COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
JURNAL PHARMACIANA VOL.14 NO.1
JURNAL PHARMA SCIENCE VOL.11 NO.1
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG VOL.9 NO.1
JURNAL ILMIAH IBNU SINA VOL.9 NO.1
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG VOL.10 NO.1
JURNAL ILMIAH IBNU SINA VOL.8 NO.2
JURNAL INSAN FARMASI INDONESIA VOL.7 NO.1
JURNAL INSAN FARMASI INDONESIA VOL.6 NO.2
JURNAL PHARMA SCIENCE VOL.10 NO.1
JURNAL PHARMA SCIENCE VOL.10 NO.2
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY VOL.34 NO.3
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY VOL.34 NO.4
Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah Tahun 2016 Jilid 1
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DI KATEDRAL BANJARMASIN
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat mendapat kemudahan dalam mengakses informasi kesehatan dan kemudahan dalam memperoleh obat tanpa resep yang banyak dijual dipasaran, yang menimbulkan meningkatnya masyarakat untuk melakukan penggunaan obat. Penggunaan obat jika tidak rasional memungkinkan dampak negatif yang diterima oleh masyarakat lebih besar manfaatnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat di Katedral Banjarmasin terhadap penggunaan obat analgetik. Penelitian ini dilakukan di Gereja Katedral Banjarmasin dengan pengambilan data selama bulan Maret-Mei 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu consecutive sampling, semua populasi yang memenuhi pemilihan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan sebanyak 347 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengan memasukan data kedalam microsoft excel kemudian dihitung persentase tingkat pengetahuan. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat analgetik di Katedral Banjarmasin tergolong cukup sebanyak 160 responden (46,1%).
PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM KOTA BANJARMASIN
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) termasuk dalam penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. Puskesmas menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk pengobatan ISPA. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien ISPA di Puskesmas Kelayan Dalam Kota Banjarmasin periode tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah bersifat observasional non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan disajikan secara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling didapatkan 208 resep. Sampel diambil dari resep dengan kode J06 di Puskesmas Kelayan Dalam Kota Banjarmasin. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian dari 208 sampel menunjukkan bahwa obat yang banyak diresepkan adalah gliseril guaikolat sebanyak 13,93%. Golongan obat yang terbanyak adalah ekspektoran sebanyak 24,24%. Bentuk sediaan obat yang banyak diberikan adalah tablet sebanyak 71,95%. Potensi obat terbanyak gliseril guaikolat dengan potensi 100 mg sebanyak 13,93%. Frekuensi obat yang banyak diberikan 3x1 sebanyak 44,08% dan durasi minum obat paling banyak diberikan selama 4 hari (56,68%).
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI BIJI TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) TERHADAP JENTIK-JENTIK NYAMUK
Indonesia merupakan salah satu negara tropis terbesar di dunia. Iklim tropis menyebabkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Jentik-jentik merupakan salah satu tahap dalam siklus hidup nyamuk, yang disebut juga dengan istilah larva. Pengendali alami jentik-jentik nyamuk seperti ikan, jentik nyamuk yang lebih besar (kanibal), jentik capung dan udang-udangan. Salah satu tanaman di Indonesia diketahui mengandung senyawa bioaktif yang digunakan sebagai pestisida alami seperti teh hijau (Camellia sinesis). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas minyak atsiri biji teh hijau sebagai biolarvasida terhadap jentik-jentik nyamuk dan mengetahui nilai Lethal Concentration (LC50) dari minyak atsiri biji teh hijau (Camellia sinensis L.) terhadap jentik-jentik nyamuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian non ekperimental dengan metode deskriptif untuk mengetahui aktivitas minyak atsiri biji teh hijau sebagai biolarvasida jentik-jentik nyamuk. Sampel yang digunakan adalah minyak atsiri biji teh hijau dengan konsentrasi 100 ppm, 50 ppm, 10 ppm dan 5 ppm, jentik-jentik nyamuk didapatkan dari seorang peternak ikan hias di Jl. Pekapuran Raya Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak atsiri biji teh hijau memiliki aktivitas terhadap jentik-jentik nyamuk dengan konsentrasi 100 ppm, 50 ppm, 10 ppm, dan 5 ppm. Dari hasil perhitungan statistik dengan analisis probit didapatkan LC50 yang dapat membunuh 50% jentik-jentik nyamuk berada pada konsentrasi 17,379 ppm.
EVALUASI PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN
POLA PERESEPAN OBAT PREEKLAMSIA PADA PASIEN IBU HAMIL DI KLINIK CAHAYA IMANI KANDANGAN PADA TAHUN 2022
Preeklampsia merupakan salah satu jenis hipertensi dalam kehamilan yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan adanya gangguan organ. Tekanan darah tinggi saat hamil atau sering disebut dengan preeklampsia merupakan salah satu dari tiga besar penyebab kematian ibu hamil selain pendarahan dan peradangan. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan sekitar 12% pada ibu hamil. Terapi penyakit hipertensi yang sering digunakan yaitu dengan Methyldopa, beta bloker dan vasodilator karena obat ini merupakan lini pertama pengobatan hipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat preeklamsia meliputi nama obat, golongan obat dan frekuensi minum obat yang diberikan pada ibu hamil di Klinik Cahaya Imani Kandangan tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep preeklamsia pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh sehingga resep pada populasi merupakan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 235 resep preeklamsia yang ada di Klinik Cahaya Imani Kandangan pada tahun 2022, tidak ada batasan sampel pada penelitian ini karena data resep yang digunakan adalah resep elektronik. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter. Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Nifedipin 49,84%. Golongan obat antihipertensi terbanyak adalah golongan Calcium Channel Bloker (CCB) 49,84%, dan Frekuensi terbanyak yaitu 3 kali sehari 1 tablet sebanyak 41,75%.
KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN
Penyimpanan high alert yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien karena dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan jika dalam penyerahan ke pasien terjadi kesalahan. Kesesuaian penyimpanan high alert di puskesmas gadang hanyar Banjarmasin berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 diperlukan untuk meminimalisir kesalahan dalam penyerahan untuk menjamin keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan high alert sebagai bahan evaluasi penyimpanan di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada periode bulan Februari–April 2023 di Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Jumlah keseluruhan obat high alert adalah (n=28) sampel, terdiri atas obat risiko tinggi (n=12); risiko tinggi yang termasuk LASA (n=6); LASA (n=7); dan elektrolit konsentrat tinggi (n=3) sampel. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, berdasarkan kategori. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 sebesar 79% (20). Sedangkan kesesuaian berdasarkan kategori, obat risiko tinggi sebesar 50% (6), risiko tinggi yang termasuk LASA 67% (4), LASA (Look Alike Sound Alike) sebesar 100% (7), dan elektrolit konsentrat tinggi sebesar 100 % (4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah presentase penyimpanan kesesuaian obat high alert secara keseluruhan di Puskesmas gadang Hanyar Banjarmasin sebesar 79% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019.