AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN KALANGKALA (Litsea garciae V) TERHADAP Candida albicans SECARA IN-VITRO
Daun kalangkala atau Litsea garciae V merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan yang digunakan sebagai antidiare, penyakit kulit, penyakit infeksi dan antikanker. Berbagai studi telah mengidentifikasi kandungan alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid dari tanaman kalangkala yang berpotensi memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji aktivitas antijamur dari ekstrak etanol Litsea garciae V terhadap jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro. Daun L. garciae diolah simplisia dan diekstrak dengan metode maserasi dalam pelarut etanol 70%. Ekstrak selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan uji bebas etanol. Aktivitas antijamur dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Uji KHM dilakukan dengan metode dilusi cair dan uji KBM menggunakan metode dilusi padat. Hasil proses pengolahan simplisia didapatkan susut pengeringan sebesar 57,04%, proses ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 7,5%. Hasil skrining fitokimia ekstrak kalangkala mengandung flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan pada konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% dengan kontrol positif nystatin. Penelitian ini memperoleh hasil uji KHM terhadap C. Albicans pada konsentrasi 6,25% dengan nilai KBM yang tidak berhasil diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% L. garciae memiliki potensi antijamur yang terbatas pada penghambatan pertumbuhan, tetapi tidak efektif dalam membunuh jamur.