Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

229 item publik

Publikasi

Halaman 5 dari 12

TINJAUAN LITERATUR: POTENSI BAHAN ALAM KELUARGA Zingiberaceae SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Aedes Aygipty

ASMIATI NURUL HIKMAH
· Thesis · Open Access

Zingiberaceae secara umum dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman jahe-jahean. Masyarakat dari berbagai etnis telah memanfaatkan suku Zingiberaceae sebagai bahan obat tradisional. Adapun bagian yang digunakan sebagai bahan obat sebagian besar adalah rhizome dari tanaman tersebut. Zingiberaceae banyak di manfaatkan karena kandungan tanaman ini dapat sebagai Larvasida Aedes Aegypti. Aedes Aegypti adalah nyamuk yang sering menyebabkan banyak penyakit salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan tinjauan literatur ini untuk Mengetahui potensi bahan alam keluarga zinggiberaceae sebagai larvasida nyamuk Aedes Aygypti. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci di google scholar dan didapatkan keenam artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan litertur ini adalah dari artikel primer dari nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh pada setiap artikel menunjukan bahwa adanya potensi keluarga zingiberaceae terhadap larvasida nyamuk Aedes Aygypti. Berdasarkan dari keenam jurnal tersebut tanaman yang berpotensi sebagai larvasida keluarga Zingiberaceae yang berpotensi sebagai larvasida yaitu Ekstrak Rimpang Bangle(Zingiber montanum Rhizome), Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga), Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale Roxb), Minyak Atsiri Temu Mangga (Curcuma mangga,Val), Air Perasan Jahe Merah (Zingiberaceae officinale Rosc) dan Minyak Atsiri Rimpang Temu Kunci (Boensenbergia pandurata).

TIJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAWANG HITAM (Allium Sativum L)

MUHAMAD RIZKI
· Thesis · Open Access

Bawang putih segar mengalami proses pemanasan, berubah menjadi berwarna hitam, bertekstur seperti jelly dan lengket, memiliki rasa lebih manis dan asam dibandingkan bawang putih segar. Selain itu, terjadi perubahan beberapa senyawa bioaktif seperti S-allylcysteine, vitamin, asam fenolik dan flavonoid dalam bawang hitam yang berlangsung selama proses pemanasan. Bawang putih (Allium sativum L.) yang telah mengalami pemanasan menjadi bawang hitam (Black garlic) banyak digunakan sebagai makanan dan rempah rempah serta memiliki berbagai manfaat kesehatan dan sifat antioksidan lebih kuat dibandingkan bawang putih. Metode penelitian dengan pendekatan tinjauan literature dilakukan dengan cara mencari artikel penelitian terkait di google scholar, kata kunci yang digunakan aktivitas antioksidan bawang hitam ditemukan 81 artikel. Sebanyak 70 artikel yang diterbitkan pada tahun 2010 2020 dan artikel yang sesuai dengan judul ada 37 artikel, hingga didapatkan 7 artikel jurnal yang dapat digunakan sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil studi literatur dari 7 artikel yang didapatkan dengan jenis penelitian deskriptif dapat disimpulkan bahwa bawang hitam memiliki aktivitas antioksidan dengan proses fermentasi yang baik pada suhu pemanasan 60 - 70oC dan lama pemeraman yang optimal antara 3 - 30 hari dengan aktivitas antioksidan sangat tinggi.

TINJAUAN LITERATUR: GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS

SUSI RAHAYU
· Thesis · Open Access

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar didunia. Tuberkulosis penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Kepatuhan minum obat pada pasien TB merupakan suatu indikator keberhasilan yang sangat penting. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Kriteria yang digunakan yaitu dengan kriteria inklusi menggunakan intrumen MMAS-8, artikel jurnal, Full-Text, membahas tentang kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, artikel tahun 20 0-2020 dan tidak memuat penulis yang sama. Analisis data dilakukan dengan melihat 6 artikel untuk melihat kepatuhan minum obat. Berdasarkan hasil gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru di Puskesmas maka dapat disimpulkan berdasarkan persentase tingkat kepatuhan tinggi sebesar 56,46 , kepatuhan sedang 26,35 , dan kepatuhan rendah 7, 8 .

TINJAUAN LITERATUR: POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT

NUR FARADILLAH
· Thesis · Open Access

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Terapi utama yang diberikan pada penderita demam tifoid adalah antibiotik. Pola penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan tepat nama antibiotik atau jenis antibiotik dan bentuk sediaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit yang dilihat dari banyaknya nama antibiotik yang digunakan dan bentuk sediaan antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan7 artikel untuk melihat pola penggunaan antibiotik. Kata kunci yang digunakan adalah Pola Penggunaan, Antibiotik, Demam Tifoid, Rumah Sakit dan Rawat Inap. Kriteria inklusi pada artikel jurnal yang digunakan adalah artikel full teks, artikel memuat nama antibiotik dan bentuk sediaan, artikel membahas tentang kriteria pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di rumah sakit rawat inap, artikel yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, dan artikel tidak memuat penulis yang sama. Hasil penelitian menunjukan 3 artikel dengan nama antibiotik dengan persentasi tertinggi adalah Ceftriaxone, 2 artikel adalah Cefotaxime, satu artikel adalah Levofloxacin dan Ceftizoxime. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dari ketujuh artikel adalah bentuk sediaan ampul yang diberikan secara IV (Intravena) dikarenakan pasien rawat inap.

TINJAUAN LITERATUR: PROFIL KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN RIWAYAT HIPERTENSI

NUR HIKMAH
· Thesis · Open Access

Stroke merupakan suatu gangguan fungsional pada pembuluh darah yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik lokal atau global selama lebih dari 24 jam sehingga dapat menimbulkan kematian akibat dari gangguan peredaran darah di pembuluh darah. Dari keseluruhan stroke yang terjadi, sekitar 87% terdiagnosa stroke iskemik (penyumbatan pada pembuluh darah otak) dan sisanya merupakan stroke hemoragik (pecahnya pembuluh darah).Hipertensi faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian stroke, baik pada stroke iskemik ataupun stroke hemoragik. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian stroke iskemik dengan pasien yang memiliki riwayat hipertensi . Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur, dengan menggunakan kata kunci yaitu Kejadian, Stroke iskemik, Pasien Hipertensi yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari Google Scholar. Kriteria inklusi pada artikel yang digunakan adalah pasien yang mempunyai riwayat hipertensi, artikel nasional, artikel yang diterbitkan 2010-2020, artikel yang digunakan harus lengkap yang memuat nama peneliti, penerbit, nama artikel, volume, halaman, dan nomor artikel Hasil penelitian Tinjauan Literatur dari 6 artikel yang sudah dipublikasikan tersebut dari data yang diperoleh menyatakan adanya keterkaitan kejadian stroke iskemik pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi. . Faktor lain yang menyebabkan stroke iskemik adalah jenis kelamin, pola hidup, jenis pekerjaan, dan lain lain

PENELITIAN: HUBUNGAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK WILAYAH BANJARMASIN UTARA

HESTI FEBRIYANA NURINSANI
· Thesis · Open Access

Konsumen apotek tidak hanya membeli produk, tetapi mereka juga membeli pelayanannya. Kepuasan konsumen akan tercipta jika apotek mampu memenuhi harapan dari konsumennya. Salah satu upaya untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah menggunakan bauran pemasaran dalam strategi pemasaran produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui gambaran respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran apotek, mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap stategi bauran pemasaran apotek dan mengetahui hubungan antara respon konsumen terhadap stategi bauran pemasaran dengan kepuasan konsumen terhadap apotek di wilayah Banjarmasin Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan menggunakan kuisioner. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen yang telah berkunjung ke apotek mengisi kuisioner dengan kriteria minimal telah melakukan pembelian di apotek sebanyak satu kali dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Analisis dilakukan dengan program SPSS versi 16 untuk mengetahui pengaruh variabel dan hubungan antar variabel dengan uji korelasi KruskalWallis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran apotek di wilayah Banjarmasin Utara menunjukkan bahwa bauran pemasaran produk berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 61,42%, bauran pemasaran harga berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 48,21%, bauran pemasaran tempat berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 58,76%, dan bauran pemasaran tempat berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 55,55%. Secara keseluruhan kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran berada pada kategori puas dengan presentase sebesar 65,96%. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen di apotek Wilayah Banjarmasin Utara hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi < 0,05 dimana tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan mempunyai pola yang hampir seragam, yang mana untuk indikator dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi juga memiliki tingkat kepentingan yang relatif lebih tinggi.

PENELITIAN: KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SUAKA INSAN BANJARMASIN

RAUDAH
· Thesis · Open Access

Obat High Alert adalah obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) (Kemenkes., 2016). Obat-obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena jika terjadi kesalahan dalam penyimpanan obat dapat mengakibatkan hal yang fatal antara lain bisa mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan obat high alert, dan bisa menimbulkan resiko yang sangat membahayakan bagi keselamatan pasien . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert berdasarkan SOP di Rumah Sakit Suaka Insan. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Penelitia ini dilakukan selama sebulan pada bulan Januari 2021 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini didapatkan Persentase kesesuaian penyimpanan seluruh obat high alert untuk semua kategori berdasarkan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin didepo rawat inap sebanyak 67,35% sedangkan didepo rawat jalan sebanyak 66,39%. Persentase kesesuaian penyimpanan obat high alert masing-masing kategori berdasarkan dengan SOP Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 69,39%, sedangkan untuk kategori Obat Resiko Tinggi didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 51,52%. Untuk kategori Look Alike Sound Alike(LASA) didepo rawat inap yang sesuai sebanyak 64,79%, sedangkan untuk kategori Look Alike Sound Alike (LASA) didepo rawat jalan yang sesuai sebanyak 72,09%, dan untuk kategori Elektrolit Konsentrat Tinggi (hanya ada di instalasi rawat inap) yang sesuai sebanyak 100 %.

TINJAUAN LITERATUR: EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT PADA PASIEN UMUM RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

CHOFIFAH INDRIANI
· Thesis · Open Access

Kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan. Sehingga dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan dan prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat yang berkelanjutan. Tujuan dari Tinjauan Literatur ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian Peresepan Obat di Rawat Jalan Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar dan didapatkan 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran kesesuaian peresepan obat dengan formularium rumah sakit. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang diperoleh menyatakan adanya ketidaksesuaian dalam penulisan obat tergantung dari dokter penulis resep. Faktor lain yang menyebabkan resep tidak sesuai dengan formularium adalah nama obat, pasien, dokter dan lain-lain. Sehingga didapatkan kesesuaian peresepan obat pada pasien umum rawat jalan terhadap formularium rumah sakit berkisar dari 60,7% sampai 92,4% dengan rata-rata 82,14%.

TINJAUAN LITERATUR: TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS

HUMAIROH
· Thesis · Open Access

Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kasus diabetes melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,3 juta jiwa. Keberhasilan suatu terapi pasien diabetes melitus tidak hanya pada ketepatan diagnosis, pemilihan dan pemberian obat yang tepat, namun kepatuhan pengobatan menjadi salah satu penentu keberhasilan pengobatan. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini dilakukan diberbagai Puskesmas. Desain yang digunakan pada penelitian didominasi cross sectional, teknik pengambil sampel pada penelitian yang digunakan didominasi purposive sampling, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuiesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan metode analisis yang digunakan setelah pengumpulan data dari kuesioner dan dimasukkan ke dalam tabel data untuk melihat gambaran distribusi frekuensi kepatuhan minum obat dan hasil yang didapatkan dalam bentuk persentase(%). Hasil penelitian pada tinjauan literatur terdapat empat artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan rendah, terdapat satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan sedang dan satu artikel yang menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi. Berdasarkan hasil review pada enam artikel yang dilakukan diberbagai puskemas didapatkan kesimpulan tingkat kepatuhan tinggi dengan persentase 25,92% atau 154 pasien, tingkat kepatuhan sedang dengan persentase 29,47% atau 175 pasien dan tingkat kepatuhan rendah dengan persentase 44,61% atau 265 pasien.

PENELITIAN: POLA PERESEPAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN PENYAKIT SKIZOFRENIA DI APOTEK ADIRA FARMA KANDANGAN TAHUN 2020

RAHMANIAH
· Thesis · Open Access

Penyakit skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan serangkaian gejala, termasuk delusi, halusinasi, ucapan atau perilaku yang kacau, dan kemampuan kognitif yang terganggu. Skizofrenia merupakan gangguan psikis, untuk itu pengobatan yang utama diberikan adalah antipsikotik yang sesuai dengan algoritma secara patuh diindikasikan dapat mengurangi gejala positif atau negatif pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di Apotek Adira Farma Kandangan Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data dari resep pasien hipertensi secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik Proportional Random Samplin dan pengambilan sampel minimalnya dapat ditentukan menggunakan Rummus slovin. Sampel yang didapat dari penelitan ini sebanyak 311 lembar resep. Penelitian ini menggunakan lembar observasi kemudian direkap kedalam format Microsoft excel, kemudian didistribusikan menurut kreteria yang terdiri dari nama obat, golongan obat, dosis obat, bentuk sediaan obat dan frekuensi obat. Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini dengan persentase tertinggi berdasarkan nama obat adalah Stelosi 141 (32,4%), berdasarkan Golongan Antipsikotik Tipikal 262 (60,22%), berdasarkan dosisi Stelosi 5 mg tab sebanyak 141 (32,4%), berdasarkan frekuensi pemakaian dua kali sehari sebanyak 204 (46,90%), dan berdasarkan bentuk sediaan tablet 341 (78,40%).

TINJAUAN LITERATUR: POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia (L) Merr)

SITI HASANAH
· Thesis · Open Access

Menurut Kementerian Kesehatan RI infeksi bakteri dapat menimbulkan terganggunya fungsi organ tubuh yang terpapar baik ringan maupun berat tergantung jenis bakteri yang menginfeksi.Tanaman bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) merr) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional, salah satu kegunaan bawang dayak adalah sebagai antibakteri. Dalam bawang dayak terkandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas aktivitas dari ekstrak bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai antibakteri. Penelusuran artikel menggunakan kata kunci di google scholar dan didapatkan 7 artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan litertur ini berupa artikel primer dari artikel nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh dari tinjauan literatur menujukan bahwa ekstrak bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr, ) memiliki potensi antibakteri. Ekstrak bawang dayak memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 23,441 mm pada konsentrasi 12%. Namun potensi antibakteri yang terendah terdapat pada Shigella sp dengan zona hambat 9 mm dengan konsentrasi 0,05%

TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DENGAN METODE DPPH

DESSY NURJANNAH
· Thesis · Open Access

Bunga rosella mengandung senyawa bioaktif dengan kadar antosianin yang tinggi. Antosianin termasuk golongan senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan alami dan mampu menghambat radikal bebas. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan review artikel mengenai Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L) dengan berbagai macam metode ekstraksi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L). Pada penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur. Strategi yang digunakan untuk pengumpulan data adalah pencarian basis data online di GoogleScholar, dan Science Direct dengan kata kunci yang ditetapkan. Jurnal atau artikel yang dipilih harus memenuhi kriteria inklusi antara lain, terakreditasi sinta dan scopus, diterbitkan tahun 2010-2021 dan mencantumkan ekstrak, metode dan nilai IC50. Jurnal dan artikel yang didapatkan dianalisis dengan melakukan perbandingan terhadap setiap artikel dan jurnal. Pada hasil tinjauan literatur didapatkan dari 6 artikel terdapat 5 artikel menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang sangat kuat dan 1 artikel menjelaskan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) yang kuat. Berdasarkan literatur aktivitas antioksidan ekstrak bunga rosella diketahui dapat menjadi sumber referensi yang dapat dikembangkan peneliti-peneliti lain, khususnya dalam membuat formulasi sediaan farmasi dan dapat lebih bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan.

TINJAUAN LITERATUR: UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF ZAT PEMANIS SIKLAMAT PADA MINUMAN SIRUP

TANIA NURUL CAHAYA
· Thesis · Open Access

Minuman sirup merupakan minuman yang banyak di gemari masyarakat, dari kalangan anak-anak hingga dewasa, minuman tidak hanya enak tapi murah. Banyak sirup ditambahkan zat Pemanis buatan salah satunya adalah zat pemanis Siklamat. Mengkonsumsi siklamat berlebihan mengakibatkan kanker kandung kemih, dapat menyebabkan tumor paru, hati dan limfa. Tujuan Litertur jurnal ini yaitu untuk mengetahui kadar zat pemanis siklamat dan untuk mengetahui kesesuaian kadar batas maksimal pada minuman sirup yang diatur oleh Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019 sebesar 500 mg/kg. Penelitian menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur 6 artikel nasional, dengan menggunakan kata kunci yaitu Zat Pemanis tambahan, Zat pemanis siklamat, kadar siklamat pada minuman sirup yang sumber dari data base pencarian artikel didapatkan dari Google Scholar. Penelusuran artikel dilakukan pada Maret 2021. Berdasarkan penelusuran 6 artikel dengan siklamat tertinggi pada minuman sirup terdapat pada Artikel 1, dengan sampel No. 7 didapat kadar zat siklamat 940,21 mg/kg. Hasil zat pemanis siklamat didapat 29 sampel positif dan 2 sampel melebihi batas maksimal 500 mg/kg menurut standar Persyaratan Peraturan BPOM No.11 Tahun 2019.

PENELITIAN: KEPATUHAN (REFILL ADHERENCE) RESEP PASIEN DIABETES MELITUS DI APOTEK AL KURBA NUR DENGAN METODE MEDICATION POSSESSION RATIO (MPR)

RIZKA
· Thesis · Open Access

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dan progresif yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan membutuhkan perawatan yang berkelanjutan. Kepatuhan minum obat dapat saat menebus resep pertama kali setelah didiagnosa oleh dokter dan mendapatkan resep pertama kali. Kepatuhan menebus ulang resep dapat diukur dengan metode Medication Possetion Ratio (MPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan menebus ulang resep (Refill Adherence) pasien diabetes melitus di Apotek Al Kurba Nur. Metode penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di jadikan sampel. Waktu penelitian pada bulan Januari 2021, tempat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin. Pengumpulan data pada bulan Juli-Desember tahun 2019 yang dilakukan. Pengolahan data yang diperoleh dari penelitian ini diolah secara observasi. Hasil kepatuhan menebus obat di Apotek Al Kurba Nur Banjarmasin menunjukkan bahwa 56 pasien (98,25%) tergolong kedalam kategori tidak patuh untuk menebus resep ulang (Refill Adherence), hanya 1 pasien (1,75%) yang patuh untuk menebus resep ulang selama 6 bulan.

TINJAUAN LIBERATUR: UJI DAYA HAMBAT PERASAN AIR JERUK NIPIS (Citrus auratifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Eschericia coli

RAHMAYANTI AZIZAH
· Thesis · Open Access

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Buah ini banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh dan harga relatif murah. Jeruk nipis juga dimanfaatkan perasan airnya. Efek air perasan jeruk nipis sebagai antibakteri salah satunya terhadap bakteri Escherichia coli. Escherichia coli adalah bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi yang umum di masyarakat yaitu diare. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengetahui daya hambat perasan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan melihat nilai konsentrasi rendah tetapi memiliki daya hambat yang besar. Penelusuran artikel di google scholar menggunakan kata kunci yaitu daya hambat, perasan air jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan Escherichia coli. Terdapat 6 artikel hasil penelitian yang memenuhi kriteria untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel-artikel yang digunakan dalam tinjauan literatur ini berupa artikel primer dari artikel nasional dan internasional. Hasil yang diperoleh pada setiap artikel menunjukan bahwa adanya daya hambat pada pertumbuhan bakteri. Berdasarkan keenam jurnal yang diperoleh, hasil artikel penelitian yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri yaitu artikel penelitian milik Muhsin Ali (2010) yang tergolong kategori antibakteri daya hambat kuat dengan konsentrasi 8% air perasan jeruk nipis menghasilkan zona hambat sebesar 11,6 mm.

UJI KANDUNGAN KLORIDA DAN KESADAHAN TOTAL AIR MINUM ISI ULANG METODE VOLUMETRI

ANSI PRALYA ANTONIUS
· Thesis · Open Access

Air minum isi ulang merupakan jenis air minum yang dapat langsung dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 syarat yang harus dipenuhi dalam kualitas air minum dengan parameter kimiawi adalah klorida dengan nilai tidak lebih dari 250 mg/L dan kesadahan total tidak lebih dari 500 mg/L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai klorida dan kesadahan total air minum isi ulang yang dijual di Jalan Rawasari, Kelurahan Teluk Dalam, Kota Banjarmasin serta kesesuaian dengan parameter kimiawi standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010. Metode penelitian dilakukan secara non eksperimental yaitu pemeriksaan kadar klorida dan kadar kesadahan total yang dilakukan secara analisis volumetri terdiri dari titrasi argentometri dan titrasi kompleksometri. Hasil penelitian dari keempat sampel air minum isi ulang yang diperiksa pada tanggal 14 April 2022 adalah kadar klorida sampel (1) 107,00 mg/L, sampel (2) 96,66 mg/L, sampel (3) 102,33 mg/L dan sampel (4) 98,66 mg/L serta kadar kesadahan total sampel (1) 113,33 mg/L, sampel (2) 52,00 mg/L, sampel (3) 96,00 mg/L dan sampel (4) 118,66 mg/L. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa keempat sampel air minum isi ulang yang dijual di Jalan Rawasari, Kelurahan Teluk Dalam, Kota Banjarmasin memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 parameter kimiawi untuk kadar klorida dan kesadahan total.

PENETAPAN KADAR FENOLIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SELADA (Lactuca sativa L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

MUHAMMAD FAIDULLAH
· Thesis · Open Access

Tanaman daun selada (Lactuca sativa L) berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan. Selada merupakan sayuran yang berpotensi sebagai bahan makanan penyeimbang gizi dikarenakan selada mengandung mineral dan vitamin. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa Selada juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai macam manfaat yaitu sumber bahan baku obat yang berperan sebagai antioksida, antiinflamsi, antiseptic dan melindungi struktur sel. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik pada ekstrak etanol daun selada hijau. Pengujian kualitatif ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan pereaksi FeCl3 dan K2Cr2O7, sedangkan untuk penetapan ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dengan pereaksi folin ciocalteau. Konsentrasi yang digunakan pada kurva regresi linier adalah 10, 15, 20, 25, dan 30 µg/mL. Hasil uji kualitatif diperoleh ekstrak etanol daun selada hijau mengandung senyawa fenolik dengan ditandai perubahan warna hijau kehitaman dengan pereaksi FeCl3 dan endapan coklat dengan pereaksi K2Cr2O7. Berdasarkan hasil uji kuantitatif diperoleh operating time pada menit ke 28-30 dan panjang gelombang maksimal 765 nm. Persamaan regresi linier yang diperoleh y=0,015438 x + 0,05534 dengan nilai R sebesar 0,99963. Nilai kadar fenolik total yang didapat pada Ekstrak Daun Selada adalah 24,19 ± 0,9127 mgGAE/g Ekstrak.

HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D DI PUSKESMAS S.PARMAN KOTA BANJARMASIN

NUR AZIZAH
· Thesis · Open Access

Hipertensi sering disebut “silent killer” dan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita, jika tidak mendapatkan terapi yang tepat maka akan menimbulkan komplikasi penyakit lain yang akan memperburuk kualitas hidup pasien yang menderita penyakit hipertensi.. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi pasien hipertensi, mengetahui gambaran kualitas hidup pasien hipetensi dan mengetahui apakah karakteistik demografi memiliki hubungan terhadap kualitas hidup pasein hipertensi rawat jalan di Puskesmas S.Parman Banjarmasin. Metode pada penelitian ini dengan melakukan observasional menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen European Quality of Life 5 Dimensions (EQ5D) yang meliputi 5 dimensi yaitu kemampuan berjalan/mobilitas, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa kesakitan dan tidak nyaman, rasa cemas dan depresi serta lembar informed consent pada pasien hipertensi. Populasi pada penelitian ini pasien hipertensi rawat jalan yang berobat di Puskesmas S.Parman periode Maret 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Analisis data kualitas hidup menggunakan menggunakan EQ-5D index calculator dan analisis statistika menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan karakteristik dengan kualitas hidup Hasil penelitian menunjukan distribusi karakteristik pada penelitian ini dibagi menjadi 8 bagian yakni jenis kelamin perempuan (57,14%), usia 56-65 (54,76%), pendidikan SLTA (50,00%), pekerjaan ibu rumah tangga (34,52%), lama menderita hipertensi >5th (60,71%), penyakit penyerta (50,00%), tidak memiliki riwayat hipertensi (52,38%), dan kategori hipertensi tingkat 2 (53,57%). Kualitas hidup penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang memiliki kualitas hidup baik sejumlah 77 sampel (91,67%) dan yang memiliki kualitas hidup buruk sejumlah 7 sampel (8,33%). Pengukuran Karakteristik sampel menggunakan spss didapatkan jenis kelamin (pvalue=0,425), usia (p-value=0,521), pendidikan (p-value=0,899), pekerjaan (pvalue=0,444), lama menderita (p-value=0,085) dan riwayat hipertensi (p-value=0,188) berupa tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien hipertensi sedangkan penyakit penyerta (p-value=0,048) dan kategori hipertensi (p-value=0,010) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hipertensi.

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILANN ULANG OBAT DIABETES MELITUS DENGAN PROFIL KADAR GULA DARAH PASIEN DM TIPE II DI PUSKESMAS KURIPAN

SEVY HARTATI
· Thesis · Open Access

Diabetes melitus atau disebut juga kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah melebihi batas normal sebagai akibat dari kelainan sekresi insulin. Prevalensi diabetes melitus di Kalimantan Selatan diperkirakan sekitar 38.113 (1,4%) jiwa. Tingginya persentase kasus diabetes melitus di Indonesia perlu dikendalikan dengan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan akan berdampak pada resiko komplikasi, kualitass hidup yang buruk, dan peningkatan resiko penyebab mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan ulang obat diabetes melitus dengan profil kadar gula darah pasien DM tipe II di Puskesmas Kuripan. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental yang bersifat observasional, dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan resep dan lembar observasi hasil pemeriksaan laboratorium pasien diabetes melitus di Puskesmas Kuripan. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Kuripan, Kalimantan Selatan periode bulan Januari-Desember 2022 yang berjumlah 59 orang, dan sampel pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria yaitu 11 orang. Data yang di dapatkan diolah dalam bentuk Microsof excel, kemudian dianalisis kepatuhan berdasarkan metode Medication Posession Ratio (MPR), untuk profil kadar gula darah dikategorikan berdasarkan terkontrol (

ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN DI PUSKESMAS BERUNTUNG RAYA KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

RAHMAYANTI AZIZAH
· Thesis · Open Access

Penggunaan obat dengan jumlah yang banyak berpotensi terhadap kejadian interaksi antar obat. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penyakit dan potensi terjadinya interaksi pada obat yang digunakan oleh pasien terutama pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase potensi interaksi obat, persentase masingmasing jenis interaksi obat dan tingkat signifikansinya dari resep yang berpotensi terjadi interaksi obat di Puskesmas Beruntung Raya Kota Banjarmasin Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian non-eksperimental dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu pada periode bulan Januari-Desember 2022. Sampel pada penelitian ini berjumlah 396 lembar resep yang diambil selama 12 bulan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Data dari sampel dimasukan dalam lembar observasi dan dianalisis potensi interaksi yang terjadi menggunkan aplikasi Medscape kemudian data disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini terdapat resep yang memiliki potensi interaksi obat sebesar 138 resep atau 34,84% lebih rendah dari pada persentase resep yang tidak memiliki potensi interaksi yaitu sebesar 258 resep atau 65,16%. Potensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi yang tertinggi yaitu farmakokinetik sebanyak 105 kejadian atau 76,08%, sedangkan jenis interaksi farmakodinamik sebesar 74 kejadian atau 53,62% dan jenis interaksi unknown sebesar 6 kejadian atau 4,34%. Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat signifikansi yang tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 112 kejadian atau 81,16%, sedangkan tingkat signifikansi mayor/serius sebanyak 48 kejadian atau 34,78% dan tingkat signifikansi minor/ringan sebanyak 25 atau 18,11%