Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

310 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 16

TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN CIPLUKAN TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

ANISYA RAHMADINI
2024 · Book · Open Access

Tanaman ciplukan merupakan tanaman yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Adanya aktivitas antibakteri dari tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus disebabkan karena adanya kandungan metabolit sekunder dalam tanaman ciplukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada tanaman ciplukan terhadap bakteri Staphylococcus aureusberdasarkan tinjauan literatur. Penelitian ini dilakukan dengan metode tinjauan literatur. Penelusuran artikel melalui databa Physalis, Staphylococcus aureus -artikel tersebut kemudiaan ditelaah hasilnya uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian tinjauan literatur menunjukan tanaman ciplukan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daya hambat yang dihasilkan berbeda dari tiap artikel. Dari 6 artikel menunjukan daya hambat terbesar terdapat pada artikel 1 yaitu sebesar 30 mm, sedangkan daya hambat terkecil terdapat pada artikel 2 yaitu sebesar 1 mm.

FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI PELEMBAB

RIZKA PUTRI RINALDY
2024 · Book · Open Access

Salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional adalah matoa (Pometia pinnata). Salah satu kandungan yang terdapat pada daun matoa yaitu flavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan dan dapat menetralisasi kerusakan pada kulit. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan pada kulit yaitu lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan lotion dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sediaan lotion terdapat 2 formula yang memiliki perbedaan pada komposisi lanolin sebagai basis yaitu F1 (3%) dan F2 (5%). Sediaan lotion di uji sifat fisik dengan parameter uji yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan berat jenis. Hasil data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan uji sifat fisik yang dilakukan pada hari ke-1 semua formula memenuhi standar uji sebagai sediaan lotion. Formula 1 lebih baik dibandingkan dengan formula 2 karena memiliki hasil uji daya sebar yang lebih besar. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan signifikan pada daya sebar karena basis yang digunakan berbeda konsentrasi.

TINJAUAN LITERATUR: POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT

NUR FARADILLAH
2024 · Book · Open Access

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Terapi utama yang diberikan pada penderita demam tifoid adalah antibiotik. Pola penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan tepat nama antibiotik atau jenis antibiotik dan bentuk sediaan antibiotik dapat menyebabkan terjadinya kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Rumah Sakit yang dilihat dari banyaknya nama antibiotik yang digunakan dan bentuk sediaan antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan Tinjauan Literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan7 artikel untuk melihat pola penggunaan antibiotik. Kata kunci yang digunakan adalah Pola Penggunaan, Antibiotik, Demam Tifoid, Rumah Sakit dan Rawat Inap. Kriteria inklusi pada artikel jurnal yang digunakan adalah artikel full teks, artikel memuat nama antibiotik dan bentuk sediaan, artikel membahas tentang kriteria pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di rumah sakit rawat inap, artikel yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, dan artikel tidak memuat penulis yang sama. Hasil penelitian menunjukan 3 artikel dengan nama antibiotik dengan persentasi tertinggi adalah Ceftriaxone, 2 artikel adalah Cefotaxime, satu artikel adalah Levofloxacin dan Ceftizoxime. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan dari ketujuh artikel adalah bentuk sediaan ampul yang diberikan secara IV (Intravena) dikarenakan pasien rawat inap.

PENELITIAN: HUBUNGAN STRATEGI BAURAN PEMASARAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN DI APOTEK WILAYAH BANJARMASIN UTARA

HESTI FEBRIYANA NURINSANI
2024 · Book · Open Access

Konsumen apotek tidak hanya membeli produk, tetapi mereka juga membeli pelayanannya. Kepuasan konsumen akan tercipta jika apotek mampu memenuhi harapan dari konsumennya. Salah satu upaya untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah menggunakan bauran pemasaran dalam strategi pemasaran produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui gambaran respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran apotek, mengetahui gambaran kepuasan konsumen terhadap stategi bauran pemasaran apotek dan mengetahui hubungan antara respon konsumen terhadap stategi bauran pemasaran dengan kepuasan konsumen terhadap apotek di wilayah Banjarmasin Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan menggunakan kuisioner. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen yang telah berkunjung ke apotek mengisi kuisioner dengan kriteria minimal telah melakukan pembelian di apotek sebanyak satu kali dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Analisis dilakukan dengan program SPSS versi 16 untuk mengetahui pengaruh variabel dan hubungan antar variabel dengan uji korelasi KruskalWallis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran apotek di wilayah Banjarmasin Utara menunjukkan bahwa bauran pemasaran produk berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 61,42%, bauran pemasaran harga berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 48,21%, bauran pemasaran tempat berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 58,76%, dan bauran pemasaran tempat berada pada kategori penting dengan presentase rata-rata sebesar 55,55%. Secara keseluruhan kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran berada pada kategori puas dengan presentase sebesar 65,96%. Dari hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat dan promosi, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen di apotek Wilayah Banjarmasin Utara hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi < 0,05 dimana tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan mempunyai pola yang hampir seragam, yang mana untuk indikator dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi juga memiliki tingkat kepentingan yang relatif lebih tinggi.

ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN DI APOTEK SUMBER SEHAT BANJARMASIN

MUHAMMAD AQLI
2024 · Book · Open Access

Waktu tunggu merupakan masalah yang sering mengakibatkan keluhan pasien di beberapa apotek. Di Apotek Sumber Sehat memiliki masalah mengenai waktu pelayanan resep karena pasien kurang sabar menunggu dan masih terdapat keluhan pasien mengenai waktu tunggu. Ini akan mempengaruhi pelayanan di apotek sehingga kepuasan pasien berkurang. Sesuai yang tertuang dalam Permenkes No.73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek yaitu lama waktu pelayanan resep antara 15-30 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama rata-rata waktu tunggu, persentase waktu tunggu yang memenuhi standar permenkes, dan persentase faktor yang menyebabkan waktu tunggu tidak memenuhi standar Permenkes No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pengumpulan data secara prospektif dan analisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2022 di Apotek Sumber Sehat Banjarmasin. Sampel yang digunakan sebanyak 100 sampel dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa stopwatch dengan pengolahan data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan hasil datanya adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan di Apotek Sumber Sehat masih memenuhi standar permenkes 2016 yaitu 15-30 menit, dengan waktu tunggu resep non racikan 10 menit 57 detik dan racikan 22 menit 15 detik. Hasil untuk untuk persentase waktu tunggu resep racikan di Apotek Sumber Sehat yang memenuhi standar 86,37% dan resep non racikan 97,44%.

TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID-19 DI KELURAHAN SUNGAI ANDAI

ANNA AMALIA
2024 · Book · Open Access

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit yang terjadi pada hewan ataupun manusia. Pasien yang terjangkit virus tersebut akan menunjukkan tanda-tanda penyakit infeksi saluran pernapasan mulai dari flu sampai yang lebih serius, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau sindrom pernapasan akut berat. Tindakan mencegah penyebaran salah satunya dengan meningkatkan sistem imun yaitu mengkonsumsi obat herbal. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan obat herbal untuk mencegah penularan covid-19 di Kelurahan Sungai Andai. Metode dalam penelitian ini adalah observasi analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Waktu dan tempat penelitian pada bulan Maret- April 2022 di Kelurahan Sungai Andai. Populasi penelitian ini masyarakat di Kelurahan Sungai Andai sebanyak 33.803 jiwa, teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional random sampling dengan sampel 200 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang didapatkan pada penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk Google Form. Analisis data menggunakan Microsoft Excel untuk melihat persentase tingkat pengetahuan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat berdasarkan penggunaan obat herbal sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 133 responden dengan persentase 66,5 %, kategori cukup sebanyak 49 responden dengan persentase 24,5%, dan kategori kurang sebanyak 18 responden dengan persentase 9%. Sedangkan hasil pengukuran tingkat pengetahuan parameter tentang efek samping obat herbal masih rendah sebesar 48,75% maka dari itu perlunya edukasi agar tingkat pengetahuan masyarakat lebih meningkat dalam pemanfaatan obat herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh.

GAMBARAN PEMBERIAN INFORMASI PENGGUNAAN PEN INSULIN OLEH TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI APOTEK KECAMATAN BANJARMASIN TENGAH

LILI NUR INDAH SARI
2024 · Book · Open Access

Pen insulin adalah salah satu jenis obat diabetes melitus dalam bentuk sediaan khusus, dengan adanya cara khusus tersebut Pasien harus paham cara menggunaan pen insulin dengan benar. Tenaga Teknis Kefarmasian adalah Tenaga Kefarmasian sebagai orang terakhir yang menyerahkan obat ke pasien yang berkewajiban untuk menjelaskan dan memahamkan pasien tentang cara penggunaan pen insulin dengan tepat agar efek terapi yang optimal dan meminimalkan efek samping. Tujuan penelitian ini untuk mengefaluasi ketepatan pemberian informasi penggunaan pen insulin oleh Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek kecamatan Banjarmasin Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data menggunakan teknik consecutive sampling selama periode Maret – April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Teknis Kefarmasian yang mewakili setiap Apotek kecamatan Banjarmasin Tengah yaitu berjumlah 55 responden, dan sampel dalam penelitian ini adalah dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 21 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat dan instrumen yang berupa kartu (potongan tahapan penggunaan pen insulin) yang diacak. Responden diminta untuk menyusun sesuai urutan penggunaan pen insulin yang benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 responden terdapat 11 responden yang tepat serta memiliki persentase 52,4%. Adapun 10 responden yang kurang tepat dan memiliki persentase 47,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi penggunaan pen insulin oleh Tenaga Teknis Kefarmasian masih belum optimal. Tenaga Teknis Kefarmasian belum seluruhnya tepat dalam pemberian informasi penggunaan pen insulin

GAMBARAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT BERDASARKAN METODE KONSUMSI DI APOTEK NURMADA MARTAPURA

LINDA JUWITA SARI
2024 · Book · Open Access

Perencanaan obat di Apotek Nurmada Martapura dilakukan oleh Apoteker Penanggung Jawab Apotek dengan menggunakan metode konsumsi ditambah dengan buffer stock sekitar 10% dari pemakaian periode sebelumnya. Metode konsumsi yang dilakukan tidak dapat diketahui obat apa saja yang harus diprioritaskan dalam perencanaan, sehingga menyulitkan dalam melakukan pengendalian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perencanaan dan pengendalian persediaan obat berdasarkan metode konsumsi dengan melihat nilai persediaan dari Turn Over Ratio (TOR) obat dengan perencanaan berdasarkan metode konsumsi dengan analisis ABC. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan desain penelitian secara cross sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini yaitu data perencanaan, pengadaan dan penggunaan obat di Apotek Nurmada Martapura pada bulan Januari – Desember 2021. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh dengan alat instrument dalam pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa hasil tahap awal dengan pengumpulan data perencanaan, pengadaan serta penggunaan yang kemudian di analisis ABC untuk dapat menentukan nilai TOR. Data yang akan dilakukan pengolahan meliputi nama obat, jumlah pengeluaran dan harga beli. Setelah memperoleh data, data didaftar di microsoft excel untuk kemudian diolah menggunakan analisis ABC,lalu dilakukan analisis TOR. Kemudian dilakukan observasi terhadap dokumen yang ada dan kondisi sebenarnya di Apotek Nurmada Martapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penggunaan biaya pada Apotek Nurmada Martapura sebesar 94,96% dengan nilai TOR 7,94 yang artinya penggunaan biaya selama ini sudah dapat dikendalikan dengan baik dibuktikan kembali dengan nilai Rata-Rata TOR selama setahun berada di angka 7,94 yang artinya relah memenuhi standar nilai indikator TOR.

TINJAUAN LITERATUR: EVALUASI KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT PADA PASIEN UMUM RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

CHOFIFAH INDRIANI
2024 · Book · Open Access

Kesesuaian resep dengan formularium rumah sakit sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya pengobatan. Sehingga dapat membantu rumah sakit memahami kebutuhan dan prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan obat yang berkelanjutan. Tujuan dari Tinjauan Literatur ini adalah untuk mengetahui Kesesuaian Peresepan Obat di Rawat Jalan Rumah Sakit terhadap Formularium Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data base pencarian artikel didapat dari google scholar dan didapatkan 6 artikel. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan atau melihat gambaran kesesuaian peresepan obat dengan formularium rumah sakit. Berdasarkan hasil tinjauan literatur yang diperoleh menyatakan adanya ketidaksesuaian dalam penulisan obat tergantung dari dokter penulis resep. Faktor lain yang menyebabkan resep tidak sesuai dengan formularium adalah nama obat, pasien, dokter dan lain-lain. Sehingga didapatkan kesesuaian peresepan obat pada pasien umum rawat jalan terhadap formularium rumah sakit berkisar dari 60,7% sampai 92,4% dengan rata-rata 82,14%.

PENETAPAN KADAR FENOLIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SELADA (Lactuca sativa L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

MUHAMMAD FAIDULLAH
2024 · Book · Open Access

Tanaman daun selada (Lactuca sativa L) berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai antioksidan. Selada merupakan sayuran yang berpotensi sebagai bahan makanan penyeimbang gizi dikarenakan selada mengandung mineral dan vitamin. Penelitian sebelumnya disebutkan bahwa Selada juga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai macam manfaat yaitu sumber bahan baku obat yang berperan sebagai antioksida, antiinflamsi, antiseptic dan melindungi struktur sel. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar fenolik pada ekstrak etanol daun selada hijau. Pengujian kualitatif ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan pereaksi FeCl3 dan K2Cr2O7, sedangkan untuk penetapan ekstrak etanol daun selada hijau menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dengan pereaksi folin ciocalteau. Konsentrasi yang digunakan pada kurva regresi linier adalah 10, 15, 20, 25, dan 30 µg/mL. Hasil uji kualitatif diperoleh ekstrak etanol daun selada hijau mengandung senyawa fenolik dengan ditandai perubahan warna hijau kehitaman dengan pereaksi FeCl3 dan endapan coklat dengan pereaksi K2Cr2O7. Berdasarkan hasil uji kuantitatif diperoleh operating time pada menit ke 28-30 dan panjang gelombang maksimal 765 nm. Persamaan regresi linier yang diperoleh y=0,015438 x + 0,05534 dengan nilai R sebesar 0,99963. Nilai kadar fenolik total yang didapat pada Ekstrak Daun Selada adalah 24,19 ± 0,9127 mgGAE/g Ekstrak.

ANALISIS KADAR KALSIUM (Ca) PADA BUAH PISANG YANG DIJUAL DI BANJARMASIN DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI

SITI FATIMATU ZAHRA
2024 · Book · Open Access

Kalsium merupakan salah satu mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Kalsium memiliki fungsi utama dalam tubuh untuk mengisi kepadatan tulang. Kalsium berperan dalam pembentukan gigi dan diperlukan untuk pembekuan darah, transmisi saraf, stimulasi otot dan stabilitas asam-basa (pH) darah. Kalsium yang membentuk tulang dan gigi mencapai 99%, dan 1% sisanya yaitu dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan kalsium dan berapa kadar kalsium pada buah Pisang yang dijual di Banjarmasin. Reagen yang digunakan pada pengujian kualitatif yaitu Ammonium Oksalat. Pengujian kuantitatif menggunakan standar titran EDTA dengan molaritas 0,01 M dan indikator yang digunakan yaitu EBT. Hasil penelitian ini secara kualitatif buah pisang yang dijual di Banjarmasin negatif mengandung kalsium. Secara kuantitatif kadar kalsium pada buah pisang yang dijual di Banjarmasin dengan metode kompleksometri diperoleh nilai kadar kalsium pada buah pisang Muli sebesar 0,617% ± 0,056, pisang Kepok sebesar 0,505% ± 0,097, pisang Raja 0,523% ± 0,085, pisang Awak sebesar 0,523% ± 0,032, dan pisang Ambon sebesar 0,542% ± 0,032.

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI UNIT FARMASI RS PELITA INSANI MARTAPURA

NADIA MASRUROH
2024 · Book · Open Access

Obat High Alert adalah obat yang resiko tinggi menyebabkan kerugian pasien tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat adalah dengan cara memperbaiki sistem penyimpanannya. Penyimpanan obat High Alert dengan obat lain dengan penandaan agar tidak terjadi kesalahan saat pengambilan. Obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena apabila terjadi kesalahan mengakibatkannya fatal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan Obat High Alert Di unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura ditinjau dari Kemenkes penyimpanan obat High Alert. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat secara Propesktif dan data disajikan secara deksriptif. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2023 di Rumah sakit Pelita Insani martapura. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah obat-obat High Alert yang ada di unit farmasi dengan teknik sampling jenuh. Pengolahan data ini menggunakan lembar observasional, apabila sesuai diberi cecklist. Unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura dapat kesesuaian pada LASA/ NORIUM, Resiko Tinggi dan Elekrolit Konsetrat Tinggi sebanyak 96% sesuai dan ketidaksesuaian ditemukan sebnyak 4%. Hasil ini menyatakan bahwa Rumah sakit sudah memenuhi standar penyimpanan sesuai dengan standar bedasarkan kemenkes RI No.72 tahun 2016.

ANALISIS PARASETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU DI KAWASAN PENGOLAHAN OBAT TRADISIONAL KOTA BANJARBARU DENGAN METODE KLT

ELFANI NUR SITA AUGUSTINA
2024 · Book · Open Access

Bahan kimia obat (BKO) yang sering dicampurkan ke dalam jamu pegal linu yaitu parasetamol. Parasetamol merupakan obat yang berkhasiat untuk meredakan nyeri, dan menurunkan demam, sehingga efek terapi pada jamu yang ditambahkan BKO Parasetamol akan lebih cepat daripada jamu pegal linu yang tidak ada penambahan BKO Parasetamol. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan kandungan Parasetamol pada Jamu Pegal Linu yang diperoleh dari kawasan pengolah obat tradisional Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian bersifat deskriptif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Metode ini dipilih karena lebih sederhana digunakan, mudah dilakukan, jumlah bahan yang dipilih sedikit serta lebih akurat jika dibandingkan dengan melakukan reaksi kimia. Sampel diambil dari kawasan pengolah obat tradisional Kota Banjarbaru dalam bentuk sediaan cair pada bulan Maret 2022, didapatkan 21 sampel jamu pegal linu dari rumah Industri yang berbeda. Analisis KLT menggunakan eluen dari campuran etil asetat, etanol, dan ammonia (85:10:5) dan plat KLT silica gel GF254 dengan Rf Parasetamol yaitu 0,75. Preparasi sampel dengan menambahkan pelarut etanol 96% kemudian diletakan diatas vortex selama 60 detik untuk melarutkan padatan dalam cairan. Dari hasil penelitian didapatkan 2 dari 21 sampel atau 9,52% dari total sampel positif mengandung Parasetamol.

PENGARUH SUHU PENYIMPANAN PADA SEDIAAN MINUMAN YANG MENGANDUNG VITAMIN C

M. ZIKRUN MUTTAQIN
2024 · Book · Open Access

Mutu suatu obat atau kualitas produk obat sangat penting karena akan menentukan efek terapetik. Perubahan suhu merupakan salah satu faktor luar yang menyebabkan ketidakstabilan sediaan farmasi. Penyimpanan obat pada kondisi suhu udara yang sangat panas, kelembaban ruangan yang tinggi dan terpapar cahaya dapat merusak mutu obat. Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama pemrosesan dan penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar vitamin C pada sediaan minuman yang mengandung vitamin C. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental, dimana pada penelitian ini dianalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar vitamin C. Waktu dan tempat penelitian pada bulan Januari sampai Mei 2022, di Laboratorium Kimia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin. Populasi adalah sediaan minuman yang mengandung vitamin C merk X, dan sampel pada penelitian ini yaitu sediaan minuman yang mengandung vitamin C merk X diambil dengan metode random sampling. Sampel disimpan pada suhu ruangan (15-300C), suhu dingin (2-8 0C), dan suhu panas (480C) selama 180 menit. Kadar vitamin C dianalisis dengan metode titrasi iodimetri menggunakan larutan iodium sebagai titran dan amilum sebagai indikator. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji normalitas mendapatkan nilai signifikasi (p-value 0,05). Hasil pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar vitamin C pada penyimpanan suhu ruangan (15-300C) 0,72%, suhu dingin (2-8 0C) 0,77%, suhu panas (480C) 0,71% menunjukkan bahwa tidak terjadi pengaruh yang signifikan (p-value >0,05) pada suhu penyimpanan terhadap kadar vitamin C.

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS BERUNTUNG RAYA BANJARMASIN TAHUN 2021

HAFIZATUN NADIA
2024 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut silent killer, prevalensi hipertensi termasuk kedalam urutan No 2 penyakit terbanyak tahun 2021 di Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin. Tinggi nya angka kejadian hipertensi maka perlu dilakukan kajian pola peresepan obat antihipertensi agar meningkatkan kesehatan dan pengelolaan obat yang lebih optimal dalam hal pengadaan dan perencanaan obat sehingga ketersediaan obat dapat terjaga. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah non eksperimental deskriptif dengan pengambilan data retrospektif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin Tahun 2021 dilaksanakan pada bulan Februari-April 2022. Teknik pengambilan sampel Proporsional Random Sampling menggunakan rumus Slovin dengan total sampel pada penelitian ini sebanyak 283 sampel. Pengolahan data dengan menghitung persentase obat antihipertensi meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat, dan jenis terapi obat. Hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin yaitu resep tunggal (81,63%), kombinasi (18,37%) dengan resep tunggal terbanyak ada amlodipine 5 mg (38,10%) golongan obat CCB (63,88%) dan obat kombinasi candesartan 16 mg dengan amlodipine 10 mg (36,54%).

GAMBARAN KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS PEKAUMAN TAHUN 2021

NIDA HAYATI
2024 · Book · Open Access

Puskesmas yang menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama, Maka ketersediaan obat harus dapat dijamin. Jumlah kunjungan pasien tahun 2021 sebanyak 17.411. Ketersediaan obat di Puskesmas Pekauman permintaan untuk bulan desember 2021 hanya 69,86% kesesuaian terhadap penerimaan obat. Mengakibatkan kekosongan obat di ruang farmasi dan dapat merugikan pengelola obat, Dokter, Dan juga Pasien. Karena pelayanan resep obat menjadi tidak maksimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana persentase kesesuaian permintaan terhadap penerimaan obat dan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas Pekauman tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin , Dilaksanakan bulan februari sampai april 2022. Instrumen menggunakan lembar observasi dengan populasi LPLPO tahunan tahun 2021, dengan sampel yaitu LPLPO tahunan tahun 2021 dengan metode Sampling Jenuh. Pengambilan data secara Retrospektif dengan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Kesesuaian permintaan terhadap penerimaan obat di puskesmas pekauman sebesar 68,46% dan Tingkat ketersediaan obat dengan kategori Kosong sebanyak 244 Item obat sebanyak 55,70%, Tingkat ketersediaan obat dengan kategori aman sebanyak 150 item obat sebanyak 34,25%, Tingkat ketersediaan obat dengan kategori berlebih sebanyak 44 item obat sebanyak 10,05%. Hasil nilai rata-rata tingkat ketersediaan obat dipuskesmas pekauman tahun 2021 sebesar 8,71 bulan dan masuk dalam kategori kurang.

GAMBARAN RANTAI DINGIN VAKSIN COVID-19 DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN

RIZKI ARISKA
2024 · Book · Open Access

Gambaran rantai dingin vaksin COVID-19 di Puskesmas kota Banjarmasin diukur berdasarkan standar Keputusan Menteri Kesehatan RI NOMOR HK.01.07/MENKES/4638/2021. Rantai dingin adalah sistem pengelolaan vaksin yang dimaksudkan untuk memelihara dan menjamin mutu vaksin dalam pendistribusian mulai dari pabrik pembuat vaksin sampai pada sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rantai dingin vaksin COVID- 19 di Puskesmas kota Banjarmasin. Pengambilan data secara prospektif pada bulan Maret 2022 menggunakan lembar kuesioner rantai dingin vaksin dan observasi langsung. Populasi dalam penelitian ini seluruh penanggung jawab penyimpanan vaksin di Puskesmas. Metode penentuan sampel menngunakan teknik sampling jenuh seluruh petugas penanggung jawab penyimpanan vaksin di Puskesmas yang ada di kota Banjarmasin dengan jumlah 26 Puskesmas. Pengolahan data dengan menghitung persentase kesesuaian rantai dingin vaksin COVID-19 di Puskesmas kota Banjarmasin. Kesesuaian kondisi rantai dingin vaksin COVID-19 di Puskesmas kota Banjarmasin dengan standar Keputusan Menteri Kesehatan RI NOMOR HK.01.07/MENKES/4638/2021 yakni 94,96% dan tidak sesuai 5,04% dimana masih ada beberapa Puskesmas yang menyimpan barang lain selain vaksin pada refrigerator, terdapatnya vaksin yang kedaluwarsa dan tidak terdapat catatan grafik suhu serta generator.

GAMBARAN PENYIMPANAN VAKSIN COVID-19 DI DINAS KESEHATAN KOTA BANJARMASIN

SITI ARIFA
2024 · Book · Open Access

Program vaksinasi dipercepat untuk mengurangi penyebaran virus Coronavirus Disease (Covid-19) yang semakin cepat menyebar di seluruh dunia. Vaksin merupakan antigen yang jika diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit atau infeksi tertentu dan bersifat sangat sensitif. Vaksin sangat sensitif akan kerusakan sehingga perlu pengelolaan cold chain yang baik dan benar agar vaksin memberikan efek terapi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan secara prospektif yang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 dan disajikan secara deskriptif. Metode yang digunakan adalah cross sectional melalui lembar observasi. Populasi yang digunakan pada penelitian yaitu penyimpanan vaksin Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara jenuh yaitu seluruh penyimpanan vaksin Covid-19 di UPTD Instalasi Farmasi Kota Banjarmasin. Pengolahan data dilakukan dengan mengisi lembar observasi dan membandingkan hasil dengan CDOB 2020 dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan penyimpanan vaksin Covid-19 di UPTD Instalasi Farmasi Kota Banjarmasin secara keseluruhan belum sesuai dengan aturan CDOB dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Kesesuaian indikator petugas dan pelatihan penyimpanan vaksin Covid-19 sebesar 33,33 %, indikator bangunan 86% dan fasilitas 100%, indikator operasional penyimpanan 92,31 % dan pemeliharaan 100%. Nilai persentase keseluruhan kesesuaian penyimpanan vaksin Covid-19 di UPTD Instalasi Farmasi Kota Banjarmasin yaitu 90,69 %.

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DAGUSIBU PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH

AINAH
2024 · Book · Open Access

Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk mengobati pasien yang mengalami infeksi bakteri. Antibiotik harus digunakan secara rasional. Obat antibiotik harus didapatkan melalui resep dokter. Namun masyarakat banyak yang memperolehnya tanpa menggunakan resep dokter Tujuan penelitian untuk melihat tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Alalak Tengah. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Alalak Tengah dengan pengambilan data selama bulan Maret – April 2022. Penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non – probability sampling yaitu Consecutive sampling dan pengambilan data secara prospektif. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 78 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner yang terdiri 14 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi dan dihitung menggunakan rumus persentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 78 responden tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Alalak Tengah secara umum didapatkan tingkat pengetahuan baik yaitu dengan persentase (82,47%). Dengan rincian tingkat pengetahuan baik (69,23%) 54 responden, dan tingkat pengetahuan cukup (21,80%) 17 responden, sedangkan tingkat pengetahuan kurang (8,97%) yang berjumlah 7 responden.