ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dunia setelah HIV/AIDS. Menurut WHO tahun 2013 menyatakan tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insiden dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini adalah merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat crocs sectional untuk melihat kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang dilakukan di bulan Maret – April 2023. Data hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrosprektif terhadap resep pasien tuberkulosis selama 6 bulan untuk melihat perilaku pasien dari bulan Januari sampai Juni 2022 terhadap 32 pasien, dengan menggunakan analisis data metode Medication Possesion Ratio (MPR). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin terhadap pasien tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian adalah kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan kategori patuh sebanyak 23 (72%), dan kategori tidak patuh sebanyak 9 (28%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi. Penggunaan antibiotik tidak lepas dari tepat dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase ketepatan dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan antibiotik cefadroxil suspensi pada pasien anak dengan umur 1-6 tahun di Apotek Amandit Farma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dan data ditampilkan secara deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan metode proportional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data hasil pengamatan diperoleh sebanyak 184 resep pada tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan perhitungan berdasarkan standar Buku Dosis Anak 2016 dan Pharmacoteraphy Ninth Edition. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase tepat dosis sekali minum 23,36% sedangkan tepat dosis sehari minum 65,73%. Persentase ketepatan interval waktu minum 28,80% dan tidak tepat sebanyak 71,19% Persentase ketepatan lama pemakaian 96,73% dan tidak tepat sebanyak 3,26% di Apotek Amandit Farma Banjarmasin pada bulan Januari 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi. Penggunaan antibiotik tidak lepas dari tepat dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase ketepatan dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan antibiotik cefadroxil suspensi pada pasien anak dengan umur 1-6 tahun di Apotek Amandit Farma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dan data ditampilkan secara deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan metode proportional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data hasil pengamatan diperoleh sebanyak 184 resep pada tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan perhitungan berdasarkan standar Buku Dosis Anak 2016 dan Pharmacoteraphy Ninth Edition. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase tepat dosis sekali minum 23,36% sedangkan tepat dosis sehari minum 65,73%. Persentase ketepatan interval waktu minum 28,80% dan tidak tepat sebanyak 71,19% Persentase ketepatan lama pemakaian 96,73% dan tidak tepat sebanyak 3,26% di Apotek Amandit Farma Banjarmasin pada bulan Januari 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dunia setelah HIV/AIDS. Menurut WHO tahun 2013 menyatakan tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global. Dengan berbagai upaya pengendalian yang dilakukan, insiden dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun. Tuberkulosis masih menjadi salah satu pembunuh utama bagi manusia, jika tidak diobati dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada hampir setengah kasus selama 5 tahun setelah menderita penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini adalah merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat crocs sectional untuk melihat kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang dilakukan di bulan Maret – April 2023. Data hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrosprektif terhadap resep pasien tuberkulosis selama 6 bulan untuk melihat perilaku pasien dari bulan Januari sampai Juni 2022 terhadap 32 pasien, dengan menggunakan analisis data metode Medication Possesion Ratio (MPR). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin terhadap pasien tuberkulosis. Berdasarkan hasil penelitian adalah kepatuhan pengambilan ulang obat tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan kategori patuh sebanyak 23 (72%), dan kategori tidak patuh sebanyak 9 (28%)