ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya terfokus kepada pengelolaan obat (drug oriented) berkembang menjadi pelayanan komprehensif meliputi pelayanan obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan pasien adalah keadaan saat harapan, kebutuhan, serta keinginan dapat terpenuhi dengan membandingkan pelayanan yang diperoleh dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan meliputi tingkat kepuasan secara menyeluruh dan tingkat kepuasan 5 dimensi pelayanan. Hal ini digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Subjek yang diambil sejumlah 108 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase kepuasan tiap pernyataan dan dimensi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan dengan tingkat kepuasan rata-rata 93,22%. Dari hasil penilaian 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu: reliability 90,37%, responsiveness 87,48%, tangible 86,41%, emphaty 90,04%, assurance 89,72%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan “sangat puas”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan layanan kefamasian. Pasien yang puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak kefarmasian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau babkan lebih baik. Kuesioner kepuasan adalah kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien rawat jalan terhadap 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability). ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) Berwujud (Tangibles), Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di Depo Obat Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan non-ekperimental dengan pendekatan Cross sectional salah satu pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan penelitian terhadap beberapa kelompok. Waktu dan tempat dilakukan pada bulan April – Mei 2023 di Depo Obat Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin. Populasi dan sampel yaitu jumla sampel 400 responden populasi pasien yaitu yang menebus obat di Depo Obat Rawat Jalan. Pengelolahan data menggunakan Kuesioner yang input ke dalam Microsoft Excel. Hasil kepuasan dengan 400 sampel pasien rawat jalan. Hasil pelayanan kefarmasian di depo Rawat Jalan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin menunjukan kategori puas dengan didominasi tingkat Puas sebanyak 284 responden (71%) dan sangat puas sebanyak 116 responden (29%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di Depo Obat Rawat Jalan Rsud Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin secara umum (78%) dengan kategori Puas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian dapat dilihat sebagai faktor untuk mengevaluasi kepuasan pasien meliputi penampilan apotek, keramahan petugas, pelayanan informasi obat, ketersedian obat, serta kecepatan pelayanan yang ada di apotek. Kepuasan pasien adalah keadaan saat harapan, kebutuhan, serta keinginan dapat terpenuhi dengan membandingkan pelayanan yang diperoleh dengan harapan. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh persepsi tentang kualitas atau mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap Pelayanan resep dari aspek Responsiveness, Assurance, Tangible, Emphaty, dan Reliability yang dilakukan oleh Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek Khanza Farma Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Jenis penelitian adalah non eksperimental melalui pendekatan crosssectional . Pengumpulan data secara prospektif menggunakan kuesioner dimulai dari Februari-April 2023. Sampel adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 272 orang di Apotek Khanza Farma Gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek Khanza Farma Gambut yang mendapatkan pelayanan kefarmasian secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien yaitu 86,77% yang berarti pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian dengan hasil masing-masing pada dimensi responsiveness 87,75% (sangat puas), dimensi assurance 87,76% (sangat puas) , dimensi tangible 84,82% (sangat puas), dimensi empathy 88,01% (sangat puas), dan dimensi reliability 85,50% (sangat puas).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Tinjauan literatur ini menggunakan enam artikel yang didapatkan dari penelusuran di google scholar. Artikel-artikel tersebut merupakan hasil penelitian terkait tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di berbagai puskesmas. Semua artikel jurnal termasuk jenis penelitian non eksperimental. Jumlah sampel berkisar antara 90 3598 pasien. Pengumpulan data tingkat kepuasan pasien pada artikel-artikel tersebut semuanya menggunakan kuesioner yang terdiri dari 5 dimensi yaitu responsiveness, reliability, assurance, empathy, dan tangibles. Berdasarkan hasil review dari enam artikel didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas dengan kategori sangat puas artikel keempat dan artikel kelima dengan rata rata 88,805%. Pada kategori puas artikerl jurnal artikel jurnal pertama dan artikel keenam dengan rata rata 75,94%. Pada kategori cukup puas artikel kedua dan artkel ketiga dengan rata rata 62,345%. Dimensi tertinggi Empathy dengan persentase 78,11% dan dimensi terendah Responsiveness dengan presentase 74,02%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan puskesmas, kepuasaan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan mereka. Kualitas pelayanan puskesmas yang baik akan mempengaruhi kepuasan pasien dan mengakibatkan pasien kembali datang untuk menggunakan jasa pelayanan tersebut. Akan tetapi kurangnya Tenaga Teknis Kefarmasian di Puskesmas Sungai Cuka membuat pelayanan kefarmasian menjadi kurang optimal sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Ruang Farmasi Di Puskesmas Sungai Cuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional. Rancangan penelitian akan di lakukan secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sungai Cuka yang mendapatkan resep obat atau pengambilan obat pada pelayanan kefarmasian. Sampel diambil dengan metode Random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 306 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa tentang tingkat kepuasan pasien ditinjau dari 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan kenyataan yang menunjukan bahwa presepsi tingkat kepuasan terbesar pada dimensi kehandalan (78,00%), dimensi empati (77,00%), dimensi jaminan (77,00%), dimensi kenyataan (77,00%), dan dimensi ketanggapan (76,00%) dengan presentase nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka secara keseluruhan sebesar 76,00% dengan klasifikasi kepuasan adalah puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap pelayanan di ruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan puskesmas, kepuasaan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan mereka. Kualitas pelayanan puskesmas yang baik akan mempengaruhi kepuasan pasien dan mengakibatkan pasien kembali datang untuk menggunakan jasa pelayanan tersebut. Akan tetapi kurangnya Tenaga Teknis Kefarmasian di Puskesmas Sungai Cuka membuat pelayanan kefarmasian menjadi kurang optimal sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Ruang Farmasi Di Puskesmas Sungai Cuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional. Rancangan penelitian akan di lakukan secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sungai Cuka yang mendapatkan resep obat atau pengambilan obat pada pelayanan kefarmasian. Sampel diambil dengan metode Random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 306 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa tentang tingkat kepuasan pasien ditinjau dari 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan kenyataan yang menunjukan bahwa presepsi tingkat kepuasan terbesar pada dimensi kehandalan (78,00%), dimensi empati (77,00%), dimensi jaminan (77,00%), dimensi kenyataan (77,00%), dan dimensi ketanggapan (76,00%) dengan presentase nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka secara keseluruhan sebesar 76,00% dengan klasifikasi kepuasan adalah puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap pelayanan di ruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka