Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Penyimpanan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan high alert yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien karena dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan jika dalam penyerahan ke pasien terjadi kesalahan. Kesesuaian penyimpanan high alert di puskesmas gadang hanyar Banjarmasin berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 diperlukan untuk meminimalisir kesalahan dalam penyerahan untuk menjamin keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan high alert sebagai bahan evaluasi penyimpanan di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Februari–April 2023 di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Jumlah keseluruhan obat high alert adalah (n=28) sampel, terdiri atas obat risiko tinggi (n=12); risiko tinggi yang termasuk LASA (n=6); LASA (n=7); dan elektrolit konsentrat tinggi (n=3) sampel. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, berdasarkan kategori. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 sebesar 79% (20). Sedangkan kesesuaian berdasarkan kategori, obat risiko tinggi sebesar 50% (6), risiko tinggi yang termasuk LASA 67% (4), LASA (Look Alike Sound Alike) sebesar 100% (7), dan elektrolit konsentrat tinggi sebesar 100 % (4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah presentase penyimpanan kesesuaian obat high alert secara keseluruhan di Puskesmas gadang Hanyar Banjarmasin sebesar 79% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN KADAR VITAMIN C BATANG KELAKAI (Stenochlaena palustris) YANG DISIMPAN PADA SUHU KAMAR DAN SUHU LEMARI PENDINGIN MENGGUNAKAN METODE IODIMETR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman paku-pakuan famili Blenchnaceae yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan. Kelakai mengandung vitamin C yang dapat membantu memenuhi asupan tubuh. Vitamin C mudah larut dalam air sehingga apabila vitamin C yang dikonsumsi melebihi yang dibutuhkan, kelebihan tersebut akan dibuang dalam urine. Karena tidak disimpan dalam tubuh, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama proses dan penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan kadar vitamin C terhadap penyimpanan Batang kelakai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental, dimana pada penelitian ini dianalisa penentuan kadar vitamin C pada penyimpanan. Waktu dan tempat penelitian pada bulan April sampai Mei 2023, di laboratorium Kimia Sekolah Tinggi IImu Kesehatan ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini yaitu Batang kelakai yang diambil dengan metode purposive sampling. Batang kelakai disimpan pada suhu kamar (25-30ᴼC), Suhu lemari pendingin (2-8ᴼC) Selama 2 hari, diuji dengan metode titrasi iodimetri yang menggunakan Iodium sebagai titran dan kanji sebagai indikator untuk menganalisis kadar vitamin C dalam Batang kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang kelakai mengandung vitamin C. Adapun kadar vitamin C yang didapatkan Batang Kelakai Segar sebesar 0,0621 % ± 0,0098, Pada penyimpanan suhu kamar sebesar 0,0378% ± 0,0093, kadar vitamin C dan penyimpanan di lemari pendingin sebesar 0,0432% ± 0,0093.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan merupakan kegiatan terhadap sediaan farmasi agar sediaan yang disimpan aman, memiliki mutu tetap terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Faktor yang mendukung penjaminan mutu obat yaitu penyimpanan obat yang tepat dan sesuai standar, kegiatan penyimpanan ada tiga faktor yaitu pengaturan ruangan, penyusunan obat, serta pengamatan mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penyimpanan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur penyimpanan di Puskesmas Alalak Tengah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non eksperimental dengan bersifat cross-sectional dengan metode prospektif, data dikumpulkan langsung dari ruang penyimpanan obat di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Sampel dari penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pengolahan data dianalisis menggunakan Microsoft excel, dicek dengan jumlah kesesuaian indikator yang memenuhi standar, dihitung dengan rumus persentase (%) kesesuaian. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan SOP di Puskemas Alalak Tengah dengan 8 indikator yaitu 75% sesuai dan 25% tidak sesuai. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dengan 20 indikator yaitu 95% sesuai dan 5% tidak sesuai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS PARINGIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan memberikan pelayanan pengobatan. Penyimpanan merupakan salah satu kegiatan dari pengelolaan obat yang bertujuan agar mutu sediaan dipertahankan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Kesesuaian usaha untuk melakukan yang sesuai dengan standar atau ketetapan yang berlaku berdasarka peraturan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan SOP di Gudang Farmasi Puskesmas Paringin tahun 2017. Metode penelitian ini yaitu non eksperimental yang bersifat Cross sectional dengan mengumpukan data Primer. Waktu dan tempat dilaksanakan bulan Januari-Maret 2021 dan tempat penelitian di Gudang Farmasi Puskesmas Paringin.Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh penyimpanan obat. Pengolahan data kesesuaian penyimpanan obat yang sesuai dan tidak sesuai berdasarkan SOP Puskesmas Paringin Tahun 2017. Berdasarkan hasil observasil pada penyimpanan obat dipuskesmas maka didapat kesesuaian 100%

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) (Kemenkes., 2016). Obat-obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan obat dapat mengakibatkan hal yang fatal antara lain bisa mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan obat high alert, dan bisa menimbulkan resiko yang sangat membahayakan bagi keselamatan pasien . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SOP di Rumah Sakit Suaka Insan. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Penelitia ini dilakukan selama sebulan pada bulan Januari 2021 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini didapatkan Persentase kesesuaian penyimpanan seluruh obat high alert untuk semua kategori berdasarkan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin didepo rawat inap sebanyak 67,35% sedangkan didepo rawat jalan sebanyak 66,39%. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert masing-masing kategori berdasarkan dengan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 69,39%, sedangkan untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 51,52%. Untuk kategori Look Alike Sound Alike(LASA) didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 64,79%, sedangkan untuk kategori Look Alike Sound Alike (LASA) didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 72,09%, dan untuk kategori Elektrolit Konsentrat Tinggi (hanya ada di instalasi rawat inap) yang sesuai sebanyak 100 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGELOLAAN PEYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG INSTALASI FARMASI RSIA IBUNDA PELAIHARI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit menjadi salah satu jaminan kelayakan obat yang di terima oleh rumah sakit sebelum disalurkan ke pasien. Menurut Permenkes RI nomor 72 tahun 2016 meyatakan bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Agar penyimpanan obat menjadi baik, maka di perlukan indikator atau parameter sebagai standar agar diterapkan untuk menjamin penyimpanan obat itu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi di RSIA Ibunda berdasarkan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional kualitatif, dimana intrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasional. Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi di RSIA Ibunda dengan standar Permenkes No 72 tahun 2016 yaitu sebesar 92% yang masuk dalam kriteria baik dengan menunjukkan bagian yang sesuai standar yaitu komponen penyimpanan, sistem penyimpanan, metode penyimpanan. Sedangkan sebanyak 8% yang belum sesuai standar adalah bagian persyaratan penyimpanan, dan peralatan penyimpanan. Penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi RSIA Ibunda sudah memenuhi standar Permenkes No 72 Tahun 2016 dengan persentase 92% yang masuk dalam kategori baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.Penyimpanan vaksin membutuhkan suatu perhatian khusus karena vaksin merupakan sediaan biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan, Di dalam Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan bahwa vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 sampai 8 °C. Puskesmas bertanggung jawab atas penyimpanan vaksin. Penyimpanan vaksin adalah suatu cara untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyimpanan sediaan vaksin disaeluruh Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang diambil dilakukan secara prospektif dengan menggunakan lembar checklist. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Puskesmas Kota Banjarmasin dan dilakukan pada bulan Januari 2024.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Puskesmas Kota Banjarmasin dengan teknik sampling adalah sampel jenuh atau total sampling. Hasil Penelitian ini adalah pengolahan data kesesuaian penyimpanan vaksin di Puskesmas Kota Banjarmasin sudah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 tahun 2017 yaitu indikator Sumber Daya Manusia (SDM) penyimpanan vaksin sebanyak 75% yang artinya dalam kategori Cukup kemudian indikator Fasilitas Sarana dan Prasarana Penyimpanan Vaksin diperoleh sebanyak 65 % yang artinya masuk dalam kategori Baik dan Pengelolaan Penyimpanan vaksin diperoleh sebesar 81 % yang artinya masuk kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan hasil dalam kategori baik hanya terdapat pada indikator Fasilitas penyimpanan vaksin dan Pengelolaan penyimpanan vaksin pada puskesmas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN BARITO TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan dan mudah rusak,sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pengelolannya. Puskesmas bertanggung jawab atas penyimpanan vaksin. Penyimpanan vaksin adalah suatu cara untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan vaksin di wilayah kerja puskesmas kabupaten Barito Timur terhadap standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, CDOB Tahun 2020 dan Pedoman Pengelolaan Vaksin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang diambil dilakukan secara prospektif dengan menggunakan checklist dan wawancara. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer. Hasil Penelitian ini adalah pengolahan data kesesuaian penyimpanan vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Timur masih belum sepenuhnya sesuai dengan Cara Distribusi Obat Yang Baik Tahun 2020 maupun Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 tahun 2017 yaitu indikator Sumber Daya Manusia (SDM) penyimpanan vaksin sebanyak 15% yang telah sesuai dengan aturan, indikator Fasilitas Penyimpanan Vaksin sebanyak 65 % yang telah sesuai dengan aturan. Serta terakhir, indikator Operasional Penyimpanan vaksin sebesar 45 % yang telah sesuai dengan aturan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGELOLAAN PEYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG INSTALASI FARMASI RSIA IBUNDA PELAIHARI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit menjadi salah satu jaminan kelayakan obat yang di terima oleh rumah sakit sebelum disalurkan ke pasien. Menurut Permenkes RI nomor 72 tahun 2016 meyatakan bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Agar penyimpanan obat menjadi baik, maka di perlukan indikator atau parameter sebagai standar agar diterapkan untuk menjamin penyimpanan obat itu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi di RSIA Ibunda berdasarkan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional kualitatif, dimana intrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasional. Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi di RSIA Ibunda dengan standar Permenkes No 72 tahun 2016 yaitu sebesar 92% yang masuk dalam kriteria baik dengan menunjukkan bagian yang sesuai standar yaitu komponen penyimpanan, sistem penyimpanan, metode penyimpanan. Sedangkan sebanyak 8% yang belum sesuai standar adalah bagian persyaratan penyimpanan, dan peralatan penyimpanan. Penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi RSIA Ibunda sudah memenuhi standar Permenkes No 72 Tahun 2016 dengan persentase 92% yang masuk dalam kategori baik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail