Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ADELA NOREGA

3 karya publik ditemukan.

2024: 1

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.