Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Diabetes melitus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN DIABETES MILETUS PESERTA PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK MEDIKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Rujuk Balik (PRB) adalah salah satu program unggulan BPJS untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan kepada peserta penderita penyakit kronis, seperti penyakit diabetes melitus. Kepatuhan minum obat digolongkan menjadi tiga macam. Salah satunya adalah tidak menebus resep ulang (refills not obtained). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang obat oral pada pasien diabetes melitus yang mengikuti program rujuk balik di Apotek Medika. Penelitian ini dilakukan di Apotek Medika. Sampel pada penelitian ini adalah lembar resep yang diambil secara retrospektif. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini digunakan purposive sampling, alat yang digunakan adalah lembar pengumpulan data dengan metode Medication Poossesion Ratio (MPR). Hasil penelitian menunjukan tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien BPJS yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Medika termasuk ke daalam kategori patuh untuk periode 3 bulan (88,31%) dan tidak patuh untuk periode 6 bulan ( 65,63%)

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kelainan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 sebesar 1,4%. Ketidakpatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat anti diabetika oral,Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe II di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan menggunakan 6 artikel, dengan menggunakan kata kunci yaitu Kepatuhan Minum obat diab , kuesioner MMAS yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari google scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien diabetes melitus tipe II di rumah sakit maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 23,9% atau 96 responden, tingkat kepatuhan sedang 31,4% atau 126 responden, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 44,6% atau 179 responden

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kasus diabetes melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,3 juta jiwa. Keberhasilan suatu terapi pasien diabetes melitus tidak hanya pada ketepatan diagnosis, pemilihan dan pemberian obat yang tepat, namun kepatuhan pengobatan menjadi salah satu penentu keberhasilan pengobatan. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dilakukan diberbagai Puskesmas. Desain yang digunakan pada penelitian didominasi cross sectional, teknik pengambil sampel pada penelitian yang digunakan didominasi purposive sampling, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuiesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan metode analisis yang digunakan setelah pengumpulan data dari kuesioner dan dimasukkan ke dalam tabel data untuk melihat gambaran distribusi frekuensi kepatuhan minum obat dan hasil yang didapatkan dalam bentuk persentase(%). Hasil penelitian pada tinjauan literatur terdapat empat artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan rendah, terdapat satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan sedang dan satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil review pada enam artikel yang dilakukan diberbagai puskemas didapatkan kesimpulan tingkat kepatuhan tinggi dengan persentase 25,92% atau 154 pasien, tingkat kepatuhan sedang dengan persentase 29,47% atau 175 pasien dan tingkat kepatuhan rendah dengan persentase 44,61% atau 265 pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: KEPATUHAN (REFILL ADHERENCE) RESEP PASIEN DIABETES MELITUS DI APOTEK AL KURBA NUR DENGAN METODE MEDICATION POSSESSION RATIO (MPR)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Kepatuhan minum obat dapat saat menebus resep pertama kali setelah didiagnosa oleh dokter dan mendapatkan resep pertama kali. Kepatuhan menebus ulang resep dapat diukur dengan metode Medication Possetion Ratio (MPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan menebus ulang resep (Refill Adherence) pasien diabetes melitus di Apotek Al Kurba Nur. Metode penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di jadikan sampel. Waktu penelitian pada bulan Januari 2021, tempat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin. Pengumpulan data pada bulan Juli-Desember tahun 2019 yang dilakukan. Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara observasi. Hasil kepatuhan menebus obat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin menunjukkan bahwa 56 pasien (98,25%) tergolong kedalam kategori tidak patuh untuk menebus resep ulang (Refill Adherence), hanya 1 pasien (1,75%) yang patuh untuk menebus resep ulang selama 6 bulan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILANN ULANG OBAT DIABETES MELITUS DENGAN PROFIL KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE II DI PUSKESMAS KURIPAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus atau disebut juga kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah melebihi batas normal sebagai akibat dari kelainan sekresi insulin. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan diperkirakan sekitar 38.113 (1,4%) jiwa. Tingginya persentase kasus diabetes melitus di Indonesia perlu dikendalikan dengan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan akan berdampak pada resiko komplikasi, kualitass hidup yang buruk, dan peningkatan resiko penyebab mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan ulang obat diabetes melitus dengan profil kadar gula darah pasien DM tipe II di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental yang bersifat observasional, dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan resep dan lembar observasi hasil pemeriksaan laboratorium pasien diabetes melitus di Puskesmas Kuripan. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kuripan, Kalimantan Selatan periode bulan Januari-Desember 2022 yang berjumlah 59 orang, dan sampel pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria yaitu 11 orang. Data yang di dapatkan diolah dalam bentuk Microsof excel, kemudian dianalisis kepatuhan berdasarkan metode Medication Posession Ratio (MPR), untuk profil kadar gula darah dikategorikan berdasarkan terkontrol (

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS AWAYAN KABUPATEN BALANGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan terapi obat jangka panjang. Ketidakpatuhan pengobatan pasien diabetes melitus akan berdampak pada kadar gula darah yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat korelasi antara kepatuhan pengobatan dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian menggunakan desain observasional cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan dari pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan pada periode bulan Juni-Juli 2024. Sebanyak 47 sampel digunakan pada penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data kepatuhan pengambilan obat ulang diukur menggunakan kuesioner ARMS dan data kadar glukosa darah diperoleh dari hasil pengukuran tenaga kesehatan di Puskesmas. Data hasil penelitian diuji korelasi dengan menggunakan Uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menemukan bahwa skor rata-rata kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus adalah 12,78 +- 1,06, sedangkan rata-rata kadar glukosa darah pasien adalah 216,76 +- 52,11 mg/dL. Hasil uji korelasi antara kepatuhan dengan kadar glukosa darah adalah 0,101 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pengobatan tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan Balangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail