COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
JURNAL INSAN FARMASI INDONESIA VOL.7 NO.2
JURNAL INSAN FARMASI INDONESIA VOL.7 NO.3
JURNAL INSAN FARMASI INDONESIA VOL.8 NO.1
JURNAL PHARMA SCIENCE VOL.11 NO.2
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi
Evaluasi Stabilitas Fisik Dan Aktivitas Formulasi Face Mist Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes
Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi akibat infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan bahan alami sebagai agen antibakteri, salah satunya adalah daun gelinggang yang memiliki potensi untuk melawan bakteri penyebab jerawat. Daun gelinggang merupakan salah satu tanaman unggul dari Kalimantan selatan yang terbukti mengandung metabolit sekunder sebagai antibakteri. Kandungan daun gelinggang berpotensi untuk di kembangkan dalam sediaan kosmetik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui formulasi face mist ekstrak daun gelinggang memenuhi syarat uji sifat fisik dan aktivitas formulasi tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan eksperimental. Penelitian ini menggunakan sampel daun gelinggang. Daun gelinggang diolah simplisia dan di ekstrak menggunakan metode maserasi dalam pelarut etanol 70%. Ekstrak selanjutnya di uji skrining fitokimia dan uji bebas etanol. Face mist dibuat menjadi 4 sediaan yaitu 2 formula yang mengandung ekstrak dan 2 kontrol tanpa ekstrak dengan variasi gliserin sebagai basis, kemudian diuji stabilitas fisik, mencakup organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan waktu kering dengan penyimpanan pada suhu kamar selama 28 hari. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram (paper disk) dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk. Pengolahan data dengan menentukan standar deviasi yang dianalisa secara statistik program SPSS. Hasil penelitian simplisia daun gelinggang diperoleh susut pengeringan 89,6%, proses ekstraksi didapatkan rendemen sebesar 24,81%. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun gelinggang mengandung saponin, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan fenolik. Formulasi sediaan face mist ekstrak daun gelinggang yang memenuhi syarat stabilitas fisik adalah formula 2 dengan gliserin sebagai emolien sebesar 25% dengan uji sifat fisik yang memenuhi syarat yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan waktu kering. Hasil uji aktivitas antibakteri formula 2 face mist ekstrak daun gelinggang (kadar 1,6%) terhadap propionibacterium acnes memiliki aktivitas dengan rata – rata diameter daya hambat sebesar 7,763 mm. Face mist ekstrak daun gelinggang menjadi sediaan kosmetik yang memiliki khasiat sebagai antijerawat.
JURNAL PHARMACIANA VOL.13 NO.2
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG VOL.9 NO.2
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS AWAYAN KABUPATEN BALANGAN
Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan terapi obat jangka panjang. Ketidakpatuhan pengobatan pasien diabetes melitus akan berdampak pada kadar gula darah yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat korelasi antara kepatuhan pengobatan dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian menggunakan desain observasional cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Data dikumpulkan dari pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan pada periode bulan Juni-Juli 2024. Sebanyak 47 sampel digunakan pada penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data kepatuhan pengambilan obat ulang diukur menggunakan kuesioner ARMS dan data kadar glukosa darah diperoleh dari hasil pengukuran tenaga kesehatan di Puskesmas. Data hasil penelitian diuji korelasi dengan menggunakan Uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menemukan bahwa skor rata-rata kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus adalah 12,78 ± 1,06, sedangkan rata-rata kadar glukosa darah pasien adalah 216,76 +- 52,11 mg/dL. Hasil uji korelasi antara kepatuhan dengan kadar glukosa darah adalah 0,101 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pengobatan tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Awayan Balangan.