Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

185 hasil
Open Access
DaftarKartu
ArticleOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Baccaurea motleyana Mull.Arg. terhadap Salmonella thypi

2024•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Penyakit tifus adalah gangguan pada sistem pencernaan yang menyerang bagian usus halus dan terkadang dapat mempengaruhi aliran darah, kantong empedu, limfa, dan hati. Penyebab utama tifus adalah aktivitas bakteri Salmonella thypi, bakteri ini mampu mengontaminasi makanan ataupun minuman yang tidak terjaga sanitasinya. Baccaurea motleyana Mull. Arg memiliki kandungan senyawa antibakteri, diantaranya golongan flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas ekstrak daun rambai dalam menghambat S. thypi. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dan uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menggunakan nutrien agar (NA). Ekstraksi dengan maserasi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70%. Kelompok perlakuan pada penelitian ini menggunakan seri konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan kontrol negatif (water for injection) dengan tiga kali pengulangan. Ukuran diameter zona bening yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun rambai memiliki efek penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri S. thypi. Rerata zona hambat dari ekstrak daun rambai dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% masing-masing adalah 14, 1 mm; 18, 8 mm; dan 23, 13 mm, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun B. motleyana memiliki aktivitas terhadap bakteri S. thypi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS AWAYAN KABUPATEN BALANGAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan terapi obat jangka panjang. Ketidakpatuhan pengobatan pasien diabetes melitus akan berdampak pada kadar gula darah yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat korelasi antara kepatuhan pengobatan dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian menggunakan desain observasional cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan dari pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan pada periode bulan Juni-Juli 2024. Sebanyak 47 sampel digunakan pada penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data kepatuhan pengambilan obat ulang diukur menggunakan kuesioner ARMS dan data kadar glukosa darah diperoleh dari hasil pengukuran tenaga kesehatan di Puskesmas. Data hasil penelitian diuji korelasi dengan menggunakan Uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menemukan bahwa skor rata-rata kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus adalah 12,78 ± 1,06, sedangkan rata-rata kadar glukosa darah pasien adalah 216,76 +- 52,11 mg/dL. Hasil uji korelasi antara kepatuhan dengan kadar glukosa darah adalah 0,101 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pengobatan tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan Balangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail