Abstrak
Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman paku-pakuan famili Blenchnaceae yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan. Kelakai mengandung vitamin C yang dapat membantu memenuhi asupan tubuh. Vitamin C mudah larut dalam air sehingga apabila vitamin C yang dikonsumsi melebihi yang dibutuhkan, kelebihan tersebut akan dibuang dalam urine. Karena tidak disimpan dalam tubuh, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama proses dan penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan kadar vitamin C terhadap penyimpanan Batang kelakai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental, dimana pada penelitian ini dianalisa penentuan kadar vitamin C pada penyimpanan. Waktu dan tempat penelitian pada bulan April sampai Mei 2023, di laboratorium Kimia Sekolah Tinggi IImu Kesehatan ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini yaitu Batang kelakai yang diambil dengan metode purposive sampling. Batang kelakai disimpan pada suhu kamar (25-30ᴼC), Suhu lemari pendingin (2-8ᴼC) Selama 2 hari, diuji dengan metode titrasi iodimetri yang menggunakan Iodium sebagai titran dan kanji sebagai indikator untuk menganalisis kadar vitamin C dalam Batang kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang kelakai mengandung vitamin C. Adapun kadar vitamin C yang didapatkan Batang Kelakai Segar sebesar 0,0621 % ± 0,0098, Pada penyimpanan suhu kamar sebesar 0,0378% ± 0,0093, kadar vitamin C dan penyimpanan di lemari pendingin sebesar 0,0432% ± 0,0093.