BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Bawang putih (Allium sativum L.) adalah kelompok tanaman yang mengandung banyak nutrisi yang berguna untuk tubuh manusia, yang digunakan sebagai bahan pangan seperti bumbu dapur. Allicinefektif dapat membunuh mikroba, seperti kuman-kuman penyebab infeksi (flu dan demam).Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri dari ekstrak bawang putih. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholardan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih terhadap berbagai macam bakteri.Berdasarkan hasil tinjauan literatur didapatkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Shigella dysenteriae, Aggregatibacter actinomycetemcomitans, Sreptococcus Pyogenes, dan Pseudomonans Aeruginosa.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan. Waktu tunggu pelayanan resep dibagi menjadi dua yaitu waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan dan waktu tunggu pelayanan resep obat racikan. Tujuan tinjauan literature ini adalah untuk mengetahui gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di Rumah Sakit berdasarkan Kepmenkes RI No. 129 Tahun 2008 Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literature. Proses pencarian literature ini dilakukan melalui website google scholar. Dan didapatkan sebanyak 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran keseusian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit. Hasil studi literature yang berhubungan dengan gambaran kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit didapatkan rata rata hasil waktu tunggu resep yang sesuai dengan Standar Pelayanan minimal untuk obat Non Racikan adalah 16,7 menit dan untuk obat Racikan adalah 33,07 menit.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Terapi utama yang diberikan pada penderita demam tifoid adalah antibiotik. Pola penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan tepat nama antibiotik atau jenis antibiotik dan bentuk sediaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit yang dilihat dari banyaknya nama antibiotik yang digunakan dan bentuk sediaan antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan7 artikel untuk melihat pola penggunaan antibiotik. Kata kunci yang digunakan adalah Pola Penggunaan, Antibiotik, Demam Tifoid, Rumah Sakit dan Rawat Inap. Kriteria inklusi pada artikel jurnal yang digunakan adalah artikel full teks, artikel memuat nama antibiotik dan bentuk sediaan, artikel membahas tentang kriteria pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di rumah sakit rawat inap, artikel yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, dan artikel tidak memuat penulis yang sama. Hasil penelitian menunjukan 3 artikel dengan nama antibiotik dengan persentasi tertinggi adalah Ceftriaxone, 2 artikel adalah Cefotaxime, satu artikel adalah Levofloxacin dan Ceftizoxime. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dari ketujuh artikel adalah bentuk sediaan ampul yang diberikan secara IV (Intravena) dikarenakan pasien rawat inap.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan. Sehingga dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan dan prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat yang berkelanjutan. Tujuan dari Tinjauan Literatur ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian Peresepan Obat di Rawat Jalan Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar dan didapatkan 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran kesesuaian peresepan obat dengan formularium rumah sakit. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang diperoleh menyatakan adanya ketidaksesuaian dalam penulisan obat tergantung dari dokter penulis resep. Faktor lain yang menyebabkan resep tidak sesuai dengan formularium adalah nama obat, pasien, dokter dan lain-lain. Sehingga didapatkan kesesuaian peresepan obat pada pasien umum rawat jalan terhadap formularium rumah sakit berkisar dari 60,7% sampai 92,4% dengan rata-rata 82,14%.