Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

310 item publik

Publikasi

Halaman 10 dari 16

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUANG FARMASI DI PUSKESMAS SUNGAI CUKA

NOR ATIPAH
2024 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan puskesmas, kepuasaan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan mereka. Kualitas pelayanan puskesmas yang baik akan mempengaruhi kepuasan pasien dan mengakibatkan pasien kembali datang untuk menggunakan jasa pelayanan tersebut. Akan tetapi kurangnya Tenaga Teknis Kefarmasian di Puskesmas Sungai Cuka membuat pelayanan kefarmasian menjadi kurang optimal sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Ruang Farmasi Di Puskesmas Sungai Cuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional. Rancangan penelitian akan di lakukan secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sungai Cuka yang mendapatkan resep obat atau pengambilan obat pada pelayanan kefarmasian. Sampel diambil dengan metode Random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 306 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa tentang tingkat kepuasan pasien ditinjau dari 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan kenyataan yang menunjukan bahwa presepsi tingkat kepuasan terbesar pada dimensi kehandalan (78,00%), dimensi empati (77,00%), dimensi jaminan (77,00%), dimensi kenyataan (77,00%), dan dimensi ketanggapan (76,00%) dengan presentase nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka secara keseluruhan sebesar 76,00% dengan klasifikasi kepuasan adalah puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap pelayanan di ruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT PENYAKIT DISPEPSIA DI APOTEK SUKMA SARI BANJARMASIN TAHUN 2019

WIDYAS PUJI LESTARI
2024 · Book · Open Access

Dispepsia merupakan penyakit yang sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Menurut data rekam medik di Apotek Sukma Sari Banjarmasin pada tahun 2019 penyakit dispepsia menduduki urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat penyakit dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep dan rekam medis pasien dispepsia secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 295 lembar resep. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel bentuk presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien dispepsia di Apotek Sukma Sari Banjarmasin tahun 2019 di dominasi oleh pasien perempuan dengan kelompok umur terbanyak adalah 26-35 tahun dan banyak diderita oleh ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 26,77%. Obat yang diresepkan pada pasien dispepsia ini kebanyakan digunakan secara kombinasi: 279 resep (94,58%) dan terapi tunggal: 16 resep (5,42%). Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah golongan Proton Pump Inhibitor (21,15%). Jenis obat yang paling banyak digunakan adalah lansoprazole sebesar 20,6%.

PROFIL PEMBERIAN INFORMASI CARA PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN SUPPOSITORIA REKTAL OLEH PETUGAS APOTEK DI WILAYAH BANJARMASIN TENGAH

NURLIANI
2024 · Book · Open Access

Suppositoria rektal merupakan sediaan khusus yang memerlukan informasi yang spesifik tentang cara penggunaan dan penyimpanan obat secara tepat. Informasi tersebut wajib diberikan oleh Tenaga Kefarmasian kepada pasien untuk menjamin tercapainya efek terapi obat. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui profil pemberian informasi cara penggunaan dan penyimpanan suppositoria rektal oleh Petugas Apotek di wilayah Banjarmasin Tengah. Jenis penelitian bersifat observasional dengan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Waktu dan tempat penelitian pada bulan Februari sampai dengan April, 2022 di Apotek wilayah Banjarmasin Tengah. Populasi dan sampel : petugas apotek yang mewakili apotek di setiap wilayah, berjumlah 55 Apotek. Pengambilan data penelitian dengan alat perekam, data diolah menggunakan lembar observasi, dan dianalisis dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil pemberian informasi cara penggunaan suppositoria rektal oleh petugas apotek yang disampaikan 42,91 %, tidak disampaikan 57,09 %. Profil pemberian informasi cara penyimpanan suppositoria rektal disampaikan 54,55 %, tidak disampaikan 45,45 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi cara penggunaan dan penyimpanan suppositoria rektal oleh petugas apotek masih belum optimal.

PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIPSIKOTIK DI APOTEK X KOTA BANJARMASIN TAHUN 2021

WENNY RINA EMAYATI
2024 · Book · Open Access

Obat antipsikotik dikenal sebagai neuroleptik. Penggunaan Obat antipsikotik pada umumnya membuat tenang tanpa mempengaruhi kesadaran dan tanpa menyebabkan efek kegembiraan. Peresepan obat antipsikotik mencegah mengganggu orang lain atau merusak/menyakiti dirinya sendiri bersifat lebih kompleks, mulai dari yang ringan seperti rasa cemas, takut hingga yang tingkat berat berupa sakit jiwa atau dikenal sebagai gila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Profil Peresepan Obat Antipsikotik di Apotek X Kota Banjarmasin Tahun 2021. Penelitian bersifat non eksperimental deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif yaitu data yang diamati berupa resep antipsikotik. Waktu dan tempat penelitian pada bulan Februari - April 2022 di Apotek X Kota Banjarmasin. Populasi yaitu seluruh resep yang masuk di Apotek X Kota Banjarmasin pada tahun 2021 dan sampel resep yang didalam tertulis obat antipsikotik. Pengolahan data menggunakan lembar observasional dengan hitungan persentase nama obat, golongan obat, potensi obat, aturan pakai obat dan lama pemberian obat. Profil penggunaan obat antipsikotik di Apotek X Kota Banjarmasin Tahun 2021 terbanyak yaitu ; Nama obat terbanyak Alprazolam 1 mg sebanyak 86 (23,70%). Golongan obat Benzodiaepine sebanyak 363 (100%). Potensi obat Alprazolam 1 mg sebanyak 86 (23,70%), aturan pakai obat yaitu 1x sehari 1 tablet sebanyak 363 (100%.) dan Lama pemberian obat Atarax® 1 mg sebanyak 79 (21,76%).

PENELITIAN: KETETAPAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFADROXIL SUSPENSI PADA ANAK DI APOTEK AMANDIT FARMA BANJARMASIN TAHUN 2019

DITA AMALIA SAFITRI
2024 · Book · Open Access

Antibiotik merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan terhadap infeksi. Penggunaan antibiotik tidak lepas dari tepat dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase ketepatan dosis, interval waktu minum dan lama penggunaan antibiotik cefadroxil suspensi pada pasien anak dengan umur 1-6 tahun di Apotek Amandit Farma. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dan data ditampilkan secara deskriptif. Sampel yang diambil menggunakan metode proportional random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data hasil pengamatan diperoleh sebanyak 184 resep pada tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan perhitungan berdasarkan standar Buku Dosis Anak 2016 dan Pharmacoteraphy Ninth Edition. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase tepat dosis sekali minum 23,36% sedangkan tepat dosis sehari minum 65,73%. Persentase ketepatan interval waktu minum 28,80% dan tidak tepat sebanyak 71,19% Persentase ketepatan lama pemakaian 96,73% dan tidak tepat sebanyak 3,26% di Apotek Amandit Farma Banjarmasin pada bulan Januari 2021.

PENELITIAN: GAMBARAN KELEGKAPAN ADMINISTRASI RESEP DI APOTEK MURAH BINUANG KABUPATEN TAPIN PADA TAHUN 2020

NOR AIDA
2024 · Book · Open Access

Kelengkapan administratif dan farmasetik pada resep sangat berpengaruh karena dapat mencegah dan mengurangi terjadinya medication error. Pentingnya kelengkapan resep tersebut masih belum disadari banyak dokter karena pengetahuan dokter yang masih minim tentang kelengkapan resep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan administrasi resep yang ada di Apotek Murah Binuang pada tahun 2020. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling. Terdapat 86 resep yang digunakan sebagai sampel yaitu resep dari dokter. Analisis data melakukan perhitungan dengan satuan persen yang disajikan berbentuk tabel berdasarkan parameter. instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Gambaran kelengkapan administrasi resep dokter di Apotek Murah Binuang pada tahun 2020 menurut dengan PMK No. 73 tahun 2016 didapatkan hasil 100% tidak lengkap. 3 parameter yang tertinggi ketidaklengkapannya, yaitu Jenis kelamin (99%), Berat badan (98%) dan Paraf (95%).

PEMBERIAN LEAFLET EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT HIPERTENSI DI UPTD PUSKEMAS AMPAH KABUPATEN BARITO TIMUR

ELFA RAHMINA
2024 · Book · Open Access

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi hipertensi adalah kepatuhan dalam pengobatan yang dapat dilihat dari kepatuhan pengambilan obat. Kepatuhan pengambilan obat hipertensi juga dapat ditingkatkan dengan penggunaan leaflet edukasi. Tujuan penelitian ini untuk kepatuhan pengambilan obat hipertensi sebelum dan sesudah diberikan leaflet edukasi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis dan prospektif terhadap resep dan lembar pengambilan obat pasien. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik consecutiv sampling di mana terdapat 37 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data kepatuhan menggunakan Medication Possession Ratio (MPR) dan analisis data terkait perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan setelah pemberian leaflet edukasi menggunakan SPSS 17.0 dengan uji Wilcoxon selama periode April-Juni 2022. Data analisis ditampilakan secara tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa leaflet edukasi efektif meningkatkan kepatuhan pengambilan obat hipertensi di UPTD Puskesmas Ampah Kabupaten Barito. Hasil dari kepatuhan minum obat sebelum diberikan leaflet didapat sebesar 45,95% (17 orang) patuh, 54,05% (20 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat, dan sebesar 91,89% (34 orang) patuh, dan 8,11% (3 orang) tidak patuh dalam pengambilan obat setelah diberikan leaflet. Hasil Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 dimana ada perbedaan kepatuhan pengambilan obat sebelum dan sesudah pemberian leaflet edukasi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIGO (Benincasa hispida (Thunb) Cogn.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

INTAN SARI
2024 · Book · Open Access

Beligo merupakan salah satu tanaman pertanian yang dibudidayakan untuk diambil buahnya. Biasanya buah beligo menjadi bahan membuat sayuran, manfaat buah beligo yaitu dapat membantu mencegah penyakit flu. Kandungan vitamin C dan zinc pada buah beligo berperan penting untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mencegah virus flu. Buah yang berwarna hijau ini juga mampu mengurangi kemungkinan terkena radang paru-paru dan stroke. Namun hingga saat ini penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun beligo belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun beligo terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan nilai Kadar Hambat Minimum (KHM). Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental. Daun beligo diambil dari hutan Kuala kapuas, Kalimantan Tengah. Sampel penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% daun beligo yang diperoleh dengan cara maserasi. Ekstrak diuji aktivitas antibakterinya menggunakan konsentrasi 3,12%; 6,25%; 12,5%; dan 25%. Kontrol negatif menggunakan aquadest. Pengujian dilakukan dengan metode uji difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun beligo dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Konsentrasi hambat minimum ekstrak daun beligo yaitu 6,25%. Dengan diameter daya hambat rata-rata 8,28 mm.

ANALISIS ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK RESEP PASIEN DI APOTEK TASYA MUKARRAMAH BANJARMASIN

DIAN FEBRIANA
2024 · Book · Open Access

Pengkajian resep merupakan salah satu terjadinya pencegahan kesalahan pengobatan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 73 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek bahwa dalam pelayanan resep harus melakukan pelayanan administratif yang meliputi nama pasien, umur pasien, jenis kelamin pasien, berat badan pasien, nama dokter, nomor SIP dokter, alamat dokter, nomor telepon dokter, paraf dokter dan tanggal resep. Dan pelayanan farmasetik yang meliputi bentuk sediaan, kekuatan sediaan, stabilitas dan kompatibilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian resep secara administratif dan farmasetik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan standar pelayanan kefarmasian di Apotek nomor 73 tahun 2016. Penelitian dilakukan di Apotek Tasya Mukarramah Banjarmasin dengan menggunakan metode rancangan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik. Populasi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 6.672 lembar resep, dengan sampel sebanyak 378 lembar resep yang terdiri dari 136 sampel resep racikan dan 242 sampel resep non racikan di Apotek Tasya Mukarramah Banjarmasin tahun 2021. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik acak yang proposional. Dengan menggunakan lembar observasional menurut Peraturan Menteri Kesehatan standar pelayanan kefarmasian di Apotek nomor 73 tahun 2016. Data yang diperoleh di analisis menggunakan program Microsoft Office Excel 2013. Hasil penelitian dari sampel 378 lembar resep keseluruhan tidak ada yang memenuhi kelengkapan administratif dan farmasetik

GAMBARAN PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN BARITO TIMUR

TAUFIK KARAMI
2024 · Book · Open Access

Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan dan mudah rusak,sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pengelolannya. Puskesmas bertanggung jawab atas penyimpanan vaksin. Penyimpanan vaksin adalah suatu cara untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan vaksin di wilayah kerja puskesmas kabupaten Barito Timur terhadap standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, CDOB Tahun 2020 dan Pedoman Pengelolaan Vaksin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang diambil dilakukan secara prospektif dengan menggunakan checklist dan wawancara. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer. Hasil Penelitian ini adalah pengolahan data kesesuaian penyimpanan vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Timur masih belum sepenuhnya sesuai dengan Cara Distribusi Obat Yang Baik Tahun 2020 maupun Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 tahun 2017 yaitu indikator Sumber Daya Manusia (SDM) penyimpanan vaksin sebanyak 15% yang telah sesuai dengan aturan, indikator Fasilitas Penyimpanan Vaksin sebanyak 65 % yang telah sesuai dengan aturan. Serta terakhir, indikator Operasional Penyimpanan vaksin sebesar 45 % yang telah sesuai dengan aturan.

GAMBARAN REGIMEN TERAPI DAN PEMBIAYAAN PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD ULIN TAHUN 2022

REZA JUNADI
2024 · Book · Open Access

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas dengan angka kejadian yang tinggi baik di Indonesia maupun di dunia, kanker payudara sendiri merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Kemoterapi adalah obat-obatan sitostatik yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker atau bahkan dapat melenyapkan sel kanker. Pemberian kemoterapi dalam bentuk regimen juga diharapkan menurunkan resistensi sel kanker terhadap pengobatan. Untuk mencapai tujuan terapi tersebut, digunakan regimen terapi yang bervariasi dan kompleks. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran regimen kemoterapi dan mengetahui pembiayaan obat kemoterapi kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini deskriptif yang bersifat retrospektif yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2022. Penelitian menunjukkan hasil bahwa pasien kanker payudara dengan regimen CAF ( Cyclofosfamid – Andriamicin / Doxorubicin – Fluouracil ) yang diberikan pada hari pertama secara intravena dan sejalan dengan Kemenkes tahun 2017 menyatakan bahwa regimen CAF termasuk regimen first line pada kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan jenis obat kemoterapi kanker payudara dari 335 pasien didapatkan 123 ( 37% ) pasien dengan regimen kombinasi 3 golongan yaitu antrasiklin, antimetabolite dan alkylating agent dengan biaya pengobatan persiklus sebesar Rp.1.550.000. Distribusi Frekuensi regimen kemoterapi yang terbanyak kedua di RSUD Ulin Banjarmasin dari kombinasi 2 obat didapatkan 88 pasien 26,2 % dengan golongan taxane dan alkylating agent. Kombinasi carboplatin dan paclitaxel ditoleransi baik pada pengobatan lini pertama ca mammae metastatik dibandingkan dengan penggunaan carboplatin tunggal.Carboplatin yang dikombinasi dengan paclitaxel menghasilkan penurunan insiden emesis dan neurotoksisitas dibandingkan cisplatin meskipun mengakibatkan masalah myelosuppression yang lebih besar. Dengan biaya pengobatan persiklus sebesar Rp. 1.950.000. Kesimpulan dari penelitian didapatkan dengan regimen didapatkan kombinasi dengan regimen CAF ( Cyclofosfamid – Andriamicin / Doxorubicin – Fluouracil ) didapatkan 123 pasien (37%), dan yang kedua dengan kombinasi taxan dan alkylating agent didapatkan 88 pasien ( 26,2 % ).

HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D DI PUSKESMAS S.PARMAN KOTA BANJARMASIN

NUR AZIZAH
2024 · Book · Open Access

Hipertensi sering disebut “silent killer” dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita, jika tidak mendapatkan terapi yang tepat maka akan menimbulkan komplikasi penyakit lain yang akan memperburuk kualitas hidup pasien yang menderita penyakit hipertensi.. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi pasien hipertensi, mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipetensi dan mengetahui apakah karakteistik demografi memiliki hubungan terhadap kualitas hidup pasein hipertensi rawat jalan di Puskesmas S.Parman Banjarmasin. Metode pada penelitian ini dengan melakukan observasional menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) yang meliputi 5 dimensi yaitu kemampuan berjalan/mobilitas, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa kesakitan dan tidak nyaman, rasa cemas dan depresi serta lembar informed consent pada pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini pasien hipertensi rawat jalan yang berobat di Puskesmas S.Parman periode Maret 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data kualitas hidup menggunakan menggunakan EQ-5D index calculator dan analisis statistika menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan karakteristik dengan kualitas hidup Hasil penelitian menunjukan distribusi karakteristik pada penelitian ini dibagi menjadi 8 bagian yakni jenis kelamin perempuan (57,14%), usia 56-65 (54,76%), pendidikan SLTA (50,00%), pekerjaan ibu rumah tangga (34,52%), lama menderita hipertensi >5th (60,71%), penyakit penyerta (50,00%), tidak memiliki riwayat hipertensi (52,38%), dan kategori hipertensi tingkat 2 (53,57%). Kualitas hidup penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang memiliki kualitas hidup baik sejumlah 77 sampel (91,67%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 7 sampel (8,33%). Pengukuran Karakteristik sampel menggunakan spss didapatkan jenis kelamin (pvalue=0,425), usia (p-value=0,521), pendidikan (p-value=0,899), pekerjaan (pvalue=0,444), lama menderita (p-value=0,085) dan riwayat hipertensi (p-value=0,188) berupa tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien hipertensi sedangkan penyakit penyerta (p-value=0,048) dan kategori hipertensi (p-value=0,010) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE RAWAT JALAN DI KLINIK MEGA ANUGRAH HULU SUNGAI UTARA

NAZULLA MUDJIB NARARIA
2024 · Book · Open Access

Kualitas hidup merupakan sasaran utama ingin dicapai pada bidang pembangunan kesejahteran kesehatan. Kualitas hidup berkaitan dengan tujuan, harapan, standar dan kepedulian selama hidupnya. Keberhasilan pengobatan diharapkan berpengaruh terhadap kualitas hidup sehingga kesejahteraan dapat tercapai. Tujuan peenelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke dan Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Rawat Jalan di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara Prospektif. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023 di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Populasi yaitu pasien pasca stroke sebanyak 124 pasien dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling didapat Jumlah total sampel sebanyak 78 Pasien dengan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EQ-5D. Pengolahan dan analisis data menggunakan kalkulator online EQ-5D. Hasil kualitas EQ5D pasien pasca stroke dengan karakteristik pasien dengan kualitas hidup baik yaitu perempuan sebanyak 63,41%, pada umur 56-65 tahun sebanyak 65,22%, dengan pendidikan SLTA sebanyak 69,23%, dengan pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 52,38%, dan dengan status menikah sebanyak 62,16%. Hasil medis yaitu pasien Baru sebanyak 70,73%, penyakit penyerta sebanyak 67,92%, lama sakit < 5 tahun sebanyak 64%, dan Riwayat keluarga sebanyak 76,47%. Berdasarkan hasil kualitas hidup berdasarkan EQ5D pasien pasca stroke didapat hidup baik sebanyak 49(62,82%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 29 (37,18%)

KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DIPUSKESMAS BANJARBARU SELATAN

RISKA AZIZAH
2024 · Book · Open Access

Hipertensi akan merusak suatu organ target dan memicu munculnya stroke, terjadinya penyakit jantung koroner hingga berujung pada kematian. Prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk berusia ≥18 tahun mencapai angka 8,4%. Prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk berusia ≥18 tahun di Kalimantan Selatan mencapai angka 10%. Pravelensi kepatuhan pasien lansia di puskemas wilayah surabaya menggunakan metode pill-Count menunjukkan sebanyak 21 (70%) dan tidak patuh 9 (30%). Kepatuhan minum obat merupakan keadaan ketika pasien minum obat yang tepat, pada waktu yang tepat, dosis yang tepat, jadwal yang benar, dan kondisi yang tepat misalnya diminum setelah makan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru Selatan Penelitian ini dilakukan secara observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan prospektif. Data hasil penelitian akan dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian lembar informend consent, dan lembar perhitungan pil. Metode penelitian ini menggunakan metode Pill-Count kepada pasien hipertensi selama periode bulan Mei–Juni 2023. Metode pill count ini dilakukan dengan menghitung sisa obat yang didapatkan pasien selama terapi pada periode waktu tertentu. Kepatuhan dinyatakan dengan patuh ≥ 80% dan tidak patuh

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN OBAT GENERIK PADA PASIEN DI APOTEK AISYAH MEDIKA BANJARMASIN

FITRIA
2024 · Book · Open Access

Obat generik memiliki harga yang lebih rendah dari pada obat paten karena obat generik tidak memerlukan biaya dalam penelitian dan tidak memerlukan biaya dalam pematenan obat. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas. Kurangnya pemahaman pada masyarakat tentang obat generik menjadi faktor yang menyebabkan obat generik di pandang sebelah mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada pasien di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah observasional, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data yang diperoleh akan disajikan secara deskritif. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang membeli obat di Apotek Aisyah Medika Banjarmasin yang memenuhi kriteria dan bersedia untuk mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan total sampel 310 responden pengambilan data pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan data penelitian menggunakan lembar kuesioner. Pengolaan data menggunakan Microsoft Excel dan bantuan SPSS kemudian akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada responden didapatkan hasil dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 30 responden (9,7%), kategori cukup sebanyak 139 responden (44,8%), kategori kurang sebanyak 141 responden (45,5%).

GAMBARAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN FARMASI KLINIK DI PUSKESMAS KECAMATAN BANJARMASIN UTARA

HARDIANTI SAPUTRI
2024 · Book · Open Access

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien dan berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pengaturan standar pelayanan kefarmasian bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian serta melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik di Puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara berdasarkan Permenkes No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, khususnya pada pelayanan farmasi klinik dan sarana prasarana, sebab Pelayanan farmasi klinik merupakan hal yang terpenting demi kesehatan pasien dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan pelayanan. dengan terlaksananya pelayanan yang baik maka kesehatan pasien akan lebih terjamin. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimenta/observasional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif. Data akan ditampilkan secara deskriptif, yaitu untuk menggambarkan pelayanan farmasi klinik di puskesmas Kecamatan Banjarmasin Utara. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada Pelayanan Farmasi Klinik di 5 Puskesmas Wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 78%, Sarana dan Prasarana kelengkapan yang dimiliki di 5 Puskesmas wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah 74 %. Sedangkan nilai rata-ratanya sebesar 77 % yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan Pelayanan Farmasi Klinik pada kriteria persentase menurut Arikunto (2013) telah sesuai standar dengan kategori baik.

FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI CAIR DARI MINYAK ATSIRI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)

RAUDATUL JANNAH
2024 · Book · Open Access

Kebersihan merupakan sesuatu hal yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan yaitu dengan menggunakan sabun saat mandi. Sabun terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sabun padat dan sabun cair. Sabun cair memiliki kelebihan yang lebih banyak dari sabun padat. Minyak atsiri daun jeruk nipis bisa digunakan secara efektif dalam formulasi sediaan sabun mandi cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi uji sifat fisik formulasi sediaan sabun mandi cair dari minyak atsiri daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental. Sabun mandi cair dibuat dengan variasi BHT sebagai antioksidan, pada formulasi 1 (0,02 g BHT) dan formulasi 2 (0,1 g BHT). Pengujian fisik meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji bobot jenis dan uji alkali bebas. Hasil data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Normalitas Shapiro Wilk dan uji Mann-Whitney Test. Berdasarkan penelitian uji sifat fisik sabun cair dari minyak atsiri daun jeruk nipis yang sudah dilakukan, didapatkan hasil uji organoleptis yaitu formulasi 1 dan 2 berbau khas serta berbentuk cairan kental. Uji homogenitas yang dihasilkan berupa cairan yang homogen tidak terdapat butiran. Nilai uji pH yang dihasilkan yaitu sebesar 8,11 – 11,96, hasil tersebut menunjukkan bahwa pada uji pH tidak memenuhi standar SNI 06-4085-1996. Uji bobot jenis yang dihasilkan seberat 1,02 g/ml dan uji alkali bebas yang dihasilkan yaitu 0,02%, 0,03% dan 0,04%. Hasil pada uji bobot jenis dan alkali bebas menunjukkan bahwa pada uji tersebut memenuhi standar SNI 06-4085-1996.

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT GENERIK MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

MUHAMMAD HELMI
2024 · Book · Open Access

Obat generik sering dianggap dengan obat kualitas rendah lantaran harganya yang lebih terjangkau. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik menjadi faktor utama sehingga obat jenis ini kurang dimanfaatkan. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga farmasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjrmasin tentang obat generik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah noneksperimental dalam desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google forms, dengan metode prospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yaitu dimana semua sampel yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi sebanyak 185 responden. Data diolah dengan Microsoft Excel disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan obat generik di kalangan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin diperoleh dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 124 responden (61,38%), kategori cukup sebanyak 66 responden (32,67 %), kategori kurang sebanyak 12 responden (5,84 %) dan ratarata tingkat pengetahuan dari 202 responden termasuk kategori baik dengan 76,91% jawaban benar.

FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata)

SELDA FADILLA
2024 · Book · Open Access

Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Antioksidan diperlukan untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas, Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami adalah matoa (Pometia pinnata). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil uji sifat fisik dari formula ekstrak daun matoa yang memenuhi persyaratan mutu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental, menggunakan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) yang sudah dibuat oleh Paramita Sanjaya pada tahun 2022, dengan metode maserasi dan mengunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun matoa diformulasikan menjadi sediaan lotion dengan konsentrasi 2% dan dengan variasi konsentrasi karagenan 1% dan 3%. Semua sediaan disertai uji sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji daya proteksi. Analisis data statistik dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji One Way Anova dengan signifikansi (p

GAMBARAN TINGKAT KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS SE-KECAMATAN BANJARMASIN UTARA TAHUN 2021

MUHAMMAD FIKRI RAMADHAN
2024 · Book · Open Access

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berperan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Salah satu faktor yang menjamin pelayanan kesehatan berjalan baik adalah pengelolaan obat dan alat kesehatan. Pengelolaan obat yang kurang baik akan mengakibatkan ketersediaan obat mengalami stagnant (kelebihan persediaan obat) dan stockout (kekurangan atau kekosongan persediaan obat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan obat di Puskesmas se-Kecamatan Banjarmasin Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dan pengambilan data dilakukan dengan pendekatan secara Cross Sectional yang bersifat Retrospektif dengan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-April 2022 di Puskesmas se-Kecamatan Banjarmasin Utara. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Lembar Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) di Puskesmas se-Kecamatan Banjarmasin Utara dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan obat berdasarkan tingkat ketersediaan obat dan mempersentasekan sesuai dengan kategori. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapat rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas se-Kecamatan Banjarmasin Utara yaitu 17,89 bulan dengan kategori kosong 52,65%, kategori kurang 1,95%, kategori aman 28% dan kategori berlebih 12,4%