ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman daun selada (Lactuca sativa L) berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan. Selada merupakan sayuran yang berpotensi sebagai bahan makanan penyeimbang gizi dikarenakan selada mengandung mineral dan vitamin. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa Selada juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai macam manfaat yaitu sumber bahan baku obat yang berperan sebagai antioksida, antiinflamsi, antiseptic dan melindungi struktur sel. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik pada ekstrak etanol daun selada hijau. Pengujian kualitatif ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan pereaksi FeCl3 dan K2Cr2O7, sedangkan untuk penetapan ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dengan pereaksi folin ciocalteau. Konsentrasi yang digunakan pada kurva regresi linier adalah 10, 15, 20, 25, dan 30 µg/mL. Hasil uji kualitatif diperoleh ekstrak etanol daun selada hijau mengandung senyawa fenolik dengan ditandai perubahan warna hijau kehitaman dengan pereaksi FeCl3 dan endapan coklat dengan pereaksi K2Cr2O7. Berdasarkan hasil uji kuantitatif diperoleh operating time pada menit ke 28-30 dan panjang gelombang maksimal 765 nm. Persamaan regresi linier yang diperoleh y=0,015438 x + 0,05534 dengan nilai R sebesar 0,99963. Nilai kadar fenolik total yang didapat pada Ekstrak Daun Selada adalah 24,19 ± 0,9127 mgGAE/g Ekstrak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.