Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: minyak atsiri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRIGANDAPURA (Gaultheria leucocarpa) TERHADAP JENTIK-JENTIK NYAMUK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jentik – jentik nyamuk merupakan penyebab munculnya berbagai macam penyakit, akibat perkembangbiakan dan penyebaran nyamuk sebagai vektor penyakit yang tidak terkendali. Oleh karena itu, diperlukan biolarvasida alami untuk pengendalian vektor nyamuk dan mengurangi pencemaran lingkungan dari biolarvasida kimia. Salah satu biolarvasida alami yang dapat digunakan yaitu minyak atsiri gandapura. Minyak atsiri gandapura memiliki senyawa metil salisilat yang diduga efektif berpotensi sebagai biolarvasida. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui aktivitas minyak atsiri gandapura (Gaultheria leucocarpa) sebagai biolarvasida pada jentik-jentik nyamuk dan mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50) dari minyak atsiri gandapura (Gaultheria leucocarpa) terhadap jentik-jentik nyamuk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental, yang dilakukan pada bulan Februari 2023 di Laboratorium Kimia Farmasi STIKES ISFI Banjarmasin. Sampel yang digunakan berupa minyak atsiri gandapura dengan konsentrasi 100ppm, 50ppm, 25ppm, dan 12,5ppm. Data yang didapat kemudian dianalisis secara bertahap yaitu analisis uji normalitas, uji perbandingan dan uji analisis probit dengan menggunakan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri gandapura (Gaultheria leucocarpa) memiliki aktivitas sebagai biolarvasida terhadap jentik-jentik nyamuk, dengan nilai Lethal Concentration (LC50) yang diperoleh adalah berada pada 22,394 ppm. Kandungan senyawa yang dimiliki minyak atsiri gandapura (Gaultheria leucocarpa) terpenoid. Efek kandungan terpenoid pada larva mempunyai sifat antifeedent yang menyebabkan larva mati karena larva tidak makan sehingga asupan nutrisi dalam tubuh larva tidak terpenuhi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK ATSIRI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebersihan merupakan sesuatu hal yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan yaitu dengan menggunakan sabun saat mandi. Sabun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sabun padat dan sabun cair. Sabun cair memiliki kelebihan yang lebih banyak dari sabun padat. Minyak atsiri daun jeruk nipis bisa digunakan secara efektif dalam formulasi sediaan sabun mandi cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi uji sifat fisik formulasi sediaan sabun mandi cair dari minyak atsiri daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental. Sabun mandi cair dibuat dengan variasi BHT sebagai antioksidan, pada formulasi 1 (0,02 g BHT) dan formulasi 2 (0,1 g BHT). Pengujian fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji bobot jenis dan uji alkali bebas. Hasil data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Normalitas Shapiro Wilk dan uji Mann-Whitney Test. Berdasarkan penelitian uji sifat fisik sabun cair dari minyak atsiri daun jeruk nipis yang sudah dilakukan, didapatkan hasil uji organoleptis yaitu formulasi 1 dan 2 berbau khas serta berbentuk cairan kental. Uji homogenitas yang dihasilkan berupa cairan yang homogen tidak terdapat butiran. Nilai uji pH yang dihasilkan yaitu sebesar 8,11 – 11,96, hasil tersebut menunjukkan bahwa pada uji pH tidak memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Uji bobot jenis yang dihasilkan seberat 1,02 g/ml dan uji alkali bebas yang dihasilkan yaitu 0,02%, 0,03% dan 0,04%. Hasil pada uji bobot jenis dan alkali bebas menunjukkan bahwa pada uji tersebut memenuhi standar SNI 06-4085-1996.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail