Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Sifat fisik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Antioksidan diperlukan untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas, Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami adalah matoa (Pometia pinnata). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil uji sifat fisik dari formula ekstrak daun matoa yang memenuhi persyaratan mutu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental, menggunakan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) yang sudah dibuat oleh Paramita Sanjaya pada tahun 2022, dengan metode maserasi dan mengunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun matoa diformulasikan menjadi sediaan lotion dengan konsentrasi 2% dan dengan variasi konsentrasi karagenan 1% dan 3%. Semua sediaan disertai uji sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji daya proteksi. Analisis data statistik dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji One Way Anova dengan signifikansi (p

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DENGAN BASIS ASAM STEARAT DAN TEA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak kulit pisang kepok dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit pisang kepok kemudian diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan asam stearat dan TEA yang akan menghasilkan sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok yang memenuhi syarat uji sifat fisik. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak kulit pisang kepok dengan berbagai formulasi kemudian diuji sifat fisik sediaan krim. Krim dibuat menjadi 3 formula dengan perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin sebagai basis krim. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji daya proteksi. Analisis data statistik formula dan kontrol formula dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji Independent T-test atau uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok dengan pengontrolan selama 21 hari. Pada formula 1 dan formula 2 yang memenuhi syarat adalah uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Pada formula 3 yang memenuhi syarat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan dari hasil uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok selama 21 hari yang terbaik adalah formula 3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK DEODORAN KRIM KOMBINASI ALUMINIUM SULFAT DAN MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin Benth)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bau badan atau bromhidrosis merupakan kondisi dimana tubuh mengeluarkan bau tidak sedap akibat adanya bakteri pengurai keringat yang keluar berlebih sehingga dapat menurunkan kepercayan diri seseorang, mengganggu hubungan sosial dan menghambat aktivitas sehari-hari. Aluminium sulfat merupakan garam aluminium yang bersifat antiperspiran dan nilam (Pogostemon cablin Benth) adalah tanaman obat penghasil minyak atsiri yang memiliki aktifitas antibakteri dan berbau wangi, kombinasi keduanya memiliki potensi sebagai sediaan deodoran sehingga dibuat formulasi deodoran krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil formulasi sediaan deodoran krim kombinasi aluminium sulfat dan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) dan mengevaluasi hasil uji sifat fisik. Sampel minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) diperoleh dari Lansida Herbal Teknologi Yogyakarta. Formulasi deodoran krim kombinasi aluminium sulfat dibuat dengan tipe emulsi M/A dalam 2 formula dan 2 kontrol menggunakan variasi asam stearat yaitu 14,20 g (F1 & K1) dan 14,70 g (F2 & K2) dan triethanolamine 0,99 g (F1 & K1) dan 9,99 g (F2 & K2). Sediaan deodoran krim dievaluasi uji sifat fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji daya tercuci air dan uji tipe emulsi krim. Hasil data dianalisis menggunakan program SPSS 16 pada taraf kepercayaan ɑ = 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi aluminium sulfat dan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) dapat diformulasikan sebagai deodoran krim. Uji sifat fisik formula deodoran krim kombinasi aluminium sulfat dan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) pada seluruh formula terdapat 4 uji yang memenuhi persyaratan yang baik, yaitu uji homogenitas, uji pH, uji daya tercuci air dan uji tipe emulsi, uji yang tidak memenuhi syarat terdiri dari 3 uji yaitu uji organoleptis, uji daya sebar dan uji daya lekat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENELITIAN: FORMULASI DAN EVALUASI GEL HAND SANITIZER EKSTRAK DAUN RAMBAI (Beccaurea Motleyana)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional adalah daun rambai (beccaurea motleyana ), daunnya digunakan untuk mengobati penyakit cacar, obat diare dan mengobati luka memar dikulit. Daun Rambai (Beccaurea Motleyana) mengandung senyawa saponin, flavonoid dan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Berdasarkan senyawa yang dimiliki daun rambai dapat di manfaatkan sebagai antiseptik tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Formulasi dan Evaluasi Gel Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Rambai (Beccaurea Motleyana) dengan berbasis Carbomer 940. Gel hand sanitizer di uji sifat fisiknya, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH dan uji daya sebar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dilakukan terhadap ketiga formulasi diantaranya uji organoleptis (berwarna coklat, bau yang dihasilkan bau khas ekstrak yang kuat dan bau khas ekstrak yang kurang kuat, menghasilkan gel yang agak encer dan yang agak padat, mudah saat dioleskan ketangan) uji homogenitas dengan hasil tidak ada yang homogen, uji pH dengan nilai 7, 6, 5. Dan uji daya sebar dengan daya sebar yang tidak sesuai standar. Kesimpulannya berdasarkan hasil penelitian formulasi gel hand sanitizeryang mengandung ekstrak daun rambai sebagai zat aktif antibakteri. Dapat disimpulkan bahwa ketiga formula yang dibuat tidak sesuai standar karena konsentrasi ekstrak yang terlalu banyak, carbomer 940 mempengaruhi evaluasi mutu dari sediaan gel hand Sanitizer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail