ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kandidiasis merupakan suatu penyakit yang banyak menginfeksi manusia dengan gejala bervariasi tergantung bagian tubuh yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menginfeksi pada bagian lipatan kulit (intertriginosa), bagian vagina (vulvovuginitis) ,bagian dalam mulut (thrush), dan bagian kuku (paronikia). Infeksi jamur disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pidada merah (Sonneratia caseolaris) mengandung fenol, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid yang memiliki aktivitas terhadap Candida albicans. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Aktivitas Antijamur ekstrak daun Pidada merah terhadap jamur Candida albicans. Daun pidada merah diekstraksi dengan metode meserasi dan etanol 96% sebagai pelarutnya. Metode difusi cakram digunakan untuk uji aktivitas antijamur. penelitian ini menggunakan kelompok perlakuan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 20%,40%,60%,80%,100% dan kontrol positif (ketokonazol 15%) serta kontrol negatif (aquadest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Pidada merah tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans adapun salah satu faktor yang menyebabkan tidak ditemukannya aktivitas antijamur ialah kecilnya jumlah kadar senyawa aktif yang terdapat didalam ekstrak pidada merah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jerawat (acne vulgaris) disebabkan oleh inflamasi kronik dari unit pilosebasea yang ditandai pembentukan komedo, papul, pustul, nodul yang bisa tumbuh di daerah wajah, punggung, dada, lengan, kaki yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman ketepeng cina memiliki potensi sebagai salah satu obat tradisional untuk mengobati infeksi bakteri seperti sifilis, bronkitis dan infeksi jamur seperti panu, kurap, serta infeksi parasit seperti malaria. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan mengetahui perbandingan kekuatan daya hambat berdasarkan statistik. Penelitian ini menguji apakah zat antibakteri yang terdapat dalam ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L) mempunyai pengaruh pertumbuhan terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan menggunakan populasi ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina dan sampel pada penelitian ini ekstrak etanol dengan berbagai macam konsetrasi 40%, 60%, 80%,100% dan kontrol negatif (aquadest steril) serta kontrol positif (klindamisin 10mg/ml). Penelitian menggunakan metode cakram dengan membuat konsentrasi 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil rata-rata zona hambat berturut turut adalah 5,07 mm (sedang); 6,31 mm (sedang); 5,9 mm (sedang) dan 9,13 mm (sedang) sedangkan rata-rata diameter zona hambat kontrol positif (klindamisin 10mg/ml) adalah 30,67 mm (Sangat kuat). Data hasil diameter zona hambat dianalisis dengan menggunakan uji SPSS didapatkan hasil dari ekstrak daun ketepeng cina pada seluruh konsentrasi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap daya hambat Propionibacterium acnes. Hal ini berarti konsentrasi ekstrak dalam penelitian ini tidak berpengaruh signifikan karena semua konsentrasi memiliki klasifikasi sedang
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang putih (Allium sativum L.) adalah kelompok tanaman yang mengandung banyak nutrisi yang berguna untuk tubuh manusia, yang digunakan sebagai bahan pangan seperti bumbu dapur. Allicinefektif dapat membunuh mikroba, seperti kuman-kuman penyebab infeksi (flu dan demam).Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri dari ekstrak bawang putih. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholardan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih terhadap berbagai macam bakteri.Berdasarkan hasil tinjauan literatur didapatkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriae, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Sreptococcus Pyogenes, dan Pseudomonans Aeruginosa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Kementerian Kesehatan RI infeksi bakteri dapat menimbulkan terganggunya fungsi organ tubuh yang terpapar baik ringan maupun berat tergantung jenis bakteri yang menginfeksi.Tanaman bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) merr) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional, salah satu kegunaan bawang dayak adalah sebagai antibakteri. Dalam bawang dayak terkandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas aktivitas dari ekstrak bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai antibakteri. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci di google scholar dan didapatkan 7 artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan litertur ini berupa artikel primer dari artikel nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh dari tinjauan literatur menujukan bahwa ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr, ) memiliki potensi antibakteri. Ekstrak bawang dayak memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 23,441 mm pada konsentrasi 12%. Namun potensi antibakteri yang terendah terdapat pada Shigella sp dengan zona hambat 9 mm dengan konsentrasi 0,05%