Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: swamedikasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA PELAJAR DI SMAN 1 KURIPAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Maag merupakan salah satu dari banyak penyakit ringan yang bisa ditangani dengan swamedikasi. Meskipun swamedikasi hanya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan namun dalam penerapannya pengetahuan mengenai ketepatan pengobatan sesuai ketentuan tersebut terkadang tidak diketahui ataupun tidak didapatkan oleh masyarakat, sehingga swamedikasi menjadi kurang efektif karena tidak dilakukan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit maag, serta untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit maag pada pelajar di SMAN 1 Kuripan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2023 dengan metode pengambilan sampel berupa purposive sampling dan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan 43 pelajar di SMAN 1 Kuripan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh peneliti. Pengolahan data dengan cara rekapitulasi hasil kuesioner dan dianalisis secara bertahap dengan menggunakan uji korelasi Pearson pada SPSS versi 25 dengan persyaratan p-value < 0,05. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat pengetahuan swamedikasi responden yang tinggi sebesar 34,88%, sedang sebesar 55,81%, dan rendah sebesar 9,31%. Perilaku swamedikasi responden yang didapatkan berupa baik sebesar 44,18%, cukup baik sebesar 53,48%, dan kurang sebesar 2,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi responden dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien korelasi hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku responden sebesar 0,497 dengan koefisien korelasi cukup.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail