Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Menampilkan hasil untuk “Skripsi”.

87 hasil
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN REGIMEN TERAPI DAN PEMBIAYAAN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD ULIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas dengan angka kejadian yang tinggi baik di Indonesia maupun di dunia, kanker payudara sendiri merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Kemoterapi adalah obat-obatan sitostatik yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker atau bahkan dapat melenyapkan sel kanker. Pemberian kemoterapi dalam bentuk regimen juga diharapkan menurunkan resistensi sel kanker terhadap pengobatan. Untuk mencapai tujuan terapi tersebut, digunakan regimen terapi yang bervariasi dan kompleks. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran regimen kemoterapi dan mengetahui pembiayaan obat kemoterapi kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini deskriptif yang bersifat retrospektif yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2022. Penelitian menunjukkan hasil bahwa pasien kanker payudara dengan regimen CAF ( Cyclofosfamid – Andriamicin / Doxorubicin – Fluouracil ) yang diberikan pada hari pertama secara intravena dan sejalan dengan Kemenkes tahun 2017 menyatakan bahwa regimen CAF termasuk regimen first line pada kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan jenis obat kemoterapi kanker payudara dari 335 pasien didapatkan 123 ( 37% ) pasien dengan regimen kombinasi 3 golongan yaitu antrasiklin, antimetabolite dan alkylating agent dengan biaya pengobatan persiklus sebesar Rp.1.550.000. Distribusi Frekuensi regimen kemoterapi yang terbanyak kedua di RSUD Ulin Banjarmasin dari kombinasi 2 obat didapatkan 88 pasien 26,2 % dengan golongan taxane dan alkylating agent. Kombinasi carboplatin dan paclitaxel ditoleransi baik pada pengobatan lini pertama ca mammae metastatik dibandingkan dengan penggunaan carboplatin tunggal.Carboplatin yang dikombinasi dengan paclitaxel menghasilkan penurunan insiden emesis dan neurotoksisitas dibandingkan cisplatin meskipun mengakibatkan masalah myelosuppression yang lebih besar. Dengan biaya pengobatan persiklus sebesar Rp. 1.950.000. Kesimpulan dari penelitian didapatkan dengan regimen didapatkan kombinasi dengan regimen CAF ( Cyclofosfamid – Andriamicin / Doxorubicin – Fluouracil ) didapatkan 123 pasien (37%), dan yang kedua dengan kombinasi taxan dan alkylating agent didapatkan 88 pasien ( 26,2 % ).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA PELAJAR DI SMAN 1 KURIPAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Maag merupakan salah satu dari banyak penyakit ringan yang bisa ditangani dengan swamedikasi. Meskipun swamedikasi hanya dilakukan untuk mengobati penyakit ringan namun dalam penerapannya pengetahuan mengenai ketepatan pengobatan sesuai ketentuan tersebut terkadang tidak diketahui ataupun tidak didapatkan oleh masyarakat, sehingga swamedikasi menjadi kurang efektif karena tidak dilakukan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penyakit maag, serta untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit maag pada pelajar di SMAN 1 Kuripan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2023 dengan metode pengambilan sampel berupa purposive sampling dan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan 43 pelajar di SMAN 1 Kuripan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh peneliti. Pengolahan data dengan cara rekapitulasi hasil kuesioner dan dianalisis secara bertahap dengan menggunakan uji korelasi Pearson pada SPSS versi 25 dengan persyaratan p-value < 0,05. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat pengetahuan swamedikasi responden yang tinggi sebesar 34,88%, sedang sebesar 55,81%, dan rendah sebesar 9,31%. Perilaku swamedikasi responden yang didapatkan berupa baik sebesar 44,18%, cukup baik sebesar 53,48%, dan kurang sebesar 2,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi responden dengan taraf signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien korelasi hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku responden sebesar 0,497 dengan koefisien korelasi cukup.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: KANDUNGAN KADAR GERANIOL DAN SITRONELAL PADA TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardul L. RENDLE)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara penghasil utama minyak atsiri seperti minyak sereh, minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak akar wangi, minyak cendana, dan minyak nilam. Cymbopogon nardus (L) Rendle memiliki komponen minyak esensial yang paling penting yaitu geraniol dan sitronelal. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui kadar geraniol dan sitronelal dari tanaman sereh wangi. Metode penelusuran menggunakan kata kunci Cymbopogon nardus,kadar, Geraniol,Sitronelal dicari artikel pada https://scholar.google.com/ di skrining kembali sehingga didapatkan 6 artikel,Semua artikel tersebut merupakan jurnal ilmiah nasional 3 dan internasional 3 yang terbit pada tahun 2010-2019. Hasil dari tinjauan literatur ini, semua menggunakan metode destilasi uap untuk mendapatkan minyak atsiri sereh wangi. Instrumen yang digunakan adalah GC-MS didapatkan hasil kadar geraniol dan sitronelal dengan persentase terbesar yaitu geraniol 60,6% dan sitronelal sebesar 5,8%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN CIPLUKAN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman ciplukan merupakan tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Adanya aktivitas antibakteri dari tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus disebabkan karena adanya kandungan metabolit sekunder dalam tanaman ciplukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureusberdasarkan tinjauan literatur. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur. Penelusuran artikel melalui databa Physalis, Staphylococcus aureus -artikel tersebut kemudiaan ditelaah hasilnya uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian tinjauan literatur menunjukan tanaman ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat yang dihasilkan berbeda dari tiap artikel. Dari 6 artikel menunjukan daya hambat terbesar terdapat pada artikel 1 yaitu sebesar 30 mm, sedangkan daya hambat terkecil terdapat pada artikel 2 yaitu sebesar 1 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM ALMANSYUR MEDIKA BANJARBARU TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IFRS Rumah sakit bertugas dalam pengelolaan obat yaitu tahap perencanaan, pengadaan, distribusi dan penggunaan. Pengelolaan obat merupakan salah satu segi manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan secara keseluruhan dan direncanakan dengan baik. Observasi pendahuluan menunjukkan adanya permasalahan masih banyak terdapat penulisan resep obat generik yang tidak sesuai dengan SOP rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Almasnyur Medika Banjarbaru Tahun 2022. Jenis Penelitian ini non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan lembar Observasi. Penelitian ini dilakukan di IFRS RSU Almansyur Medika Banjarbaru dan dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2023. Populasi dan sampel yaitu Rencana Kebutuhan Obat, Resep, Faktur pada periode Januari-Desember 2022. Pengolahan data sekunder penelitian ini berupa Rencana Kebutuhan Obat, Resep dan Faktur data yang dapat dimasukan dalam bentuk Microsoft Excel. Hasil penelitian evaluasi pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Almansyur Medika Banjarbaru dari Realisasi belanja IFRS didapat Persentase ketepatan obat sebesar 151,46%, Persentase kesesuaian alokasi dana sebesar 95,34%, Persentase kesesuaian obat Kedaluwarsa atau rusak sebesar sebanyak 0%, Peresepan kesesuaian Obat Generik sebesar sesuai 61,80%

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM PUSKESMAS DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: GAMBARAN KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan. Waktu tunggu pelayanan resep dibagi menjadi dua yaitu waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan dan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di Rumah Sakit berdasarkan Kepmenkes RI No. 129 Tahun 2008 Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature. Proses pencarian literature ini dilakukan melalui website google scholar. Dan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran keseusian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit. Hasil studi literature yang berhubungan dengan gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit didapatkan rata rata hasil waktu tunggu resep yang sesuai dengan Standar Pelayanan minimal untuk obat Non Racikan adalah 16,7 menit dan untuk obat Racikan adalah 33,07 menit.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bawang putih (Allium sativum L.) adalah kelompok tanaman yang mengandung banyak nutrisi yang berguna untuk tubuh manusia, yang digunakan sebagai bahan pangan seperti bumbu dapur. Allicinefektif dapat membunuh mikroba, seperti kuman-kuman penyebab infeksi (flu dan demam).Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri dari ekstrak bawang putih. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholardan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih terhadap berbagai macam bakteri.Berdasarkan hasil tinjauan literatur didapatkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriae, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Sreptococcus Pyogenes, dan Pseudomonans Aeruginosa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Terapi utama yang diberikan pada penderita demam tifoid adalah antibiotik. Pola penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan tepat nama antibiotik atau jenis antibiotik dan bentuk sediaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit yang dilihat dari banyaknya nama antibiotik yang digunakan dan bentuk sediaan antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan7 artikel untuk melihat pola penggunaan antibiotik. Kata kunci yang digunakan adalah Pola Penggunaan, Antibiotik, Demam Tifoid, Rumah Sakit dan Rawat Inap. Kriteria inklusi pada artikel jurnal yang digunakan adalah artikel full teks, artikel memuat nama antibiotik dan bentuk sediaan, artikel membahas tentang kriteria pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di rumah sakit rawat inap, artikel yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, dan artikel tidak memuat penulis yang sama. Hasil penelitian menunjukan 3 artikel dengan nama antibiotik dengan persentasi tertinggi adalah Ceftriaxone, 2 artikel adalah Cefotaxime, satu artikel adalah Levofloxacin dan Ceftizoxime. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dari ketujuh artikel adalah bentuk sediaan ampul yang diberikan secara IV (Intravena) dikarenakan pasien rawat inap.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT PADA PASIEN UMUM RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan. Sehingga dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan dan prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat yang berkelanjutan. Tujuan dari Tinjauan Literatur ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian Peresepan Obat di Rawat Jalan Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar dan didapatkan 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran kesesuaian peresepan obat dengan formularium rumah sakit. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang diperoleh menyatakan adanya ketidaksesuaian dalam penulisan obat tergantung dari dokter penulis resep. Faktor lain yang menyebabkan resep tidak sesuai dengan formularium adalah nama obat, pasien, dokter dan lain-lain. Sehingga didapatkan kesesuaian peresepan obat pada pasien umum rawat jalan terhadap formularium rumah sakit berkisar dari 60,7% sampai 92,4% dengan rata-rata 82,14%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail