Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Krim
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIK DARI FORMULASI KRIM EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman matoa (Pometia pinnata) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional. Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa Ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak matoa dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun matoa kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji stabilitas fisik krim ekstrak daun matoa dan mengetahui formulasi yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik krim Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak daun matoa dengan berbagai formulasi kemudian diuji stabilitas fisik. Krim dibuat menjadi 2 formula dengan variasi agen pengemulsi, kemudian diuji stabilitas fisik. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak daun matoa dengan pengontrolan selama 21 hari dengan 6 parameter, formula 1 yang memenuhi syarat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, daya sebar dan viskositas. Sedangkan formula 2 yang memenuhi syarat adalah uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan viskositas. Berdasarkan hasil uji stabilitas fisik krim ekstrak daun matoa formulasi yang terbaik adalah formula 1 karena pada uji organoleptis tidak terdapat busa selama peyimpanan. Uji daya lekat yang lebih lama, dan nilai viskositas yang lebih besar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Salah satu bentuk sediaan yang dapat diformulasikan untuk ekstrak daun pepaya adalah krim. Ekstrak daun pepaya kemudian diformulasikan dalam tipe M/A karena sediaan memiliki ciri tidak lengket dikulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan krim ekstrak daun pepaya dan mengetahui formulasi yang memenuhi syarat dari hasil uji sifat fisik sediaan krim. Pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Pembuatan ekstrak daun pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pada skrining fitokimia ekstrak ditambahkan dengan pereaksi seperti HCl, mayer, NaOH, FeCl3, CH3COOH, dan H2SO4. Pada pembuatan krim ekstrak daun pepaya menggunakan metode peleburan. Kemudian sediaan krim di uji evaluasi sifat fisik yang terdiri dari uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan proteksi. Hasil ditampilkan dalam bentuk tabel kemudian dianalisis dengan uji statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Independent Sample T-test. Berdasarkan hasil skrining fitokimia yang positif mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, dan terpenoid. Pada hasil penelitian uji sifat fisik dapat disimpulkan bahwa dari 7 parameter yang sudah di uji maka didapatkan pada formula 1 dan formula 2 seluruh parameter memenuhi persyaratan yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim dan proteksi. Hasil dari uji sifat fisik pada formula 1 dan formula 2 memenuhi persyaratan, tetapi sediaan yang lebih baik antara formula 1 dan formula 2 adalah formula 1 karena hasil uji daya sebar yang lebih besar dibandingkan dengan formula 2.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN BASIS M/A

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun matoa (Pometia pinnata) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berupa kandungan Flavonoid, Tanin, Saponin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antijamur. Ekstrak etanol daun matoa konsentrasi 2% yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Salah satu sediaan farmasi yang mudah penggunaannya yaitu krim karena memiliki keuntungan diantaranya lebih mudah diaplikasikan, memberikan efek dingin serta mudah dicuci. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula sediaan krim ekstrak daun matoa dengan basis M/A yang memenuhi persyaratan sifat fisik krim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun matoa diformulasikan dalam tipe minyak dalam air (M/A). Sediaan krim dibuat 2 formulasi dengan variasi konsentrasi emulgator asam stearat dan trietanolamin yaitu F1 (8% : 2%) F2 (12% : 3%). Pengujian yaitu uji sifat fisik sediaan krim tipe M/A yang memenuhi syarat serta stabil selama penyimpanan. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji tipe krim. Data dianalisis dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun matoa dapat digunakan sebagai bahan aktif krim. Selama penyimpanan hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21 semua formulasi memenuhi persyaratan parameter krim.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DENGAN BASIS ASAM STEARAT DAN TEA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak kulit pisang kepok dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit pisang kepok kemudian diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan asam stearat dan TEA yang akan menghasilkan sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok yang memenuhi syarat uji sifat fisik. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak kulit pisang kepok dengan berbagai formulasi kemudian diuji sifat fisik sediaan krim. Krim dibuat menjadi 3 formula dengan perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin sebagai basis krim. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji daya proteksi. Analisis data statistik formula dan kontrol formula dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji Independent T-test atau uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok dengan pengontrolan selama 21 hari. Pada formula 1 dan formula 2 yang memenuhi syarat adalah uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Pada formula 3 yang memenuhi syarat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan dari hasil uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok selama 21 hari yang terbaik adalah formula 3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail