Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

310 item publik

Publikasi

Halaman 12 dari 16

PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM KOTA BANJARMASIN

NUR RATNA
2024 · Book · Open Access

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) termasuk dalam penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. Puskesmas menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk pengobatan ISPA. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien ISPA di Puskesmas Kelayan Dalam Kota Banjarmasin periode tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah bersifat observasional non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan disajikan secara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling didapatkan 208 resep. Sampel diambil dari resep dengan kode J06 di Puskesmas Kelayan Dalam Kota Banjarmasin. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian dari 208 sampel menunjukkan bahwa obat yang banyak diresepkan adalah gliseril guaikolat sebanyak 13,93%. Golongan obat yang terbanyak adalah ekspektoran sebanyak 24,24%. Bentuk sediaan obat yang banyak diberikan adalah tablet sebanyak 71,95%. Potensi obat terbanyak gliseril guaikolat dengan potensi 100 mg sebanyak 13,93%. Frekuensi obat yang banyak diberikan 3x1 sebanyak 44,08% dan durasi minum obat paling banyak diberikan selama 4 hari (56,68%).

UJI KADAR SARI LARUT AIR, KADAR SARI LARUT ETANOL DAN KADAR ABU SIMPLISIA DAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn.)

ICABELA ALISA
2024 · Book · Open Access

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sering dimanfaatkan masyarakat dikarenakan memiliki banyak manfaat sebagai obat tradisional sehingga perlu dilakukan standardisasi untuk mendapatkan simplisia dan ekstrak yang baik. Parameter spesifik adalah aspek yang terkait dengan kandungan kimia baik secara kuantitatif dan kualitatif tang terkait efek farmakologis, sedangkan parameter nonspesifik adalah segala aspek yang tidak berkaitan dengan efek farmakologis namun berkaitan dengan aspek keamanan dan stabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol dan kadar abu dari simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - April 2023. di Laboratorium STIKES ISFI Banjarmasin dan di Laboratorium FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Sampel pada penelitian ini adalah simplisia serbuk dan ekstrak kulit pisang kepok. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Dari hasil uji kadar sari larut air simplisia serbuk dan ekstrak kental rata-rata 32,91% dan 93,66%. Kadar sari larut etanol simplisia serbuk dan ekstrak kental dengan rata-rata 96,08% dan 83,33%. Kadar abu total simplisia serbuk dan ekstrak kental rata-rata 85,06% dan 40,92%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca.L) yang telah dilakukan parameter spesifik memenuhi standarisasi yang telah diterapkan, sedangkan parameter non spesifik simplisia dan ekstrak (Musa paradisiaca.L) tidak memenuhi standar yang telah diterapkan.

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK SPESIALIS RAFISA DAHLIA BANJARMASIN PADA TAHUN 2022

ERLINA FITRI
2024 · Book · Open Access

Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%

PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI PADADAUNSELADA SEGAR HIJAU DAN EKSTRAKSELADA(Lactuca sativa L.) DENGAN METODEPERMANGANOMETRI

WENI DWI REJEKI
2024 · Book · Open Access

Selada adalah sayuran yang banyak dikonsumsi segar. Selada cukupbanyak dikonsumsi secara segar karena memiliki kandungan gizi dan zat besi yang tinggi. Zat besi merupakan salah satu nutrisi terpenting bagi tubuh manusiakarena besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi atau sering disebut anemia dipengaruhi oleh jenis sumber zat besi yang diseraptubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkankadar zat besi yang terdapat pada daun selada segar hijau dan ekstrak selada(Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yaitumenetapkan kadar zat besi pada daun selada segar hijau dan ekstrak selada denganmetode permanganometri lalu dibandingkan hasilnya menggunakan analisisstatistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi yang didapatkanpada sampel selada segar hijau adalah 0,068% ± 0,0017 dan ekstrak selada adalah0,295% ± 0,0465. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan kadar zat besi pada selada segar hijau dan ekstrak selada berdasarkan nilai Independent sampel ttest dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 (p<α).

EVALUASI KESESUAIAN PEMILIHAN OBAT DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM BERDASARKAN FORMULARIUM PUSKESMAS PERIODE TAHUN 2021

DESY WULANDARI NINGSIH
2024 · Book · Open Access

Pengelolaan obat sangat menentukan keberhasilan manajemen secara keseluruhan, untuk menghindari perhitungan kebutuhan obat yang tidak akurat dan tidak rasional. Pengelolaan obat bertujuan terjaminannya ketersediaan obat yang bermutu baik, secara tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu serta digunakan secara rasional dan supaya dana yang diatur dengan formularium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentasi rata - rata kesesuaian obat dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi dalam tertinggi dan terendah pemilihan obat berdasarkan Formularium Puskesmas. Desain penelitian ini secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, data diambil pada bulan Januari sampai Desember 2021. tempat di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel sebagai data adalah teknik sampling jenuh dengan melihat banyaknya anggota populasi yang digunakan sebagai sampel.penelitian ini menggunakan data dari LPLPO tahun 2021 yang mengarah pada analisis data dengan menggunakan lembar observasi dan hasil persentase kesesuaian. Hasil dari rata-rata kesesuaian berdasarkan LPLPO periode tahun 2021 di Puskesmas Kelayan Dalam dengan 192 item obat Formularium Puskesmas Tahun 2017, maka didapat rata-rata kesesuaian tahun 2021 sebanyak 89,06%, dan ketidaksesuaian sebanyak 10,94%. Kesesuaian berdasarkan parameter yaitu; nama obat 91.06% bentuk sediaan 88.58% dan potensi 90.54%. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tertinggi yaitu dalam pemilihan obat yang tepat serta terbukti efektif drug of choice dan untuk nilai terendah dapat diketahui dengan memilih obat yang sesuai dengan jenis penyakit.

KETEPATAN DOSIS PERESEPAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN PADA PASIEN BALITA PENDERITA ISPA DI APOTEK ANNISA BANJARMASIN

VIRDA RAZAAK
2024 · Book · Open Access

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. ISPA memiliki 2 kategori yaitu ISPA atas dan ISPA bawah. Dosis dalam pengobatan harus tepat agar tidak terjadi pemberian dosis yang underdose atau overdose. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketepatan dosis peresepan Antibiotik Amoxicillin pada balita berusia

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM PUSKESMAS DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

DITA ROSIDA ROYANI
2024 · Book · Open Access

Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.

POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH BANJARMASIN SIAGA TAHUN 2022

INDRA MAULANA
2024 · Book · Open Access

Infeksi luka operasi merupakan problem kesehatan yang serius dan masih sering terlihat di rumah sakit rawat inap dan juga khususnya pada bagian bedah. Selain itu, dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun mental, atau bahkan berkepanjangan, termasuk waktu pasien yang hilang. Dari perspektif pengelola rumah sakit, angka infeksi luka operasi yang tinggi merupakan indikator mutu pelayanan medis. Pencegahan infeksi luka operasi dapat dicegah dengan pemberian antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dan antibiotik setelah operasi pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga Tahun 2022 dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Data penelitian ini disajikan secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menelusuri data rekam medik dan resep pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga dengan mengambil data rekam medik dan resep pada tahun 2022. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase Hasil penelitian menunjukkan pola peresepan antibiotik profilaksis dengan Seftriakson (56,15%), dengan golongan sefalosporin generasi III (76,88%), dan frekuensi pemberian sebanyak satu kali sehari (100%). Pada peresepan antibiotik setelah operasi dengan seftriakson (28,45%), dengan golongan sefalosporin generasi III (45,37%), dan frekuensi pemberian antibiotik terbanyak yaitu dua kali sehari (81,95%). Tingkat kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis adalah 77,50% dan setelah operasi adalah 81,525%.

EVALUASI PENYIMPANAN SEDIAAN VAKSIN DI PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN

MUHAMMAD NOFI RAHIM
2024 · Book · Open Access

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.Penyimpanan vaksin membutuhkan suatu perhatian khusus karena vaksin merupakan sediaan biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan, Di dalam Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan bahwa vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 sampai 8 °C. Puskesmas bertanggung jawab atas penyimpanan vaksin. Penyimpanan vaksin adalah suatu cara untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyimpanan sediaan vaksin disaeluruh Puskesmas Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Data yang diambil dilakukan secara prospektif dengan menggunakan lembar checklist. Data hasil penelitian akan ditampilkan secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Puskesmas Kota Banjarmasin dan dilakukan pada bulan Januari 2024.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Puskesmas Kota Banjarmasin dengan teknik sampling adalah sampel jenuh atau total sampling. Hasil Penelitian ini adalah pengolahan data kesesuaian penyimpanan vaksin di Puskesmas Kota Banjarmasin sudah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 tahun 2017 yaitu indikator Sumber Daya Manusia (SDM) penyimpanan vaksin sebanyak 75% yang artinya dalam kategori Cukup kemudian indikator Fasilitas Sarana dan Prasarana Penyimpanan Vaksin diperoleh sebanyak 65 % yang artinya masuk dalam kategori Baik dan Pengelolaan Penyimpanan vaksin diperoleh sebesar 81 % yang artinya masuk kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan hasil dalam kategori baik hanya terdapat pada indikator Fasilitas penyimpanan vaksin dan Pengelolaan penyimpanan vaksin pada puskesmas.

TINGKAT KEPUASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN PASIEN DI APOTEK ZAFRAN MEDIKA GAMBUT KAB BANJAR

AYU MAGFIRAH MAULANI
2024 · Book · Open Access

Mutu pelayanan kefarmasian dapat dijadikan suatu tolak ukur terhadap kepuasan pasien. Kepuasan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan dan perlakuan atau cara melayani orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya oleh karena itu kepuasan pasien erat hubungannya dengan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh petugas di Apotek Zafran Medika Gambut Kab Banjar. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian non eksperimental dengan rancangan yang dilakukan yaitu cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner. Sampel dari penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan pelayanan resep dokter BPJS maupun Non BPJS yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah subjek yang diambil sebanyak 298 responden dengan waktu penelitian FebuariApril 2023 Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase kepuasan tiap dimensi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien dengan jumlah responden sebanyak 298 pasien menggunakan 5 indikator kepuasan pelayanan, didapatkan hasil bahwa pasien merasa sudah sangat puas dengan ratarata persentase jawaban sebesar 86,98% terhadap pelayanan kefarmasian dengan hasil masing-masing dimensi bukti fisik 84,34% (sangat puas), dimensi kehandalan 86,93% (sangat puas), dimensi ketanggapan 88,02% (sangat puas), dimensi jaminan 87,06% (sangat puas), dimensi empati 88,55% (sangat puas).

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

MUHAMMAD RAFI MAHENDRA
2024 · Book · Open Access

Pengetahuan yang memadai tentang resistensi antibiotik merupakan faktor penting dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang bijaksana. Rendahnya pengetahuan mengenai resistensi antibiotik menyebabkan masih banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mahasiswa DIII Farmasi ketika telah lulus akan menjadi ujung tombak untuk menjaga dan memperbaiki rasionalitas penggunaan antibiotik di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan resistensi antibiotik pada mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain crosssectional, pengambilan data secara prospektif pada bulan April-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat/instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google forms yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan merekap hasil tingkat pengetahuan resistensi antibiotik yang telah disajikan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 277 responden mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah baik sebanyak 117 mahasiswa (42,23%), cukup sebanyak 125 mahasiswa (45,12%), dan kurang sebanyak 35 mahasiswa (12,26%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah kategori cukup.

KESESUAIAN POLA PERESEPAN PADA PASIEN MENGGUNAKAN WHO PRESCRIBING INDICATORS DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN TAHUN 2022

DINA NUR LESTARI
2024 · Book · Open Access

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama karena berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya. Dalam rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional WHO mencoba untuk meningkatkan praktik penggunaan obat yang rasional dengan mengembangkan indicator penggunaan obat yang salah satunya yaiutu indicator peresepan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesesuaian pola peresepan pada pasien menggunakan WHO prescribing indicators di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan data yang digunakan data retrospektif yang diambil resep pada tahun 2022 dan data akan disajikan secara deskriptif. Data yang digunakan yaitu data dari resep pasien pada periode Januari-Desember tahun 2022 di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung data dalam bentuk persentase pada lembar observasi yang kemudian di sesuaikan dengan indicator WHO. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peresepan obat di Puskesmas terminal Banjarmasin masih belum sesuai dengan standar WHO karena terdapat parameter yang belum sesuai. Parameter yang tidak sesuai adalah rata-rata item obat tiap lembar resep (2,5), persentase peresepan dengan nama generik (84,80%) dan persentase obat yang diresepkan sesuai dengan formulariun puskesmas (86,93%). Sedangkan untuk persentase peresepan obat dengan antibiotic (15,05%), persentase peresepan obat dengan sediaan injeksi (0%) sudah sesuai dengan standar WHO.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN RESEP DI DEPO OBAT RAWAT JALAN RSUD SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN

FACHRUR RIZAL
2024 · Book · Open Access

Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan layanan kefamasian. Pasien yang puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak kefarmasian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau babkan lebih baik. Kuesioner kepuasan adalah kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien rawat jalan terhadap 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability). ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empathy) Berwujud (Tangibles), Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di Depo Obat Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan non-ekperimental dengan pendekatan Cross sectional salah satu pendekatan yang dipergunakan untuk melakukan penelitian terhadap beberapa kelompok. Waktu dan tempat dilakukan pada bulan April – Mei 2023 di Depo Obat Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin. Populasi dan sampel yaitu jumla sampel 400 responden populasi pasien yaitu yang menebus obat di Depo Obat Rawat Jalan. Pengelolahan data menggunakan Kuesioner yang input ke dalam Microsoft Excel. Hasil kepuasan dengan 400 sampel pasien rawat jalan. Hasil pelayanan kefarmasian di depo Rawat Jalan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin menunjukan kategori puas dengan didominasi tingkat Puas sebanyak 284 responden (71%) dan sangat puas sebanyak 116 responden (29%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan resep di Depo Obat Rawat Jalan Rsud Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin secara umum (78%) dengan kategori Puas

UJI STABILITAS FISIK DARI FORMULASI KRIM EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata)

FATIMATUZZAHRA
2024 · Book · Open Access

Tanaman matoa (Pometia pinnata) adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional. Pada penelitian sebelumnya disebutkan bahwa Ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak matoa dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun matoa kemudian diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji stabilitas fisik krim ekstrak daun matoa dan mengetahui formulasi yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik krim Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat krim ekstrak daun matoa dengan berbagai formulasi kemudian diuji stabilitas fisik. Krim dibuat menjadi 2 formula dengan variasi agen pengemulsi, kemudian diuji stabilitas fisik. Uji yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak daun matoa dengan pengontrolan selama 21 hari dengan 6 parameter, formula 1 yang memenuhi syarat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, daya sebar dan viskositas. Sedangkan formula 2 yang memenuhi syarat adalah uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan viskositas. Berdasarkan hasil uji stabilitas fisik krim ekstrak daun matoa formulasi yang terbaik adalah formula 1 karena pada uji organoleptis tidak terdapat busa selama peyimpanan. Uji daya lekat yang lebih lama, dan nilai viskositas yang lebih besar.

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN RESEP ULANG PASIEN HIPERTENSI PESERTA BPJS DI PUSKESMAS SUNGAI JINGAH

MUHAMMAD NU'MAN YANWARI
2024 · Book · Open Access

Penderita penyakit hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang dapat menyebabkan faktor risiko lain muncul seperti gagal jantung, gangguan jantung, komplikasi hingga kematian. Kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat sangatlah penting karena meminum obat antihipertensi dengan teratur akan dapat mengontrol tekanan darah pada pasien penderita hipertensi, sehingga dapat mengurangi kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak dalam jangka waktu panjang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi peserta BPJS di Puskesmas Sungai Jingah periode Juli – Desember 2022. Penelitian ini bersifat non-eksperimental dengan melihat secara observasional, data yang diambil merupakan data retrospektif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel berdasarkan rumus lameshow yaitu 160 sampel. Untuk mendapatkan hasil tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi dalam periode 6 bulan, pengolahan data menggunakan rumus Medication possession ratio (MPR) Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap 160 sampel resep pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah periode bulan Juli – Desember 2022 maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan resep ulang pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Jingah tahun 2022 dengan nilai hasil persentase MPR yaitu kategori patuh (10.6%) dan tidak patuh (89.4%).

PENENTUAN KADAR VITAMIN C BATANG KELAKAI (Stenochlaena palustris) YANG DISIMPAN PADA SUHU KAMAR DAN SUHU LEMARI PENDINGIN MENGGUNAKAN METODE IODIMETR

RENITA WINDARI
2024 · Book · Open Access

Kelakai (Stenochlaena palustris) merupakan tanaman paku-pakuan famili Blenchnaceae yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan. Kelakai mengandung vitamin C yang dapat membantu memenuhi asupan tubuh. Vitamin C mudah larut dalam air sehingga apabila vitamin C yang dikonsumsi melebihi yang dibutuhkan, kelebihan tersebut akan dibuang dalam urine. Karena tidak disimpan dalam tubuh, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil dari semua vitamin dan mudah rusak selama proses dan penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penentuan kadar vitamin C terhadap penyimpanan Batang kelakai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental, dimana pada penelitian ini dianalisa penentuan kadar vitamin C pada penyimpanan. Waktu dan tempat penelitian pada bulan April sampai Mei 2023, di laboratorium Kimia Sekolah Tinggi IImu Kesehatan ISFI Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini yaitu Batang kelakai yang diambil dengan metode purposive sampling. Batang kelakai disimpan pada suhu kamar (25-30ᴼC), Suhu lemari pendingin (2-8ᴼC) Selama 2 hari, diuji dengan metode titrasi iodimetri yang menggunakan Iodium sebagai titran dan kanji sebagai indikator untuk menganalisis kadar vitamin C dalam Batang kelakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batang kelakai mengandung vitamin C. Adapun kadar vitamin C yang didapatkan Batang Kelakai Segar sebesar 0,0621 % ± 0,0098, Pada penyimpanan suhu kamar sebesar 0,0378% ± 0,0093, kadar vitamin C dan penyimpanan di lemari pendingin sebesar 0,0432% ± 0,0093.

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMANIA(Bavea macrophylia Grif ith) TERHADAP JAMURcandidaalbicans

ARENDHA SEBASTIAN
2024 · Book · Open Access

Tanaman ramania merupakan tanaman lokal khas Kalimantan. Daunramania mengandung senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, saponindanAlkaloid yang diharapkan dapat menjadi salah satu penghambat pertumbuhanjamur Candida albicans. penggunaan obat anti jamur yang tidak sesuai dapat menimbulkan resistensi terhadap jamur serta dapat menimbulkan efek samping. Terdapat pilihan lain dalam mengobati penyakit kandidiasis, yaitu denganmemanfaatkan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Aktivitas ekstrakdaunramania terhadap jamur Candida albicans .Penelitian non eksperimental ini menggunakan 3 kali replikasi . Dimana sebelumnya dilakukan uji skriningfitokimia yaitu alkaloid dengan Reagen dragendroff , Saponin dengan Aquadest , Flavonoid dengan Pb asetat . Penelitian ini menggunakan 4 seri konsentrasi , yaitu10%, 15%, 20%, 25% . Penelitian ini menggunakan metode sumuran dimanapeneliti menguji luas zona hambat Ekstrak daun ramania terhadap pertumbuhanJamur Candida albicans , dengan menggunakan media Nutrien Agar (NA) sebagai medianya. Kemudian dilakukan masa inkubasi dengan suhu 37°C selama 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian uji skrining fitokimia mengandung alkaloid, saponin , dan flavonoid . adapun hasil penelitian aktivitas antijamur ekstrakdaunramania mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Dimana zona hambat rata-rata yang dihasilkan ekstrak daun ramania dari konsentrasi 10%, 15%, 20%, dan 25 % dengan nilai rata-rata 13,91 mm(kuat), 15,76 mm(kuat), 18,55 mm(kuat), dan 19,1 mm(kuat).

POLA PERESEPAN ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMBAT UTARA KECAMATAN PANDAWAN TAHUN 2022

ANNISA
2024 · Book · Open Access

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data di Puskesmas Kambat Utara, penyakit hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit tertinggi di puskesmas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada periode tahun 2022. Data yang digunakan adalah sampel resep pasien hipertensi. Sampel yang didapat dari penelitian ini sebanyak 371 sampel. Sampel ini diambil menggunakan metode proporsional random sampling. Metode ini digunakan untuk menyajikan sampel resep secara representatif yaitu sampel benar menggambarkan hasil penelitan secara proporsional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Data diolah dalam Microsoft Excel kemudian disajikan dalam tabel dalam bentuk persentase dan analisis data dirincikan secara deskriptif. Hasil penelitian terhadap pola peresepan antihipertensi di Puskesmas Kambat Utara Kecamatan Pandawan tahun 2022 maka dapat disimpulkan bahwa resep obat tunggal (77,36%) dan resep kombinasi (22,64%); golongan obat paling banyak adalah CCB (73,19%); nama obat dan potensi obat tunggal yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg (61,67%); nama obat dan potensi obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin 10 mg dengan captopril 25 mg (57,14% dan frekuensi pemakaian paling banyak adalah amlodipin 10 mg 1 x sehari 1 tablet (56,70%).

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG (DAGUSIBU) OBAT ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN

SA'DA
2024 · Book · Open Access

Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan masalah dan merupakan ancaman bagi munculnya peningkatan dan penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dari masyarakat dan memperoleh informasi DAGUSIBU antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang DAGUSIBU obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Non Eksperimental dengan menggunakan desain penelitian observasional dan menggunakan metode croos sectional. Pengumpulan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non-probability sampling yaitu Consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi adalah sebanyak 204 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang terdiri 13 butir pernyataan. Data yang diperoleh kemudian dilakukan rekapitulasi serta di analisis menggunakan uji distribusi frekuensi dengan Tabulasi silang dan rumus persentase. Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori cukup sebanyak 75 responden dengan persentase 36,77%. Dapat disimpulkan terhadap 204 responden dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pasien tentang dapatkan, gunakan, simpan, buang (DAGUSIBU) obat antibiotik di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didominasi oleh tingkat pengetahuan cukup dengan persentase 36,77% (n=75), kemudian diikuti dengan tingkat pengetahuan baik dengan persentase 33,82% (n=69), dan tingkat pengetahuan kurang dengan persentase 29,41% (n=60).

FORMULASI DAN EVALUASI UJI FISIK SEDIAAN BATH BOMB EKSTRAK DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L.)

ADELIA RAYDA
2024 · Book · Open Access

Tumbuhan Dadangkak (Hydrolea spinosan L.) merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Secara ilmiah tumbuhan Dadangkak memiliki kandungan senyawa alkaloid, steroid, dan flavonoid. Daun dadangkak memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Salah satu sediaan farmasi yang mudah dalam penggunaannya dan bisa digunakan sehari –hari yaitu sediaan sabun bath bomb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik dan formula yang memenuhi persyaratan mutu sabun bath bomb. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun dadangkak diformulasikan dalam dua formula perbedaan pada Soda Bikarbonat, Asam sitrat, dan Minyak zaitun. Sediaan bath bomb dievaluasi sifat fisik meliputi pengujian organoleptis, uji pH, uji stabilitas busa, uji kadar air, dan uji keseragaman bobot. Dari penelitian hasil sifat fisik sabun bath bomb ekstrak daun dadangkak formula 1 Organoleptis, Stabilitas busa, dan Keseragaman Bobot tidak memenuhi syarat sedangkan pH dan Kadar Air memenuhi syarat. Pada formulasi 2 Stabilitas busa dan uji Keseragaman Bobot.tidak memenuhi syarat sedangkan Organoleptis, pH, dan Kadar air memenuhi syarat. Dari kedua formulasi tidak ada pengujian sifat fisik yang semuanya memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan kedua formula tidak ada yang memenuhi syarat uji sifat fisik sabun bath bomb.