Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: KHM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIGO (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beligo merupakan salah satu tanaman pertanian yang dibudidayakan untuk diambil buahnya. Biasanya buah beligo menjadi bahan membuat sayuran, manfaat buah beligo yaitu dapat membantu mencegah penyakit flu. Kandungan vitamin C dan zinc pada buah beligo berperan penting untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah virus flu. Buah yang berwarna hijau ini juga mampu mengurangi kemungkinan terkena radang paru-paru dan stroke. Namun hingga saat ini penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun beligo belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun beligo terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan nilai Kadar Hambat Minimum (KHM). Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental. Daun beligo diambil dari hutan Kuala kapuas, Kalimantan Tengah. Sampel penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% daun beligo yang diperoleh dengan cara maserasi. Ekstrak diuji aktivitas antibakterinya menggunakan konsentrasi 3,12%; 6,25%; 12,5%; dan 25%. Kontrol negatif menggunakan aquadest. Pengujian dilakukan dengan metode uji difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beligo dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Konsentrasi hambat minimum ekstrak daun beligo yaitu 6,25%. Dengan diameter daya hambat rata-rata 8,28 mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBAI (Baccaurea motleyana.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi merupakan masalah penting yang banyak dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Kasus infeksi disebabkan oleh bakteri dan mikroorganisme yang patogen. Bakteri yang dapat menyebabkan infeksi tersebut salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Daun Rambai merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antibakteri. Senyawa antibakteri yang terkandung dalam daun rambai diantaranya, saponin tanin, flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun rambai terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan nilai Kadar Hambat Minimum (KHM). Jenis penelitian ini adalah penelitian non ekperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2023. Di Laboratorium SITIKES ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini adalah ekstrak daun rambai (Baccaurea motleyana) dengan melakukan skrining fitokimia diantaranya uji alkoloid, saponin, flavonoid, polifenol, tanin. Konsentrasi ekstrak daun rambai 25%, 12,5 %, 6,25 % dan 3,125 %. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan menggunakan jangka sorong digital. Dari hasil skrining fitokimia di peroleh hasil positif mengandung senyawa pada seluruh uji tersebut. Ekstrak daun rambai (Baccaurea motleyana Mull.Arg) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus Diameter rata-rata zona hambat ekstrak daun rambai dengan konsentrasi 25% (5,16 mm), 12,5% (3,71 mm) 6,25 % (3,08 mm) dan 3,125% (0 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai KHM dari ekstrak daun rambai adalah 6,25%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN KALANGKALA (Litsea garciae V) TERHADAP Candida albicans SECARA IN-VITRO

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kalangkala atau Litsea garciae V merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan yang digunakan sebagai antidiare, penyakit kulit, penyakit infeksi dan antikanker. Berbagai studi telah mengidentifikasi kandungan alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid dari tanaman kalangkala yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji aktivitas antijamur dari ekstrak etanol Litsea garciae V terhadap jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro. Daun L. garciae diolah simplisia dan diekstrak dengan metode maserasi dalam pelarut etanol 70%. Ekstrak selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji bebas etanol. Aktivitas antijamur dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Uji KHM dilakukan dengan metode dilusi cair dan uji KBM menggunakan metode dilusi padat. Hasil proses pengolahan simplisia didapatkan susut pengeringan sebesar 57,04%, proses ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 7,5%. Hasil skrining fitokimia ekstrak kalangkala mengandung flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan pada konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% dengan kontrol positif nystatin. Penelitian ini memperoleh hasil uji KHM terhadap C. Albicans pada konsentrasi 6,25% dengan nilai KBM yang tidak berhasil diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% L. garciae memiliki potensi antijamur yang terbatas pada penghambatan pertumbuhan, tetapi tidak efektif dalam membunuh jamur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail