Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

229 item publik

Publikasi

Halaman 6 dari 12

PENELITIAN: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

HELWA NAMIROH
· Thesis · Open Access

Penyebab terjadinya infeksi salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif dapat terjadi pada kontaminasi langsung pada luka misalnya pada infeksi luka pasca operasi. Pengobatan infeksi dapat dilakukan menggunakan obat-obatan antibiotik, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan adalah Ketepeng Cina yang memiliki kandungan kimia penting pada daunnya seperti tannin, rein aloeemodina, rein aloe-emodinadiantron, asam krisofanat, alkaloida, saponoin, flavonoida, dan glikosida antrakinon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daun ketepeng cina terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan besar hambatan yang dihasilkan. Metode difusi cakram digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina. Kloramfenikol sebagai kontrol positif digunakan untuk menjadi pembanding aktivitas antibakteri. Konsentrasi yang dibuat yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan dilakukan 4 replikasi. Daun ketepeng cina yang diekstraksi dengan etanol 96% menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil pengujiandidapatkan zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 2,29 mm; konsentrasi 40% sebesar 3,61 mm; konsentrasi 60% sebesar 4,19 mm; konsentrasi 80% sebesar 2,33 mm dan konsentrasi 100% sebesar 3,58 mm. Berdasarkan hasil zona hambat tersebut semua hasil dikategorikan lemah sebagai antibiotik

TINJAUAN LITERATUR: PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS

AHMAD ALDI
· Thesis · Open Access

Infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas. Prevalensi ISPA di Indonesia adalah 25,0 %. ISPA merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sebanyak 40- 60 % kunjungan berobat di Puskesmas dan 15- 30 %. Pengobatan untuk ISPA adalah menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotika berdasarkan golongan obat dan nama antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas. Metode tinjauan literatur ini adalah dengan melakukan pencarian jurnal dan artikel pada google scholar dengan menggunakan kata kunci yang ditetapkan. Jurnal atau artikel yang dipilih harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi antara lain, terakreditasi sinta, diterbitkan tahun 2010-2021 dan mencantumkan nama dan golongan antibiotik. Jurnal dan artikel yang didapatkan dianalisis dengan melakukan perbandingan terhadap setiap artikel dan jurnal. Pada hasil tinjauan literatur didapatkan dari 6 artikel 4 artikel nasional dan 2 artikel internasional dimana 5 artikel menggunkan antibiotik golongan penicillin (amkosisilin) dan 1 artikel yang menggunakan antibiotik golongan maklorida (eritromycin). Berdasarkan literatur profil penggunaan antibiotika di puskesmas diketahui dapat menjadi sumber referensi yang dapat dikembangkan penelitipeneliti lain, khususnya dalam mengetahui golongan dan nama antibiotik apa saja yang di gunakan untuk penyakit ISPA dan dapat lebih bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

GAMBARAN PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN BARITO TIMUR

TAUFIK KARAMI
· Thesis · Open Access

Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan dan mudah rusak,sehingga memerlukan penanganan khusus dalam pengelolannya. Puskesmas bertanggung jawab atas penyimpanan vaksin. Penyimpanan vaksin adalah suatu cara untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan vaksin di wilayah kerja puskesmas kabupaten Barito Timur terhadap standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, CDOB Tahun 2020 dan Pedoman Pengelolaan Vaksin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang diambil dilakukan secara prospektif dengan menggunakan checklist dan wawancara. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer. Hasil Penelitian ini adalah pengolahan data kesesuaian penyimpanan vaksin di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Barito Timur masih belum sepenuhnya sesuai dengan Cara Distribusi Obat Yang Baik Tahun 2020 maupun Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 tahun 2017 yaitu indikator Sumber Daya Manusia (SDM) penyimpanan vaksin sebanyak 15% yang telah sesuai dengan aturan, indikator Fasilitas Penyimpanan Vaksin sebanyak 65 % yang telah sesuai dengan aturan. Serta terakhir, indikator Operasional Penyimpanan vaksin sebesar 45 % yang telah sesuai dengan aturan.

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS BERDASARKAN FORMULARIUM DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM

RAHMAD NIKA RIO SETIAWAN
· Thesis · Open Access

Kesesuaian resep obat dengan Formularium merupakan salah satu indikator penggunaan obat. Penggunaan Formularium obat dapat menjamin standar peresepan yang berkualitas. Menurut WHO kesesuaian resep dengan Formularium harus 100% sesuai. Kesesuaian resep dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan serta untuk membantu memperbaiki sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat. Peresepan yang belum sesuai dapat mengakibatkan masalah seperti tidak tercapainya tujuan terapi obat, meningkatnya efek samping obat, meningkatnya resistensi dan pemborosan sumber daya kesehatan yang langka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian obat pasien BPJS dengan Formularium di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dan wawancara secara prospektif. Sampel yang digunakan adalah resep obat pasien BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada tahun 2022 dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dan Jumlah resep yang diteliti adalah 379 lembar resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta sampel wawancara yang digunakan adalah Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Kelayan Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan obat BPJS di Puskesmas Kelayan Dalam berdasarkan Formularium Nasional didapatkan 196 lembar resep (51,7%) yang sesuai dan 183 lembar resep (48,3%) yang belum sesuai. Berdasarkan Formularium Puskesmas Kelayan Dalam didapatkan hasil 349 lembar resep (92%) yang sesuai dan 30 lembar resep (8%) yang tidak sesuai. Faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaian peresepan tersebut karena adanya tiga faktor yaitu kekosongan obat yang terjadi, ketidakpatuhan Dokter dalam menuliskan resep sesuai Formularium dan permintaan obat dari pasien.

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE RAWAT JALAN DI KLINIK MEGA ANUGRAH HULU SUNGAI UTARA

NAZULLA MUDJIB NARARIA
· Thesis · Open Access

Kualitas hidup merupakan sasaran utama ingin dicapai pada bidang pembangunan kesejahteran kesehatan. Kualitas hidup berkaitan dengan tujuan, harapan, standar dan kepedulian selama hidupnya. Keberhasilan pengobatan diharapkan berpengaruh terhadap kualitas hidup sehingga kesejahteraan dapat tercapai. Tujuan peenelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke dan Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Rawat Jalan di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara Prospektif. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023 di Klinik Utama Mega Anugerah Hulu Sungai Utara. Populasi yaitu pasien pasca stroke sebanyak 124 pasien dengan menggunakan teknik Consecutive Sampling didapat Jumlah total sampel sebanyak 78 Pasien dengan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EQ-5D. Pengolahan dan analisis data menggunakan kalkulator online EQ-5D. Hasil kualitas EQ5D pasien pasca stroke dengan karakteristik pasien dengan kualitas hidup baik yaitu perempuan sebanyak 63,41%, pada umur 56-65 tahun sebanyak 65,22%, dengan pendidikan SLTA sebanyak 69,23%, dengan pekerjaan Ibu rumah tangga sebanyak 52,38%, dan dengan status menikah sebanyak 62,16%. Hasil medis yaitu pasien Baru sebanyak 70,73%, penyakit penyerta sebanyak 67,92%, lama sakit < 5 tahun sebanyak 64%, dan Riwayat keluarga sebanyak 76,47%. Berdasarkan hasil kualitas hidup berdasarkan EQ5D pasien pasca stroke didapat hidup baik sebanyak 49(62,82%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 29 (37,18%)

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUANG FARMASI DI PUSKESMAS SUNGAI CUKA

NOR ATIPAH
· Thesis · Open Access

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan puskesmas, kepuasaan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan mereka. Kualitas pelayanan puskesmas yang baik akan mempengaruhi kepuasan pasien dan mengakibatkan pasien kembali datang untuk menggunakan jasa pelayanan tersebut. Akan tetapi kurangnya Tenaga Teknis Kefarmasian di Puskesmas Sungai Cuka membuat pelayanan kefarmasian menjadi kurang optimal sehingga banyak pekerjaan yang tertunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Ruang Farmasi Di Puskesmas Sungai Cuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional. Rancangan penelitian akan di lakukan secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sungai Cuka yang mendapatkan resep obat atau pengambilan obat pada pelayanan kefarmasian. Sampel diambil dengan metode Random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 306 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar kuesioner Hasil penelitian menunjukkan bahwa tentang tingkat kepuasan pasien ditinjau dari 5 dimensi yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan kenyataan yang menunjukan bahwa presepsi tingkat kepuasan terbesar pada dimensi kehandalan (78,00%), dimensi empati (77,00%), dimensi jaminan (77,00%), dimensi kenyataan (77,00%), dan dimensi ketanggapan (76,00%) dengan presentase nilai rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka secara keseluruhan sebesar 76,00% dengan klasifikasi kepuasan adalah puas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap pelayanan di ruang farmasi di Puskesmas Sungai Cuka

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Visible

FEBRIANTI NOOR HIDAYAH
· Thesis · Open Access

Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RS IBU DAN ANAK MUTIARA BUNDA MARTAPURA

ADELA NOREGA
· Thesis · Open Access

Angka kejadian sectio caesarea berdasarkan data persalinan di Kabupaten Banjar yaitu terjadi peningkatan dari tahun 2019 sebesar 86% dan di tahun 2020 sebesar 93%. Beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan dan komplikasi bedah sekitar 90% meningkatkan penyakit (morbiditas) pasca bedah sesar yang disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi. Pemberian antibiotik profilaksis dapat menurukan resiko infeksi bakteri yang masuk ke dalam rahim (endometritis) sebesar 60-70% dan menurukan resiko Infeksi Luka Operasi sebesar 30 – 65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien sectio caesarea di RSIA Mutiara Bunda Martapura. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif penelitian dilakukan pada bulan Februari – Maret 2023 data yang digunakan periode Januari – Desember 2022 menggunakan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel yaitu 305 data pasien sectio caesarea. Pengumpulan data di dapatkan dari rekam medik dan resep kemudian dimasukkan kedalam lembar observasi setelah itu data dianalisis menggunakan bantuan microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase berdasarkan parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil penggunaan antibotik profilaksis pada pasien sectio caesarea 100% Golongan Sefalosporin generasi 3 dengan sediaan injeksi tunggal yang paling banyak yaitu Ceftriaxon 234 (76,72%) resep dengan dosis 1 – 2 gram dan untuk sediaan oral yaitu Cefixim 305 (100%) resep dengan dosis 100 mg. Rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu 100% secara intravena dan dilanjutkan dengan penggunaan secara oral 100%. Interval pemberian dilakukan sebelum tindakan 30 – 60 menit dan sesudah dilakukan tindakan maksimal 24 jam sejak pemberian pertama dengan lama pemberian 2 hari untuk sediaan injeksi dan 5 hari untuk sediaan oral.

GAMBARAN PENGELOLAAN PEYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG INSTALASI FARMASI RSIA IBUNDA PELAIHARI

TIA NOR APRILLIA
· Thesis · Open Access

Penyimpanan obat di instalasi farmasi rumah sakit menjadi salah satu jaminan kelayakan obat yang di terima oleh rumah sakit sebelum disalurkan ke pasien. Menurut Permenkes RI nomor 72 tahun 2016 meyatakan bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Agar penyimpanan obat menjadi baik, maka di perlukan indikator atau parameter sebagai standar agar diterapkan untuk menjamin penyimpanan obat itu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi di RSIA Ibunda berdasarkan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode observasional kualitatif, dimana intrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasional. Berdasarkan hasil perhitungan lembar observasi di RSIA Ibunda dengan standar Permenkes No 72 tahun 2016 yaitu sebesar 92% yang masuk dalam kriteria baik dengan menunjukkan bagian yang sesuai standar yaitu komponen penyimpanan, sistem penyimpanan, metode penyimpanan. Sedangkan sebanyak 8% yang belum sesuai standar adalah bagian persyaratan penyimpanan, dan peralatan penyimpanan. Penyimpanan sediaan farmasi di Gudang Instalasi Farmasi RSIA Ibunda sudah memenuhi standar Permenkes No 72 Tahun 2016 dengan persentase 92% yang masuk dalam kategori baik

PENELITIAN: TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS UNTUK SWAMEDIKSI PADA MAHASISWA STIKES ISFI BANJARMASIN

NOVIA AULIA SARI
· Thesis · Open Access

Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas dikenal juga dengan sebutan obat OTC. Obat bebas terbatas adalah obat yang yang dapat dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun mempunyai peringatan khusus saat menggunakannya. Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit ringan sebelum mencari pertolongan kepada petugas kesehatan Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pegetahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin. Penelitian ini besifat non-eksperimental observasional pengambilan data dilakukan secara prosfektif menggunakan lembar kuesioner. Waktu penelitian pada bulan maret 2021 dan tempat di Stikes ISFI Banjarmasin. Populasi yaitu mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin sebanyak 249 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 154 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument penelitian adalah Kusioner Tingkat Pengetahuan Obat bebas dan obat bebas terbatas. Hasil tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin, hasil yangdidapat yaitu; Pengetahuan Baik 101(65,58%) pasien; tingkat Cukup 22(14,28%) pasien; dan tingkat Kurang 31(20,12%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penegtahuan penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi pada mahasiswa Stikes ISFI Banjarmasin di Nilai Baik

TINJAUAN LITERATUR: PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK

USWATUN HASANAH
· Thesis · Open Access

Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus digunakan dengan tepat, sesuai dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/VI/2000 tentang penggolongan obat, antibiotik merupakan obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan resistensi yang sangat merugikan salah satunya disebabkan dengan penggunakan tanpa resep dokter. Penelitian tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis beberapa literatur artikel penelitian yang dilakukan pada tempat yang berbeda, yang didapat dari pencarian google scholar dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, menggunakan kata kunci pengetahuan, antibiotik tanpa resep, dan apotek didapat 5 artikel literatur. Hasil tinjauan literatur dari 5 artikel ini pasien memiliki tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dengan kategori baik (23%), kategori sedang (32%) dan kategori kurang (45%), sehingga kesimpulan yang diperoleh hasil pengetahuan pasien tentang antibiotik masih kurang.