepat indikasi 67,76%, tepat obat 65,91%, tepat dosis 83,06%, tepat pasien 88,77%, tepat regimen 91,15%, tepat lama penggunaan 56,00% dan waspada efek samping obat 66,33%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Terapi utama yang diberikan pada penderita demam tifoid adalah antibiotik. Pola penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan tepat nama antibiotik atau jenis antibiotik dan bentuk sediaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit yang dilihat dari banyaknya nama antibiotik yang digunakan dan bentuk sediaan antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan7 artikel untuk melihat pola penggunaan antibiotik. Kata kunci yang digunakan adalah Pola Penggunaan, Antibiotik, Demam Tifoid, Rumah Sakit dan Rawat Inap. Kriteria inklusi pada artikel jurnal yang digunakan adalah artikel full teks, artikel memuat nama antibiotik dan bentuk sediaan, artikel membahas tentang kriteria pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di rumah sakit rawat inap, artikel yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, dan artikel tidak memuat penulis yang sama. Hasil penelitian menunjukan 3 artikel dengan nama antibiotik dengan persentasi tertinggi adalah Ceftriaxone, 2 artikel adalah Cefotaxime, satu artikel adalah Levofloxacin dan Ceftizoxime. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dari ketujuh artikel adalah bentuk sediaan ampul yang diberikan secara IV (Intravena) dikarenakan pasien rawat inap.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pengetahuan terkait antibiotik pada Masyarakat di Indonesia : Tinjauan Literatur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang seringkali digunakan oleh Masyarakat dalam pengobatan, dan salah satu faktor yang mendukung terjadinya resistensi yaitu kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait antibiotik. Sedangkan berdasarkan studi terdahulu masih banyak yang belum tahu terkait tujuan dari penggunaan antibiotik dan cara penggunaan antibiotik yang tepat. Maka dari itu tujuan dilakukan tinjauan literatur ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan terkait antibiotik pada masyarakat di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah berupa tinjauan titeratur dengan desain studi obeservasional retrospektif, dan tinjauan literatur ini menggunakan enam jurnal ilmiah yang telah terakreditasi minimal sinta enam dengan pencarian menggunakan Google schoolar. Jurnal yang diambil untuk dilakukan tinjauan memiliki rentang waktu publikasi minimal 2016. Kesimpulan dari enam artikel yang telah dilakukan tinjauan maka diperoleh bahwa gambaran tingkat pengetahuan terkait antibiotik pada masyarakat di indonesia beragam, yaitu pada artikel keempat dan kelima memiliki presentase terbesar pada kategori pengetahuan baik, selanjutnya pada artikel pertama dan ketiga presentase terbesar pada kategori pengetahuan sedang/cukup, sedangkan pada artikel kedua dan keenam memiliki tingkat pengetahuan terbesar dengan kategori kurang

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus digunakan dengan tepat, sesuai dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang penggolongan obat, antibiotik merupakan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi yang sangat merugikan salah satunya disebabkan dengan penggunakan tanpa resep dokter. Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur artikel penelitian yang dilakukan pada tempat yang berbeda, yang didapat dari pencarian google scholar dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan kata kunci pengetahuan, antibiotik tanpa resep, dan apotek didapat 5 artikel literatur. Hasil tinjauan literatur dari 5 artikel ini pasien memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan kategori baik (23%), kategori sedang (32%) dan kategori kurang (45%), sehingga kesimpulan yang diperoleh hasil pengetahuan pasien tentang antibiotik masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas. Prevalensi ISPA di Indonesia adalah 25,0 %. ISPA merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40- 60 % kunjungan berobat di Puskesmas dan 15- 30 %. Pengobatan untuk ISPA adalah menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotika berdasarkan golongan obat dan nama antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas. Metode tinjauan literatur ini adalah dengan melakukan pencarian jurnal dan artikel pada google scholar dengan menggunakan kata kunci yang ditetapkan. Jurnal atau artikel yang dipilih harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi antara lain, terakreditasi sinta, diterbitkan tahun 2010-2021 dan mencantumkan nama dan golongan antibiotik. Jurnal dan artikel yang didapatkan dianalisis dengan melakukan perbandingan terhadap setiap artikel dan jurnal. Pada hasil tinjauan literatur didapatkan dari 6 artikel 4 artikel nasional dan 2 artikel internasional dimana 5 artikel menggunkan antibiotik golongan penicillin (amkosisilin) dan 1 artikel yang menggunakan antibiotik golongan maklorida (eritromycin). Berdasarkan literatur profil penggunaan antibiotika di puskesmas diketahui dapat menjadi sumber referensi yang dapat dikembangkan penelitipeneliti lain, khususnya dalam mengetahui golongan dan nama antibiotik apa saja yang di gunakan untuk penyakit ISPA dan dapat lebih bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus digunakan dengan tepat, sesuai dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang penggolongan obat, antibiotik merupakan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi yang sangat merugikan salah satunya disebabkan dengan penggunakan tanpa resep dokter. Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur artikel penelitian yang dilakukan pada tempat yang berbeda, yang didapat dari pencarian google scholar dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan kata kunci pengetahuan, antibiotik tanpa resep, dan apotek didapat 5 artikel literatur. Hasil tinjauan literatur dari 5 artikel ini pasien memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan kategori baik (23%), kategori sedang (32%) dan kategori kurang (45%), sehingga kesimpulan yang diperoleh hasil pengetahuan pasien tentang antibiotik masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail