ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Maag merupakan salah satu dari banyak penyakit ringan yang bisa ditangani dengan swamedikasi. Meskipun swamedikasi hanya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan namun dalam penerapannya pengetahuan mengenai ketepatan pengobatan sesuai ketentuan tersebut terkadang tidak diketahui ataupun tidak didapatkan oleh masyarakat, sehingga swamedikasi menjadi kurang efektif karena tidak dilakukan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit maag, serta untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit maag pada pelajar di SMAN 1 Kuripan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2023 dengan metode pengambilan sampel berupa purposive sampling dan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan 43 pelajar di SMAN 1 Kuripan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh peneliti. Pengolahan data dengan cara rekapitulasi hasil kuesioner dan dianalisis secara bertahap dengan menggunakan uji korelasi Pearson pada SPSS versi 25 dengan persyaratan p-value < 0,05. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat pengetahuan swamedikasi responden yang tinggi sebesar 34,88%, sedang sebesar 55,81%, dan rendah sebesar 9,31%. Perilaku swamedikasi responden yang didapatkan berupa baik sebesar 44,18%, cukup baik sebesar 53,48%, dan kurang sebesar 2,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi responden dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien korelasi hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku responden sebesar 0,497 dengan koefisien korelasi cukup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare merupakan salah satu penyakit utama dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan masalah serius didalam kesehatan masyarakat terlebih pada balita. Pengobatan diare dapat dilakukan dengan pemberian berbagai macam obat antidiare salah satunya dalah pemberian obat kombinasi berupa oralit dan zinc. Pemberian oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit dalam tubuh yang terbuang saat diare kemudian pemberian zinc bertujuan untuk menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain crosssectional. Metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif meggunakan lembar kuesioner dan data disajikan secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probability sampling yaitu Consecutive sampling dilakukan mulai tanggal 29 Maret-29 April 2023 selama 1 bulan. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 53 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri dari 6 parameter dengan 12 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc pada kasus diare di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan hasil dengan kategori baik sebanyak 16 responden (30,19%), kategori cukup sebanyak 29 responden (54,72%), kategori kurang sebanyak 8 responden (15,09%). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu tentang penggunaan oralit dan zinc dinilai “Cukup”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan masalah dan merupakan ancaman bagi munculnya peningkatan dan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dari masyarakat dan memperoleh informasi DAGUSIBU antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental dengan menggunakan desain penelitian observasional dan menggunakan metode croos sectional. Pengumpulan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling yaitu Consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 204 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang terdiri 13 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi serta di analisis menggunakan uji distribusi frekuensi dengan Tabulasi silang dan rumus persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori cukup sebanyak 75 responden dengan persentase 36,77%. Dapat disimpulkan terhadap 204 responden dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didominasi oleh tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 36,77% (n=75), kemudian diikuti dengan tingkat pengetahuan baik dengan persentase 33,82% (n=69), dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 29,41% (n=60).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat generik zat aktif tertentu dalam suatu obat dan tidak menggunakan merk dagang. Persepsi pasien terhadap pengetahuan tentang obat generik masih tergolong rendah, dan banyak yang meanggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya yang murah. Pasien pada umumnya beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas dan mutu obat generik kurang baik dibandingkan dengan obat paten. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional dengan metode pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Apotek Piala Baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin. Populasi yaitu pasien yang membeli obat di Apotek Piala Baru sebanyak 82 pasien. Sampel penelitian sebanyak 68 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengambilan data berupa google form menggunakan analisis data dengan parameter berisi Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat Generik. Hasil gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di apotek Piala baru Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin, hasil yang didapat yaitu; Pengetahuan didominasi pengetahuan Baik 40(58,82%); tingkat Sedang 17(25%); dan tingkat Kurang 11(16,18%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik