Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

310 item publik

Publikasi

Halaman 16 dari 16

TINJAUAN LITERATUR: POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia (L) Merr)

SITI HASANAH
2024 · Book · Open Access

Menurut Kementerian Kesehatan RI infeksi bakteri dapat menimbulkan terganggunya fungsi organ tubuh yang terpapar baik ringan maupun berat tergantung jenis bakteri yang menginfeksi.Tanaman bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) merr) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional, salah satu kegunaan bawang dayak adalah sebagai antibakteri. Dalam bawang dayak terkandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas aktivitas dari ekstrak bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai antibakteri. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci di google scholar dan didapatkan 7 artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan litertur ini berupa artikel primer dari artikel nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh dari tinjauan literatur menujukan bahwa ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr, ) memiliki potensi antibakteri. Ekstrak bawang dayak memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 23,441 mm pada konsentrasi 12%. Namun potensi antibakteri yang terendah terdapat pada Shigella sp dengan zona hambat 9 mm dengan konsentrasi 0,05%

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DI KATEDRAL BANJARMASIN

PITA DEVIANTI
2024 · Book · Open Access

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat mendapat kemudahan dalam mengakses informasi kesehatan dan kemudahan dalam memperoleh obat tanpa resep yang banyak dijual dipasaran, yang menimbulkan meningkatnya masyarakat untuk melakukan penggunaan obat. Penggunaan obat jika tidak rasional memungkinkan dampak negatif yang diterima oleh masyarakat lebih besar manfaatnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat di Katedral Banjarmasin terhadap penggunaan obat analgetik. Penelitian ini dilakukan di Gereja Katedral Banjarmasin dengan pengambilan data selama bulan Maret-Mei 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu consecutive sampling, semua populasi yang memenuhi pemilihan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan sebanyak 347 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengan memasukan data kedalam microsoft excel kemudian dihitung persentase tingkat pengetahuan. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat analgetik di Katedral Banjarmasin tergolong cukup sebanyak 160 responden (46,1%).

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR KALSIUM PADA SUSU KEDELAI

ELSA SAPITRI
2024 · Book · Open Access

Kedelai adalah salah satu tanaman pangan penghasil protein nabati yang sangat penting. Salah satu minuman dari olahan kedelai adalah susu kedelai. Susu kedelai adalah minuman olahan berwarna putih seperti susu sapi, tetapi dibuat dari ekstrak kedelai dan diproduksi dengan menggiling biji kedelai yang telah direndam dalam air hasilnya disaring hingga diperoleh susu kedelai. Susu kedelai memiliki kandungan gizi yang salah satunya adalah kalsium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar kalsium susu kedelai yang dijual di Banjarmasin Tengah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode titrasi permanganometri yang menggunakan kalium permanganat sebagai titran untuk menganalisis kadar kalsium dalam susu kedelai. Susu kedelai disimpan pada suhu dingin (2-8°C), suhu ruang (20-30°C), dan suhu hangat (30-40°C) dengan waktu penyimpanan selama 1 jam di lemari pendingin, suhu ruangan, dan dipanaskan diatas hotplate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalsium yang didapatkan pada penyimpanan suhu dingin 0,075%, suhu ruang 0,071%, dan suhu hangat 0,065%. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan pada penyimpanan susu kedelai pada suhu dingin dan suhu hangat

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI DI APOTEK X KELURAHAN SUNGAI ANDAI

NURMAJDINA RIZKI AZHARIANI
2024 · Book · Open Access

Swamedikasi merupakan suatu proses individu untuk mengobati gejala atau penyakit yang diketahui sendiri. Swamedikasi dapat menjadi permasalahan kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan mengenai pengobatan sendiri sehingga akan memengaruhi perilaku pengobatan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambara tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap swamedikasi di Apotek X Kelurahan Sungai Andai. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental (observasional) dengan rancangan cross-sectional. Waktu dan tempat penelitian yaitu bulan Maret 2022 di Apotek X Kelurahan Sungai Andai. Responden penelitian ini merupakan pasien yang melakukan swamedikasi di Apotek X dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 179 responden. Pengumpulan data yang digunakan secara prosfektif dengan instrumen berupa kuesioner yang telah di validasi ulang oleh peneliti. Pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari gambaran tingkat pengetahuan menunjukkan bahwa 44,69% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 30,17% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, 25,14% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Gambaran perilaku swamedikasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa obat modern lebih banyak digunakan daripada obat tradisional, pemilihan obat modern untuk swamedikasi didasarkan atas saran petugas kesehatan di Apotek, informasi cara pengobatan sendiri didapat dari dokter atau petugas kesehatan, apotek merupakan tempat yang paling banyak dipilih untuk mendapatkan obat, masyarakat memiliki kebiasaan membaca tanggal kandungan obat sebelum menggunakan obat, dan menyimpan obat-obatan di rak obat agar kualitas tetap terjaga dan tetap aman untuk dikonsumsi

TINJAUAN LIBERATUR: UJI DAYA HAMBAT PERASAN AIR JERUK NIPIS (Citrus auratifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Eschericia coli

RAHMAYANTI AZIZAH
2024 · Book · Open Access

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Buah ini banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh dan harga relatif murah. Jeruk nipis juga dimanfaatkan perasan airnya. Efek air perasan jeruk nipis sebagai antibakteri salah satunya terhadap bakteri Escherichia coli. Escherichia coli adalah bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi yang umum di masyarakat yaitu diare. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengetahui daya hambat perasan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan melihat nilai konsentrasi rendah tetapi memiliki daya hambat yang besar. Penelusuran artikel di google scholar menggunakan kata kunci yaitu daya hambat, perasan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan Escherichia coli. Terdapat 6 artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini berupa artikel primer dari artikel nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh pada setiap artikel menunjukan bahwa adanya daya hambat pada pertumbuhan bakteri. Berdasarkan keenam jurnal yang diperoleh, hasil artikel penelitian yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu artikel penelitian milik Muhsin Ali (2010) yang tergolong kategori antibakteri daya hambat kuat dengan konsentrasi 8% air perasan jeruk nipis menghasilkan zona hambat sebesar 11,6 mm.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN DI APOTEK MITRA SEHAT 2 BANJARBARU

NOOR HIDAYAH
2024 · Book · Open Access

Salah satu standar minimal farmasi adalah waktu tunggu. Lama waktu tunggu pelayanan resep dapat mencerminkan suatu proses kerja dari tenaga farmasi dalam melakukan pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan resep obat berdasarkan waktu tunggu di Apotek Mitra Sehat 2 Banjarbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah secara deskriptif yaitu pengamatan secara langsung di tempat penelitian untuk mendapat data. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh yang sampelnya diambil dari semua populasi. Data yang didapatkan dihitung menggunakan tabel untuk melihat rata-rata waktu tunggu yang diperoleh menggunakan lembar Observasi. Hasil penelitian yang didapat rata-rata waktu tunggu untuk resep racikan 15,98 menit dan resep non racikan 5,75 menit. waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan obat non racikan dikatakan baik, karena memenuhi SOP Apotek Mitra Sehat 2 Banjarbaru yaitu untuk resep racikan ≤ 30 menit dan untuk resep non racikan ≤ 15 menit.

TINJAUAN LITERATUR: TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

HUMAIROH
2024 · Book · Open Access

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kasus diabetes melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,3 juta jiwa. Keberhasilan suatu terapi pasien diabetes melitus tidak hanya pada ketepatan diagnosis, pemilihan dan pemberian obat yang tepat, namun kepatuhan pengobatan menjadi salah satu penentu keberhasilan pengobatan. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dilakukan diberbagai Puskesmas. Desain yang digunakan pada penelitian didominasi cross sectional, teknik pengambil sampel pada penelitian yang digunakan didominasi purposive sampling, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuiesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan metode analisis yang digunakan setelah pengumpulan data dari kuesioner dan dimasukkan ke dalam tabel data untuk melihat gambaran distribusi frekuensi kepatuhan minum obat dan hasil yang didapatkan dalam bentuk persentase(%). Hasil penelitian pada tinjauan literatur terdapat empat artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan rendah, terdapat satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan sedang dan satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil review pada enam artikel yang dilakukan diberbagai puskemas didapatkan kesimpulan tingkat kepatuhan tinggi dengan persentase 25,92% atau 154 pasien, tingkat kepatuhan sedang dengan persentase 29,47% atau 175 pasien dan tingkat kepatuhan rendah dengan persentase 44,61% atau 265 pasien.

TINJAUAN LITERATUR: UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF ZAT PEMANIS SIKLAMAT PADA MINUMAN SIRUP

TANIA NURUL CAHAYA
2024 · Book · Open Access

Minuman sirup merupakan minuman yang banyak di gemari masyarakat, dari kalangan anak-anak hingga dewasa, minuman tidak hanya enak tapi murah. Banyak sirup ditambahkan zat Pemanis buatan salah satunya adalah zat pemanis Siklamat. Mengkonsumsi siklamat berlebihan mengakibatkan kanker kandung kemih, dapat menyebabkan tumor paru, hati dan limfa. Tujuan Litertur jurnal ini yaitu untuk mengetahui kadar zat pemanis siklamat dan untuk mengetahui kesesuaian kadar batas maksimal pada minuman sirup yang diatur oleh Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 sebesar 500 mg/kg. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur 6 artikel nasional, dengan menggunakan kata kunci yaitu Zat Pemanis tambahan, Zat pemanis siklamat, kadar siklamat pada minuman sirup yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari Google Scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Berdasarkan penelusuran 6 artikel dengan siklamat tertinggi pada minuman sirup terdapat pada Artikel 1, dengan sampel No. 7 didapat kadar zat siklamat 940,21 mg/kg. Hasil zat pemanis siklamat didapat 29 sampel positif dan 2 sampel melebihi batas maksimal 500 mg/kg menurut standar Persyaratan Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019.

TINJAUAN LITERATUR: RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS

INDAH NOVITA SARASWATI
2024 · Book · Open Access

Rasionalitas obat merupakan suatu penggunaan obat secara rasional, penggunaan akan dikatakan rasional jika pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dengan dosis yang memenuhi kebutuhan untuk jangka waktu yang cukup, serta biaya yang terjangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi : artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kriteria rasionalitas pada pasien ISPA, artikel tahun 2014-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat rasionalitas obat. Hasil persentase rasionalitas dari artikel 1 hingga artikel 6 berdasarkan indikator kriteria tepat indikasi 67,76%, tepat obat 65,91%, tepat dosis 83,06%, tepat pasien 88,77%, tepat regimen 91,15%, tepat lama penggunaan 56,00% dan waspada efek samping obat 66,33%.

TINJAUAN LITERATUR: KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS

AKHMAD PRAYOGA SUKMA PERDANA
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Tinjauan literatur ini menggunakan enam artikel yang didapatkan dari penelusuran di google scholar. Artikel-artikel tersebut merupakan hasil penelitian terkait tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di berbagai puskesmas. Semua artikel jurnal termasuk jenis penelitian non eksperimental. Jumlah sampel berkisar antara 90 3598 pasien. Pengumpulan data tingkat kepuasan pasien pada artikel-artikel tersebut semuanya menggunakan kuesioner yang terdiri dari 5 dimensi yaitu responsiveness, reliability, assurance, empathy, dan tangibles. Berdasarkan hasil review dari enam artikel didapatkan kesimpulan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas dengan kategori sangat puas artikel keempat dan artikel kelima dengan rata rata 88,805%. Pada kategori puas artikerl jurnal artikel jurnal pertama dan artikel keenam dengan rata rata 75,94%. Pada kategori cukup puas artikel kedua dan artkel ketiga dengan rata rata 62,345%. Dimensi tertinggi Empathy dengan persentase 78,11% dan dimensi terendah Responsiveness dengan presentase 74,02%.