Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Sumuran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBAI (Baccaurea motleyana.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi merupakan masalah penting yang banyak dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Kasus infeksi disebabkan oleh bakteri dan mikroorganisme yang patogen. Bakteri yang dapat menyebabkan infeksi tersebut salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Daun Rambai merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antibakteri. Senyawa antibakteri yang terkandung dalam daun rambai diantaranya, saponin tanin, flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun rambai terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan nilai Kadar Hambat Minimum (KHM). Jenis penelitian ini adalah penelitian non ekperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2023. Di Laboratorium SITIKES ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini adalah ekstrak daun rambai (Baccaurea motleyana) dengan melakukan skrining fitokimia diantaranya uji alkoloid, saponin, flavonoid, polifenol, tanin. Konsentrasi ekstrak daun rambai 25%, 12,5 %, 6,25 % dan 3,125 %. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan menggunakan jangka sorong digital. Dari hasil skrining fitokimia di peroleh hasil positif mengandung senyawa pada seluruh uji tersebut. Ekstrak daun rambai (Baccaurea motleyana Mull.Arg) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Diameter rata-rata zona hambat ekstrak daun rambai dengan konsentrasi 25% (5,16 mm), 12,5% (3,71 mm) 6,25 % (3,08 mm) dan 3,125% (0 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai KHM dari ekstrak daun rambai adalah 6,25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMANIA(Bavea macrophylia Grif ith) TERHADAP JAMURcandidaalbicans

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman ramania merupakan tanaman lokal khas Kalimantan. Daunramania mengandung senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, saponindanAlkaloid yang diharapkan dapat menjadi salah satu penghambat pertumbuhanjamur Candida albicans. penggunaan obat anti jamur yang tidak sesuai dapat menimbulkan resistensi terhadap jamur serta dapat menimbulkan efek samping. Terdapat pilihan lain dalam mengobati penyakit kandidiasis, yaitu denganmemanfaatkan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Aktivitas ekstrakdaunramania terhadap jamur Candida albicans .Penelitian non eksperimental ini menggunakan 3 kali replikasi . Dimana sebelumnya dilakukan uji skriningfitokimia yaitu alkaloid dengan Reagen dragendroff , Saponin dengan Aquadest , Flavonoid dengan Pb asetat . Penelitian ini menggunakan 4 seri konsentrasi , yaitu10%, 15%, 20%, 25% . Penelitian ini menggunakan metode sumuran dimanapeneliti menguji luas zona hambat Ekstrak daun ramania terhadap pertumbuhanJamur Candida albicans , dengan menggunakan media Nutrien Agar (NA) sebagai medianya. Kemudian dilakukan masa inkubasi dengan suhu 37°C selama 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian uji skrining fitokimia mengandung alkaloid, saponin , dan flavonoid . adapun hasil penelitian aktivitas antijamur ekstrakdaunramania mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Dimana zona hambat rata-rata yang dihasilkan ekstrak daun ramania dari konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan 25 % dengan nilai rata-rata 13,91 mm(kuat), 15,76 mm(kuat), 18,55 mm(kuat), dan 19,1 mm(kuat).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail