Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Staphylococcus aureus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN CIPLUKAN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman ciplukan merupakan tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Adanya aktivitas antibakteri dari tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus disebabkan karena adanya kandungan metabolit sekunder dalam tanaman ciplukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureusberdasarkan tinjauan literatur. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur. Penelusuran artikel melalui databa Physalis, Staphylococcus aureus -artikel tersebut kemudiaan ditelaah hasilnya uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian tinjauan literatur menunjukan tanaman ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat yang dihasilkan berbeda dari tiap artikel. Dari 6 artikel menunjukan daya hambat terbesar terdapat pada artikel 1 yaitu sebesar 30 mm, sedangkan daya hambat terkecil terdapat pada artikel 2 yaitu sebesar 1 mm.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyebab terjadinya infeksi salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif dapat terjadi pada kontaminasi langsung pada luka misalnya pada infeksi luka pasca operasi. Pengobatan infeksi dapat dilakukan menggunakan obat-obatan antibiotik, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan adalah Ketepeng Cina yang memiliki kandungan kimia penting pada daunnya seperti tannin, rein aloeemodina, rein aloe-emodinadiantron, asam krisofanat, alkaloida, saponoin, flavonoida, dan glikosida antrakinon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daun ketepeng cina terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan besar hambatan yang dihasilkan. Metode difusi cakram digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina. Kloramfenikol sebagai kontrol positif digunakan untuk menjadi pembanding aktivitas antibakteri. Konsentrasi yang dibuat yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan dilakukan 4 replikasi. Daun ketepeng cina yang diekstraksi dengan etanol 96% menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil pengujiandidapatkan zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 2,29 mm; konsentrasi 40% sebesar 3,61 mm; konsentrasi 60% sebesar 4,19 mm; konsentrasi 80% sebesar 2,33 mm dan konsentrasi 100% sebesar 3,58 mm. Berdasarkan hasil zona hambat tersebut semua hasil dikategorikan lemah sebagai antibiotik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail