ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan serangkaian gejala, termasuk delusi, halusinasi, ucapan atau perilaku yang kacau, dan kemampuan kognitif yang terganggu. Skizofrenia merupakan gangguan psikis, untuk itu pengobatan yang utama diberikan adalah antipsikotik yang sesuai dengan algoritma secara patuh diindikasikan dapat mengurangi gejala positif atau negatif pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Apotek Adira Farma Kandangan Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep pasien hipertensi secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik Proportional Random Samplin dan pengambilan sampel minimalnya dapat ditentukan menggunakan Rummus slovin. Sampel yang didapat dari penelitan ini sebanyak 311 lembar resep. Penelitian ini menggunakan lembar observasi kemudian direkap kedalam format Microsoft excel, kemudian didistribusikan menurut kreteria yang terdiri dari nama obat, golongan obat, dosis obat, bentuk sediaan obat dan frekuensi obat. Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini dengan persentase tertinggi berdasarkan nama obat adalah Stelosi 141 (32,4%), berdasarkan Golongan Antipsikotik Tipikal 262 (60,22%), berdasarkan dosisi Stelosi 5 mg tab sebanyak 141 (32,4%), berdasarkan frekuensi pemakaian dua kali sehari sebanyak 204 (46,90%), dan berdasarkan bentuk sediaan tablet 341 (78,40%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia atau psikosis masih merupakan salah satu gangguan mental yang prevalensinya signifikan di Indonesia. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, tingkat kejadian skizofrenia/psikosis di Indonesia cukup tinggi, dengan mayoritas penderitanya telah menerima pengobatan, meskipun masih menghadapi tantangan seperti ketidakteraturan minum obat dan masalah biaya. Studi menunjukkan bahwa antipsikotik golongan atipikal cenderung memiliki biaya yang lebih tinggi, namun dapat memberikan efek samping yang lebih sedikit atau lebih efektif dalam mengatasi gejala psikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembiayaan obat antipsikotik pada skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur. Proses pencarian literatur ini dilakukan melalui Google Scholar, Research Rabbit, dan PubMed. Didapatkan sebanyak 13 artikel dalam rentang tahun terbit 2013-2023, artikel yang memenuhi batasan penelitian sebanyak 7 artikel yang telah terakreditasi sinta 2, 3, 4 dan Internasional. Pendekatan tinjauan literatur ini mengadopsi desain observasional retrospektif. Hasil analisis terhadap tujuh artikel dalam tinjauan literatur yaitu, empat artikel menunjukkan baik obat tunggal maupun kombinasi Haloperidol dari golongan tipikal sebagai obat antipsikotik dengan biaya obat terendah. Satu artikel menunjukkan Risperidon dari golongan atipikal dan satu artikel menunjukkan Brexpiprazole dari golongan atipikal sebagai obat antipsikotik dengan biaya obat terendah masing-masing. Selain itu, satu artikel menunjukkan bahwa kombinasi obat dari golongan atipikal-atipikal, tanpa menyebutkan nama obatnya, merupakan obat antipsikotik dengan biaya obat terendah.