Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

310 item publik

Publikasi

Halaman 9 dari 16

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM

WAHFIYUDIN FIQRI
2024 · Book · Open Access

Kepatuhan pengambilan obat ulang atau pengambilan obat ulang pada pasien yang mengalami diagnosa penyakit kronis. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam penanganan penyakitpenyakit kronis, salah satunya pasien Diabetes Mellitus diharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, oleh karena itu tidak sedikit pasien Diabetes Mellitus merasa bosan dan berpotensi tidak patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan retrospektif. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Intrumen penelitian berupa lembar isian data nama pasien, umur pasien, nama obat antidiabetes, jumlah obat, tanggal pengambilan obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada bulan April – Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 25 sampel. Pengolahan data mengguakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel berupa persentase tingkat kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 resep pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kelayan Dalam dengan nilai persentase MPR pada periode pengambilan 6 bulan dengan kategori patuh 28% dan tidak patuh 72%.

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN

FARIDAH ASYPIYA
2024 · Book · Open Access

Penyimpanan merupakan kegiatan terhadap sediaan farmasi agar sediaan yang disimpan aman, memiliki mutu tetap terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Faktor yang mendukung penjaminan mutu obat yaitu penyimpanan obat yang tepat dan sesuai standar, kegiatan penyimpanan ada tiga faktor yaitu pengaturan ruangan, penyusunan obat, serta pengamatan mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penyimpanan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur penyimpanan di Puskesmas Alalak Tengah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non eksperimental dengan bersifat cross-sectional dengan metode prospektif, data dikumpulkan langsung dari ruang penyimpanan obat di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Sampel dari penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pengolahan data dianalisis menggunakan Microsoft excel, dicek dengan jumlah kesesuaian indikator yang memenuhi standar, dihitung dengan rumus persentase (%) kesesuaian. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan SOP di Puskemas Alalak Tengah dengan 8 indikator yaitu 75% sesuai dan 25% tidak sesuai. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dengan 20 indikator yaitu 95% sesuai dan 5% tidak sesuai.

GAMBARAN PERESEPAN OBAT ANALGETIK NON OPIOD DI APOTEK NAZHAN FARMA KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

JYHAN ZULFA NAILY
2024 · Book · Open Access

Nyeri merupakan suatu keaadaan tidak nyaman pada tubuh baik ringan,sedang, bahkan sampai berat . Sebanyak 40% kunjungan pasien rawat jalan di Amerika disebabkan karena adanya keluhan nyeri. Secara farmakologis rasa nyeri dapat diatasi dengan penggunaan obat-obat antinyeri atau analgetik. Analgetik perifer seperti parasetamol, salisilat, ibuprofen, dan asam mefenamat mampu meringankan atau menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi susunan saraf pusat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peresepan obat analgetik non opiod di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep umum & BPJS yang mengandung analgetik non opiod pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik random sampling sebanyak 241 sampel resep analgetik non opiod yang ada di Apotek Nazhan Farma Banjarmasin pada tahun 2022, .Instrument pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Paracetamol sebanyak 51,04%. Golongan obat analgetik terbanyak adalah golongan Para-Aminofenol sebanyak 51,04%. Bentuk sediaan obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg Tablet sebanyak 95,43%. Potensi obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg sebanyak 29,87%. Frekuensi minum obat terbanyak yaitu Paracetamol 500mg 3 kali sehari sebanyak 72,19%.

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DENGAN BASIS ASAM STEARAT DAN TEA

NAJMI QURRATUL'AIN
2024 · Book · Open Access

Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) adalah salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak kulit pisang kepok dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit pisang kepok kemudian diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan asam stearat dan TEA yang akan menghasilkan sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok yang memenuhi syarat uji sifat fisik. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak kulit pisang kepok dengan berbagai formulasi kemudian diuji sifat fisik sediaan krim. Krim dibuat menjadi 3 formula dengan perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin sebagai basis krim. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji daya proteksi. Analisis data statistik formula dan kontrol formula dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji Independent T-test atau uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok dengan pengontrolan selama 21 hari. Pada formula 1 dan formula 2 yang memenuhi syarat adalah uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Pada formula 3 yang memenuhi syarat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji tipe krim, uji pH, uji daya sebar dan uji daya proteksi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan dari hasil uji sifat fisik sediaan krim ekstrak kulit pisang kepok selama 21 hari yang terbaik adalah formula 3.

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI PADA RESEP OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR

RIZKA ISNANI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal kronik dan bahkan menyebabkan kematian. Interaksi obat didefinisikan sebagai penggunaan dua atau lebih obat pada waktu yang sama yang dapat memberikan efek masing-masing atau saling berinteraksi. Interaksi yang terjadi dapat menimbulkan efek yang lainnya. Interaksi obat dapat dibedakan menjadi interaksi yang bersifat farmakokinetik dan farmakodinamik. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase jumlah potensi interaksi obat antihipertensi dan mengetahui persentase berdasarkan mekanisme kerja potensi farmakodinamik dan farmakokinetik di Puskesmas Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah non eksperimental yang bersifat observasional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Timur pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah resep periode Januari-Desember 2022, dengan jumlah sampel 342 resep yang telah memenuhi kriteria. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Evaluasi interaksi obat dilakukan dengan membandingkan data dengan literatur yaitu Medscape Drug Interaction Checker dan Drug Interaction Fact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 342 resep didapatkan potensi interaksi sebesar 245 resep atau 71,63%. Berdasarkan jenis interaksi sebesar 25,56% secara farmakokinetik atau 74,44% secara farmakodinamik dari seluruh potensi interaksi.

KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL DI APOTEK SINAR SEHAT SUNGAI ANDAI BANJARMASIN

ZIYADATUL HUSNA
2024 · Book · Open Access

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 agar tercapai tujuan pengobatan dan mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap penggunaan obat antidiabetes oral di Apotek Sinar Sehat Sungai Andai Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan di Apotek. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling, instrumen penelitian ini menggunakan pengisian kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS), Informed Consent, Karakteristik Responden. Hasil yang didapatkan dari kuesioner MARS dikatakan tingkat kepatuhan tinggi apabila mepunyai nilai 25, kepatuhan sedang dapat dikatakan saat mempunyai nilai 6-24, sedangkan kepatuhan rendah mempunyai nilai

PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN PEDIATRIK PENDERITA ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN TAHUN 2021

KHAIRATUN NANA
2024 · Book · Open Access

ISPA non pneumonia menjadi salah satu masalah utama penyakit akut cepat menular di dunia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tahun 2019 ISPA non pneumonia menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di wilayah kota Banjarmasin sehingga perlu dilakukan kajian profil penggunaan obat pada pasien ISPA non pneumonia agar pengelolaan obat lebih optimal dalam hal pengadaan dan perencanaan sehingga ketersediaan obat dapat terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien pediatrik penderita ISPA non pneumonia di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan mengambil data penelitian dari resep pasien anak dengan diagnosa ISPA non pneumonia secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 203 lembar resep. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian terhadap profil penggunaan obat penyakit ISPA non pneumonia pada pasien pediatrik di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin tahun 2021 maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan nama obat ISPA non pneumonia didominasi obat kombinasi non racikan yaitu sebesar 63,05%. Obat kombinasi non racikan dengan persentase tertinggi adalah 4 obat yaitu sebesar 44,81% yang terdiri dari Paracetamol 125 mg, CTM 1 mg, Gliseril Guaikolat 50 mg, dan Efedrin HCl 1 mg. Golongan obat tertinggi adalah Antihistamin, Ekspektoran, dan Antipiretik masing masing sebesar 28,47%. Frekuensi minum obat tertinggi adalah kombinasi non racikan 4 obat dengan frekuensi minum 3 kali sehari 1 sendok teh yaitu sebesar 23,58%.

POLA PERESEPAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN

MUHAMAD NIZAMI RIZKY NOR HAKIM
2024 · Book · Open Access

Tekanan darah tinggi atau lebih di kenal dengan hipertensi bukanlah merupakan suatu penyakit melainkan suatu faktor resiko penting yang dapat mengarah pada terjadinya kardiovaskular. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila mengalami kondisi dimana tekanan darah meningkat dari yang seharusnya sistolik 120 mmHg dan diastolik 80 mmHg sehingga untuk mencapai manfaat klinis dilakukan penurunan tekanan darah dengan terapi yang tepat. yaitu untuk mengevaluasi pola peresepan pasien hipertensi, serta memantau ketaatan pasien mengetahui obat dalam menggunakan pola pengobatan hipertensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di puskesmas Gadang Hanyar Bulan Oktober 2021 Penelitian ini berjenis non eksperimental dengan mengambil data dari resep umum dan JKN pasien Hipertensi di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin pada tahun 2021 secara retrospektif. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 72. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk presentase. Berdasarkan hasil penelitian terhadap pola peresepan obat penyakit Hipertensi di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin tahun 2021 maka dapat disimpulkan bahwa terapi Hipertensi di dominasi resep obat tunggal (94,5%) Tunggal terbanyak adalah Amlodipin 10 mg (65,34%) dan amlodipin 5 mg (29,33%) dengan frekuensi pemakaian paling banyak 1 x sehari 1 tablet (65,34%) golongan obat paling banyak adalah Ccb (95,95%) dan obat yang banyak digunakan adalah Amlodipin 10 mg (65,34%)

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT RACIKAN DAN NON RACIKAN DI PUSKESMAS TAMBAN BARITO KUALA

MUHAMMAD FAJAR
2024 · Book · Open Access

Puskesmas harus memberikan pelayanan kefarmasian secara cepat, berkualitas dan bermutu sehingga memberikan kepuasan kepada pasien. Salah satu standar minimal pelayanan farmasi di Puskesmas yakni waktu tunggu pelayanan resep. Dimana waktu tunggu merupakan unsur yang menimbulkan ketidakpuasan pasien dan berpengaruh pada loyalitas pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan non racikan di Instalasi Farmasi Puskesmas dibandingkan dengan standar dimensi waktu menurut Modul TOT Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2008. Penelitian ini bersifat non experimental, peneliti hanya melakukan observasi terhadap waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan racikan dan non racikan. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Farmasi Puskesmas Tamban pada bulan April 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling, didapatkan sampel sebanyak 276 resep Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan 10 resep racikan dan 266 resep non racikan rata – rata waktu tunggu obat racikan dan non racikan secara beturut-turut yaitu 10,64 menit dan 5,09 menit. Instalasi Farmasi Puskesmas Tamban telah memenuhi standar pelayanan dalam hal waktu tunggu obat berdasarkan dimensi waktu tunggu pelayanan resep menurut Modul TOT Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Tahun 2008.

PENELITIAN: PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK SINAR AMANDIT TAHUN 2018-2020

PUTRI RAMADHANI PUJI ASTUTI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi penyakit tidak menular, hipetensi menyebabkan kematian, hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter. lembar resep yang mengandung obat antihipertensi dapat diperoleh informasi mengenai profil peresepan obat antihipertensi. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peresepan obat antihipertensi di Apotek Sinar Amandit Tahun 2018-2020. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode pengambilan data retrospektif deskriptif utama gambaran tentang suatu keadaan secara objektif dengan melihat ke belakang. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Apotek Sinar Amandit dilaksanakan pada bulan Maret 2021 selama 1 bulan. Metode sampel digunakan Sampling Jenuh yaitu metode pengambilan semua anggota populasi yaitu sebanyak 55 resep dari tahun 2018 -2020. Pengolahan data dengan menghitun persentase tentang obat antihipertensi meliputi nama obat, golongan obat, potensi obat. Hasil yang dilakukan di Apotek Sinar Amandit dengan resep tahun 2018-2020, yaitu peresepan tunggal sebanyak 38 (69,09%) resep. Obat anti hipertensi yang banyak diresepkan dengan golongan obat Calcium Channel Blockers dengan jumlah 19 (24,67%) macam obat, nama obat Amlodipin sebanyak 19 (24,68%) obat, potensi obat Amlodipin 10 mg sebanyak 14 (18,18%) obat .

PENELITIAN: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

HELWA NAMIROH
2024 · Book · Open Access

Penyebab terjadinya infeksi salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri gram positif dapat terjadi pada kontaminasi langsung pada luka misalnya pada infeksi luka pasca operasi. Pengobatan infeksi dapat dilakukan menggunakan obat-obatan antibiotik, tetapi penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan adalah Ketepeng Cina yang memiliki kandungan kimia penting pada daunnya seperti tannin, rein aloeemodina, rein aloe-emodinadiantron, asam krisofanat, alkaloida, saponoin, flavonoida, dan glikosida antrakinon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daun ketepeng cina terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan besar hambatan yang dihasilkan. Metode difusi cakram digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina. Kloramfenikol sebagai kontrol positif digunakan untuk menjadi pembanding aktivitas antibakteri. Konsentrasi yang dibuat yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan dilakukan 4 replikasi. Daun ketepeng cina yang diekstraksi dengan etanol 96% menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil pengujiandidapatkan zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 2,29 mm; konsentrasi 40% sebesar 3,61 mm; konsentrasi 60% sebesar 4,19 mm; konsentrasi 80% sebesar 2,33 mm dan konsentrasi 100% sebesar 3,58 mm. Berdasarkan hasil zona hambat tersebut semua hasil dikategorikan lemah sebagai antibiotik

TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBATANTIINFLAMASI NONSTEROID (OAINS) DI APOTEK TALITHA FARMA BANJARMASIN

SITI PUSPA
2024 · Book · Open Access

Antiinflamasi merupakan golongan obat yang sering digunakan masyarakat. Obat ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan harga yang terjangkau dan mudah di dapatkan. Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui efek samping dari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid. Salah satu efek samping yang ditimbulkan antara lain seperti toksisitas serta gangguan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal, gangguan sistem kardiovaskular, gangguan hepatotoksik, dan gangguan sistem hematologi. Dengan tujuan penelitiannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien yang menggunakan OAINS di Apotek Talitha Farma Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross- sectional, dan pengumpulan data secara prosfektif. Data yang di tampilkan secara deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah responden yang membeli golongan OAINS yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non probability dengan rancangan Consecutive Sampling (Sampel berurutan). Sampel pada penelitian ini berjumlah 328 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 di Apotek Talitha Farma Banjarmasin. Pengolahan analisis data menggunakan microsoft excel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) Di Apotek Talitha Farma Banjarmasin dinilai “Baik” sebesar 37,50%.

FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) DENGAN BASIS M/A

YULIANA ZAHRA
2024 · Book · Open Access

Daun matoa (Pometia pinnata) memiliki senyawa metabolit sekunder yang berupa kandungan Flavonoid, Tanin, Saponin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antijamur. Ekstrak etanol daun matoa konsentrasi 2% yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Salah satu sediaan farmasi yang mudah penggunaannya yaitu krim karena memiliki keuntungan diantaranya lebih mudah diaplikasikan, memberikan efek dingin serta mudah dicuci. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula sediaan krim ekstrak daun matoa dengan basis M/A yang memenuhi persyaratan sifat fisik krim. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun matoa diformulasikan dalam tipe minyak dalam air (M/A). Sediaan krim dibuat 2 formulasi dengan variasi konsentrasi emulgator asam stearat dan trietanolamin yaitu F1 (8% : 2%) F2 (12% : 3%). Pengujian yaitu uji sifat fisik sediaan krim tipe M/A yang memenuhi syarat serta stabil selama penyimpanan. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji tipe krim. Data dianalisis dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun matoa dapat digunakan sebagai bahan aktif krim. Selama penyimpanan hari ke-1, ke-7, ke-14 dan ke-21 semua formulasi memenuhi persyaratan parameter krim.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 BALANGAN

MELANIA FAJAR KINANTI
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya terfokus kepada pengelolaan obat (drug oriented) berkembang menjadi pelayanan komprehensif meliputi pelayanan obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan pasien adalah keadaan saat harapan, kebutuhan, serta keinginan dapat terpenuhi dengan membandingkan pelayanan yang diperoleh dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan meliputi tingkat kepuasan secara menyeluruh dan tingkat kepuasan 5 dimensi pelayanan. Hal ini digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Subjek yang diambil sejumlah 108 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase kepuasan tiap pernyataan dan dimensi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan dengan tingkat kepuasan rata-rata 93,22%. Dari hasil penilaian 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu: reliability 90,37%, responsiveness 87,48%, tangible 86,41%, emphaty 90,04%, assurance 89,72%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan “sangat puas”.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN

ZULFA HANIFA RAHMAN
2024 · Book · Open Access

Tingginya kejadian ISPA non pneumonia dan banyak penggunaan antibiotik dalam pengobatan ISPA non pneumonia. Antibiotik banyak diresepkan untuk pengobatan ISPA non pneumonia, meskipun belum diketahui penyebab ISPA non pneumonia adalah karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sehingga peresepan menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling, dilakukan secara acak dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sumber data adalah lembar resep pasien ISPA non pneumonia yang mendapatkan terapi obat antibiotik. Populasi berjumlah 652 resep, dengan perhitungan slovin didapatkan sampel sebesar 248 lembar resep. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik sefadroxil golongan sefalosporin merupakan antibiotik yang paling banyak diresepkan dengan jumlah 103 sebesar (40,39%), sefadroxil 500 mg dengan frekuensi pemberian dua kali sehari dan lama pemberian lima hari dengan jumlah resep 95 sebesar (37,25%), terapi antibiotik yang diberikan adalah terapi antibiotik tunggal berjumlah 255 sebesar (100%).

FORMULASI SABUN CAIR EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata Forst)

LEVIYA
2024 · Book · Open Access

Kulit merupakan lapisan terluar dari tubuh sehingga kulit adalah pertahanan utama terhadap bakteri dan apabila kulit tidak lagi utuh, maka menjadi sangat rentan terhadap infeksi. Sediaan farmasi untuk menjaga kesehatan kulit diantaranya ialah sabun. Diketahui produk sabun saat ini masih menggunakan bahan sintetik seperti triclosan. Oleh sebab itu dibutuhkan alternatif lain yaitu dengan menggunakan bahan alam. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri adalah daun matoa (Pometia pinnata Forst). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji sifat fisik dari formula ekstrak daun matoa yang memenuhi persyaratan mutu sabun cair. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Pembuatan ekstrak daun matoa dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kemudian ekstrak daun matoa diformulasi menjadi sabun cair dengan variasi VCO disertai uji sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya busa, uji bobot jenis, uji viskositas dan uji alkali bebas. Analisis data statistik dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji One Way Anova atau uji Kruskal-wallis dengan kemaknaan (p

WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSU SYIFA MEDIKA BANJARBARU

MUTIARA
2024 · Book · Open Access

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan bermutu. Pekerjaan yang dilakukan meliputi perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan, dan distribusi obat. Waktu tunggu pelayanan resep yang singkat dapat memberikan kepuasan terhadap pasien sehingga meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dan untuk mengetahui kesesuaian rata-rata waktu tunggu resep pada pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSU Syifa Medika Banjarbaru berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia No129 tahun 2008 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrosfektif, peneliti hanya melakukan observasi waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan selama periode Februari 2021-Januari 2022. Penelitian dilakukan di instalasi Farmasi RSU Syifa Medika Banjarbaru menggunakan teknik Random Sampling. Pengolahan data dilakukan dengan membedakan jenis resep racikan dan non racikan kemudian data dari lembar observasi dan mesin alat Respon Time di analisis menggunakan Microsoft Excel. Pada penelitian ini didapatkan 395 sampel resep terdiri dari 25 resep racikan dan 370 resep non racikan. Hasil penelitian menunjukan untuk rata –rata waktu tunggu obat racikan yaitu 26,08 menit dan untuk resep non racikan yaitu 16,85 menit. Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep untuk resep racikan 100% dan resep non racikan 82,97%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata waktu tunggu dan kesesuaian rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RSU Syifa Medika Banjarbaru memenuhi standar pelayanan minimal yang di tetapkan oleh Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia No129 tahun 2008.

ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN DI PUSKESMAS BERUNTUNG RAYA KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

RAHMAYANTI AZIZAH
2024 · Book · Open Access

Penggunaan obat dengan jumlah yang banyak berpotensi terhadap kejadian interaksi antar obat. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penyakit dan potensi terjadinya interaksi pada obat yang digunakan oleh pasien terutama pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase potensi interaksi obat, persentase masingmasing jenis interaksi obat dan tingkat signifikansinya dari resep yang berpotensi terjadi interaksi obat di Puskesmas Beruntung Raya Kota Banjarmasin Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian non-eksperimental dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu pada periode bulan Januari-Desember 2022. Sampel pada penelitian ini berjumlah 396 lembar resep yang diambil selama 12 bulan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Data dari sampel dimasukan dalam lembar observasi dan dianalisis potensi interaksi yang terjadi menggunkan aplikasi Medscape kemudian data disajikan dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini terdapat resep yang memiliki potensi interaksi obat sebesar 138 resep atau 34,84% lebih rendah dari pada persentase resep yang tidak memiliki potensi interaksi yaitu sebesar 258 resep atau 65,16%. Potensi interaksi obat berdasarkan jenis interaksi yang tertinggi yaitu farmakokinetik sebanyak 105 kejadian atau 76,08%, sedangkan jenis interaksi farmakodinamik sebesar 74 kejadian atau 53,62% dan jenis interaksi unknown sebesar 6 kejadian atau 4,34%. Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat signifikansi yang tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 112 kejadian atau 81,16%, sedangkan tingkat signifikansi mayor/serius sebanyak 48 kejadian atau 34,78% dan tingkat signifikansi minor/ringan sebanyak 25 atau 18,11%

GAMBARAN PEMBIAYAAN PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DI RSD IDAMAN BANJARBARU

BAGUS WIRAWAN RIZKY
2024 · Book · Open Access

Rendahnya kunjungan pasien selama pandemi Covid-19 berakibat turunnya pendapatan rumah sakit secara drastis. Beban rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 semakin tinggi dengan adanya keterlambatan pembayaran klaim Covid19. Kendala yang ditemui dalam pembayaran klaim antara lain: pembayaran tidak tepat waktu, tingginya dispute klaim yang disebabkan perbedaan persepsi terhadap regulasi yang berlaku. Penurunan arus kas mengakibatkan terjadinya hambatan operasional rumah sakit, antara lain penurunan kemampuan kewajiban membayar penyedia obat dan alat kesehatan, termasuk pembayaran gaji tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran biaya medis langsung pada pasien Covid-19 Rawat Inap di RSD Idaman Banjarbaru. Metode pada penelitian ini menggunakan non eksperimental secara deskriptif. Data yang diambil berupa retrosektif pada bulan Januari-Juni 2021 di RSD Idaman Banjarbaru. Pengambilan data secara PDE di unit teknologi informasi dan dibagian akuntansi.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dan data yang diperoleh lalu dibuat di excel untuk mencari persentase pasien rawat inap covid-19. Hasil penelitian menunjukkan dari data komponen biaya pasien Covid-19 rawat inap di RSD Idaman Banjarbaru dapat dilihat bahwa biaya yang paling banyak menyerap biaya yaitu biaya Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) sebesar Rp.8.535.999.500 per komponen dengan rata-rata Rp.8.701.324 per episode perawatan (44,59%). Sedangkan hasil biaya tertinggi pada biaya rata-rata rawat.

KETEPATAN DOSIS ANTIBIOTIK PADA PASIEN Community Acquired Pneumonia (CAP) DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD ULIN BANJARMASIN

MUHAMMAD TAUFIK
2024 · Book · Open Access

Pneumonia merupakan infeksi pada jaringan parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Prevalensi pneumonia di Indonesia tahun 2018 pada geriatri mencapai 15,5% dan termasuk ke dalam 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit. salah satu klasifikasi dari pneumonia Community Acquired Pneumonia yaitu pneumonia yang berkembang di masyarakat. Terapi utama pada pasien pneumonia adalah antibiotik, penggunaan antibiotik harus rasional sesuai dengan dosis (takaran, frekuensi pemberian, dan lama pemberian).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ketepatan dosis antibiotik yang digunakan untuk pasien CAP dan persentase tiap parameter yang meliputi tepat takaran dosis, tepat frekuensi pemberian dan tepat lama pemberian. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Ulin Banjarmasin dengan menggunakan desain cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medis. Sampel yang diambil sebanyak 49 dengan jumlah item obat antibiotik sebanyak 65. Pengolahan data menggunakan lembar observasi dengan menggunakan lembar observasi berdasarkan standar Permenkes No 28 Tahun 2021 dan Formularium Nasional tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan takaran dosis sebesar 95,38%, ketepatan frekuensi pemberian sebesar 93,85% dan ketepatan lama pemberian sebesar 32,21%. Jumlah keseluruhan ketepatan dosis antibiotik pada pasien Community Acquired Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2021 sebesar 29,23%.