Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: kadar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: KANDUNGAN KADAR GERANIOL DAN SITRONELAL PADA TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon nardul L. RENDLE)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara penghasil utama minyak atsiri seperti minyak sereh, minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak akar wangi, minyak cendana, dan minyak nilam. Cymbopogon nardus (L) Rendle memiliki komponen minyak esensial yang paling penting yaitu geraniol dan sitronelal. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui kadar geraniol dan sitronelal dari tanaman sereh wangi. Metode penelusuran menggunakan kata kunci Cymbopogon nardus,kadar, Geraniol,Sitronelal dicari artikel pada https://scholar.google.com/ di skrining kembali sehingga didapatkan 6 artikel,Semua artikel tersebut merupakan jurnal ilmiah nasional 3 dan internasional 3 yang terbit pada tahun 2010-2019. Hasil dari tinjauan literatur ini, semua menggunakan metode destilasi uap untuk mendapatkan minyak atsiri sereh wangi. Instrumen yang digunakan adalah GC-MS didapatkan hasil kadar geraniol dan sitronelal dengan persentase terbesar yaitu geraniol 60,6% dan sitronelal sebesar 5,8%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI PADADAUNSELADA SEGAR HIJAU DAN EKSTRAKSELADA(Lactuca sativa L.) DENGAN METODEPERMANGANOMETRI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Selada adalah sayuran yang banyak dikonsumsi segar. Selada cukupbanyak dikonsumsi secara segar karena memiliki kandungan gizi dan zat besi yang tinggi. Zat besi merupakan salah satu nutrisi terpenting bagi tubuh manusiakarena besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi atau sering disebut anemia dipengaruhi oleh jenis sumber zat besi yang diseraptubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkankadar zat besi yang terdapat pada daun selada segar hijau dan ekstrak selada(Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yaitumenetapkan kadar zat besi pada daun selada segar hijau dan ekstrak selada denganmetode permanganometri lalu dibandingkan hasilnya menggunakan analisisstatistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi yang didapatkanpada sampel selada segar hijau adalah 0,068% ± 0,0017 dan ekstrak selada adalah0,295% ± 0,0465. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan kadar zat besi pada selada segar hijau dan ekstrak selada berdasarkan nilai Independent sampel ttest dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 (p<α).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENENTUAN KADAR VITAMIN C BATANG KELAKAI (Stenochlaena palustris) YANG DISIMPAN PADA SUHU KAMAR DAN SUHU LEMARI PENDINGIN MENGGUNAKAN METODE IODIMETR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman paku-pakuan famili Blenchnaceae yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan. Kelakai mengandung vitamin C yang dapat membantu memenuhi asupan tubuh. Vitamin C mudah larut dalam air sehingga apabila vitamin C yang dikonsumsi melebihi yang dibutuhkan, kelebihan tersebut akan dibuang dalam urine. Karena tidak disimpan dalam tubuh, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama proses dan penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan kadar vitamin C terhadap penyimpanan Batang kelakai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental, dimana pada penelitian ini dianalisa penentuan kadar vitamin C pada penyimpanan. Waktu dan tempat penelitian pada bulan April sampai Mei 2023, di laboratorium Kimia Sekolah Tinggi IImu Kesehatan ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini yaitu Batang kelakai yang diambil dengan metode purposive sampling. Batang kelakai disimpan pada suhu kamar (25-30ᴼC), Suhu lemari pendingin (2-8ᴼC) Selama 2 hari, diuji dengan metode titrasi iodimetri yang menggunakan Iodium sebagai titran dan kanji sebagai indikator untuk menganalisis kadar vitamin C dalam Batang kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang kelakai mengandung vitamin C. Adapun kadar vitamin C yang didapatkan Batang Kelakai Segar sebesar 0,0621 % ± 0,0098, Pada penyimpanan suhu kamar sebesar 0,0378% ± 0,0093, kadar vitamin C dan penyimpanan di lemari pendingin sebesar 0,0432% ± 0,0093.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LITERATUR: UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF ZAT PEMANIS SIKLAMAT PADA MINUMAN SIRUP

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minuman sirup merupakan minuman yang banyak di gemari masyarakat, dari kalangan anak-anak hingga dewasa, minuman tidak hanya enak tapi murah. Banyak sirup ditambahkan zat Pemanis buatan salah satunya adalah zat pemanis Siklamat. Mengkonsumsi siklamat berlebihan mengakibatkan kanker kandung kemih, dapat menyebabkan tumor paru, hati dan limfa. Tujuan Litertur jurnal ini yaitu untuk mengetahui kadar zat pemanis siklamat dan untuk mengetahui kesesuaian kadar batas maksimal pada minuman sirup yang diatur oleh Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 sebesar 500 mg/kg. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur 6 artikel nasional, dengan menggunakan kata kunci yaitu Zat Pemanis tambahan, Zat pemanis siklamat, kadar siklamat pada minuman sirup yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari Google Scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Berdasarkan penelusuran 6 artikel dengan siklamat tertinggi pada minuman sirup terdapat pada Artikel 1, dengan sampel No. 7 didapat kadar zat siklamat 940,21 mg/kg. Hasil zat pemanis siklamat didapat 29 sampel positif dan 2 sampel melebihi batas maksimal 500 mg/kg menurut standar Persyaratan Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail