Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

229 item publik

Publikasi

Halaman 2 dari 12

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI UNIT FARMASI RS PELITA INSANI MARTAPURA

NADIA MASRUROH
· Thesis · Open Access

Obat High Alert adalah obat yang resiko tinggi menyebabkan kerugian pasien tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kesalahan pemberian obat adalah dengan cara memperbaiki sistem penyimpanannya. Penyimpanan obat High Alert dengan obat lain dengan penandaan agar tidak terjadi kesalahan saat pengambilan. Obat ini harus dikelola dengan baik dalam penyimpanan dan pendistribusiannya, karena apabila terjadi kesalahan mengakibatkannya fatal. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan Obat High Alert Di unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura ditinjau dari Kemenkes penyimpanan obat High Alert. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental (observasional) yang bersifat secara Propesktif dan data disajikan secara deksriptif. Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2023 di Rumah sakit Pelita Insani martapura. Penelitian ini dilakukan pada satu waktu dan satu kali saja secara (crosssectional). Pengambilan data secara prospektif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah obat-obat High Alert yang ada di unit farmasi dengan teknik sampling jenuh. Pengolahan data ini menggunakan lembar observasional, apabila sesuai diberi cecklist. Unit Farmasi Rumah Sakit Pelita Insani Martapura dapat kesesuaian pada LASA/ NORIUM, Resiko Tinggi dan Elekrolit Konsetrat Tinggi sebanyak 96% sesuai dan ketidaksesuaian ditemukan sebnyak 4%. Hasil ini menyatakan bahwa Rumah sakit sudah memenuhi standar penyimpanan sesuai dengan standar bedasarkan kemenkes RI No.72 tahun 2016.

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 BALANGAN

MELANIA FAJAR KINANTI
· Thesis · Open Access

Pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan yang semula hanya terfokus kepada pengelolaan obat (drug oriented) berkembang menjadi pelayanan komprehensif meliputi pelayanan obat dan pelayanan farmasi klinik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kepuasan pasien adalah keadaan saat harapan, kebutuhan, serta keinginan dapat terpenuhi dengan membandingkan pelayanan yang diperoleh dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan meliputi tingkat kepuasan secara menyeluruh dan tingkat kepuasan 5 dimensi pelayanan. Hal ini digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien dengan resep yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, metode pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Subjek yang diambil sejumlah 108 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam microsoft excel lalu dibuat tabel untuk menggambarkan persentase kepuasan tiap pernyataan dan dimensi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan dengan tingkat kepuasan rata-rata 93,22%. Dari hasil penilaian 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu: reliability 90,37%, responsiveness 87,48%, tangible 86,41%, emphaty 90,04%, assurance 89,72%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek K-24 Balangan “sangat puas”.

KESESUAIAN PERESEPAN OBAT DENGAN FORMULARIUM PUSKESMAS DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

DITA ROSIDA ROYANI
· Thesis · Open Access

Kesesuaian peresepan dengan Formularium Puskesmas merupakan kesesuaian dalam penulisan resep oleh dokter dengan Formularium Puskesmas, serta perlu adanya kesesuaian dengan Formularium Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efesiensi biaya pengobatan dalam penggunaan obat berkelanjutan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian resep dan item obat dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep dan item obat tahun 2022 di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskritif dengan data yang dikumpulkan secara retrospektif. Periode analisis selama 1 tahun, pengambilan data menggunakan metode proportional random sampling yaitu dengan cara dilakukan pengambilan acak periode JanuariDesember 2022 pada lembar resep dengan jumlah sampel sebanyak 388 lembar resep. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penulisan resep dengan Formularium Puskesmas Terminal berdasarkan lembar resep 61,86%, sedangkan berdasarkan item obat 85,59%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa resep dan item obat masih terdapat ketidaksesuaian dengan Formularium Puskesmas Terminal.

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS TERMINAL KOTA BANJARMASIN

ZULFA HANIFA RAHMAN
· Thesis · Open Access

Tingginya kejadian ISPA non pneumonia dan banyak penggunaan antibiotik dalam pengobatan ISPA non pneumonia. Antibiotik banyak diresepkan untuk pengobatan ISPA non pneumonia, meskipun belum diketahui penyebab ISPA non pneumonia adalah karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sehingga peresepan menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan sampel proporsional random sampling, dilakukan secara acak dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel. Sumber data adalah lembar resep pasien ISPA non pneumonia yang mendapatkan terapi obat antibiotik. Populasi berjumlah 652 resep, dengan perhitungan slovin didapatkan sampel sebesar 248 lembar resep. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik sefadroxil golongan sefalosporin merupakan antibiotik yang paling banyak diresepkan dengan jumlah 103 sebesar (40,39%), sefadroxil 500 mg dengan frekuensi pemberian dua kali sehari dan lama pemberian lima hari dengan jumlah resep 95 sebesar (37,25%), terapi antibiotik yang diberikan adalah terapi antibiotik tunggal berjumlah 255 sebesar (100%).

POLA PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS DI KLINIK SPESIALIS RAFISA DAHLIA BANJARMASIN PADA TAHUN 2022

ERLINA FITRI
· Thesis · Open Access

Hipertensi dilaporkan terjadi sekitar 1,28 Miliar pada orang dewasa berusia dari 30 sampai 79 tahun di dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kal-Sel kasus hipertensi di Kota Banjarmasin mencapai 57.257 kasus pada tahun 2019. Tingginya angka kejadian hipertensi berdampak terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas masyarakat. Salah satu cara mengontrol hipertensi adalah dengan pemberian terapi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan penggunaan obat antihipertensi, mengingat penggunaannya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah desain Cross Sectional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada Tahun 2022 di Klinik Spesialis Rafisa Dahlia sebanyak 390 sampel, sampel diambil menggunakan teknik Probability Sampling. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel persentase (%) dan di kelompokkan menurut karakteristik dan indikator penilaian. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nama obat yang paling banyak diresepkan adalah Candesartan dengan persentase 26,6%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah ARB dengan persentase 26,7%. Potensi obat yang paling diresepkan adalah Amlodipine 10 mg dengan persentase 21,7%

KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARANIO KAB. BANJAR

SALMA PAIJAH
· Thesis · Open Access

Gangguan jiwa sering dianggap sebagai masalah yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, namun berefek pada kesehatan fisik dalam waktu lama sehingga akan menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan perawatan diri, berisiko mencederai diri sendiri dan orang lain. Salah satu faktor penghambat kesehatan ODGJ ialah ketidak patuhan dalam mengkonsumsi obat maupun menolak untuk melakukan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan meminum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Puskesmas Aranio. Jenis Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan menggunakan obsevasional didesain dengan cross-sectional. Waktu dan tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Aranio Bulan Februari-Maret 2023. Populasi resep pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bulan Juli-Desember 2022 dan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh, dan seluruh jumlah populasi. Pengolahan data berupa pengambilan obat yang telah ditetapkan sesuai jumlah obat, data diolah dengan lembar observasi selanjutn ya dimasukan ke microsoft excel. Hasil berdasarkan tingkat kepatuhan obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah kerja puskesmas Aranio didapat kepatuhan dengan kategori patuh sebanyak 8 (100%) dan tidak patuh 0 (0%). Hasil penelitian ini menunjukan Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) patuh. Nilai rata-rata MPR 99,75 %

FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata)

SELDA FADILLA
· Thesis · Open Access

Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Antioksidan diperlukan untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas, Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami adalah matoa (Pometia pinnata). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil uji sifat fisik dari formula ekstrak daun matoa yang memenuhi persyaratan mutu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental, menggunakan ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) yang sudah dibuat oleh Paramita Sanjaya pada tahun 2022, dengan metode maserasi dan mengunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun matoa diformulasikan menjadi sediaan lotion dengan konsentrasi 2% dan dengan variasi konsentrasi karagenan 1% dan 3%. Semua sediaan disertai uji sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji daya proteksi. Analisis data statistik dilakukan dengan SPSS yaitu uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji One Way Anova dengan signifikansi (p

UJI KADAR SARI LARUT AIR, KADAR SARI LARUT ETANOL DAN KADAR ABU SIMPLISIA DAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca Linn.)

ICABELA ALISA
· Thesis · Open Access

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sering dimanfaatkan masyarakat dikarenakan memiliki banyak manfaat sebagai obat tradisional sehingga perlu dilakukan standardisasi untuk mendapatkan simplisia dan ekstrak yang baik. Parameter spesifik adalah aspek yang terkait dengan kandungan kimia baik secara kuantitatif dan kualitatif tang terkait efek farmakologis, sedangkan parameter nonspesifik adalah segala aspek yang tidak berkaitan dengan efek farmakologis namun berkaitan dengan aspek keamanan dan stabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol dan kadar abu dari simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - April 2023. di Laboratorium STIKES ISFI Banjarmasin dan di Laboratorium FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Sampel pada penelitian ini adalah simplisia serbuk dan ekstrak kulit pisang kepok. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Dari hasil uji kadar sari larut air simplisia serbuk dan ekstrak kental rata-rata 32,91% dan 93,66%. Kadar sari larut etanol simplisia serbuk dan ekstrak kental dengan rata-rata 96,08% dan 83,33%. Kadar abu total simplisia serbuk dan ekstrak kental rata-rata 85,06% dan 40,92%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca.L) yang telah dilakukan parameter spesifik memenuhi standarisasi yang telah diterapkan, sedangkan parameter non spesifik simplisia dan ekstrak (Musa paradisiaca.L) tidak memenuhi standar yang telah diterapkan.

PERBANDINGAN METODE SKRINING FITOKIMIA PADA EKSTRAK ETANOL DAUN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L)

SITI NURHAYATI
· Thesis · Open Access

Tanaman selada memiliki manfaat kesehatan yang melimpah. Tanaman selada mengandung antioksidan seperti betakarotin, falat, lutein, serta indol yang berguna sebagai perlindungan diri untuk mengindari kanker. Tanaman selada juga memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun selada hijau (Lactuca sativa L) dengan metode yang berbeda. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah noneksperimental dengan metode deskriptif yaitu untuk melihat perbandingan metabolit sekunder yang terkandung secara kualitatif pada ekstrak etanol daun selada hijau dengan metode pereaksi dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel yang digunakan yaitu tanaman selada yang memenuhi kriteria daun masih segar dan tidak rusak (berlubang atau sobek). Proses ekstraksi sampel menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% perbandingan (1:10) selama 3×24 jam dan remaserasi 1 kali. Pada penelitan ini pengolahan data yang digunakan yaitu secara kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode pereaksi bahwa ekstrak etanol daun selada hijau mengandung senyawa metabolit alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, kuinon dan fenol. Sedangkan dengan metode KLT mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun selada hijau (Lactuca sativa L) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenol.

FORMULASI DAN UJI EVALUASI MUTU SEDIAAN PASTA GIGI DARI EKSTRAK DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa)

SILVIA DAMAYANTI
· Thesis · Open Access

Dadangkak (Hydrolea spinosa) adalah tumbuhan yang tumbuh di Kalimantan Selatan, yang mengandung metabolit sekunder dan memiliki aktivitas antibakteri berupa adanya nilai KHM pada konsentrasi 500 µg/ml terhadap bakteri yang ada di dalam mulut seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Salah satu sediaan farmasi yang sering digunakan dalam sehari-hari yaitu sediaan pasta gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan pasta gigi dari ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa) dan melihat hasil uji evaluasi mutu fisik sediaan pasta gigi ekstrak dadangkak (Hydrolea spinosa). Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa) diformulasikan dalam dua formula dengan perbedaan konsentrasi Na CMC 3% dan sorbitol 50% pada formula 1, Na CMC 4% dan sorbitol 40% pada Formula 2. Sediaan pasta gigi diuji evaluasi mutunya dengan 6 parameter uji. Hasil data dianalisis menggunakan program SPSS yaitu dengan uji Normalitas dengan dilanjutkan ke uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dadangkak (Hydrolea spinosa) dapat digunakan sebagai zat aktif sediaan pasta gigi pada kedua formula. Hasil uji evaluasi mutu pasta gigi pada formula 1 dan formula 2 hanya 5 parameter uji yang memenuhi persyaratan, yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji tinggi busa. Parameter uji viskositas formula 1 dan formula 2 tidak memenuhi persyaratan hasilnya tidak terbaca karena konsistensi sediaanya terlalu kental. Pada formula 2 dan kontrol formula 2 uji One Way Anova menunjukkan bahwa konsentrasi Na CMC dan sorbitol tidak memberikan hasil yang berbeda signifikan terhadap tinggi busa pasta.

FORMULASI DAN EVALUASI UJI FISIK SEDIAAN BATH BOMB EKSTRAK DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L.)

ADELIA RAYDA
· Thesis · Open Access

Tumbuhan Dadangkak (Hydrolea spinosan L.) merupakan tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Secara ilmiah tumbuhan Dadangkak memiliki kandungan senyawa alkaloid, steroid, dan flavonoid. Daun dadangkak memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Salah satu sediaan farmasi yang mudah dalam penggunaannya dan bisa digunakan sehari –hari yaitu sediaan sabun bath bomb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik dan formula yang memenuhi persyaratan mutu sabun bath bomb. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun dadangkak diformulasikan dalam dua formula perbedaan pada Soda Bikarbonat, Asam sitrat, dan Minyak zaitun. Sediaan bath bomb dievaluasi sifat fisik meliputi pengujian organoleptis, uji pH, uji stabilitas busa, uji kadar air, dan uji keseragaman bobot. Dari penelitian hasil sifat fisik sabun bath bomb ekstrak daun dadangkak formula 1 Organoleptis, Stabilitas busa, dan Keseragaman Bobot tidak memenuhi syarat sedangkan pH dan Kadar Air memenuhi syarat. Pada formulasi 2 Stabilitas busa dan uji Keseragaman Bobot.tidak memenuhi syarat sedangkan Organoleptis, pH, dan Kadar air memenuhi syarat. Dari kedua formulasi tidak ada pengujian sifat fisik yang semuanya memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan kedua formula tidak ada yang memenuhi syarat uji sifat fisik sabun bath bomb.

GAMBARAN TINGKAT KETERSEDIAAN OBAT DI PUSKESMAS 9 NOPEMBER TAHUN 2022

FINI KHAIRUNNISA
· Thesis · Open Access

Puskesmas mempunyai peran penting pada pengelolaan obat yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan obat yang dibutuhkan tersedia setiap waktu, jumlah yang relatif dan terjamin untuk mendukung pelayanan yang bermutu bagi pasien. Terjaminnya ketersediaan obat di pelayanan kesehatan akan menjaga citra pelayanan kesehatan itu sendiri, sehingga pengelolaan serta penyediaan obat secara efektif dan efisien sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian item obat yang tersedia dengan Formularium Puskesmas, kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat dan tingkat ketersediaan obat di Puskesmas 9 Nopember Tahun 2022. Jenis penelitian ini berupa penelitian non-eksperimental yang digambarkan secara deskriptif. Data yang digunakan bersifat retrospektif dan pengambilan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Populasi yang digunakan penelitian ini adalah Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Sampel pada penelitian ini adalah item obat yang tersedia di LPLPO Tahun 2022 di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian didapatkan persentase kesesuaian item obat dengan formularium Puskesmas yaitu 84%. Kesesuaian permintaan dengan penerimaan obat di Puskesmas sebesar 36%. Rata-rata tingkat ketersediaan obat di Puskesmas masuk dalam kategori berlebih dengan kategori kosong sebesar 51%, kategori kurang 0%, kategori aman 3,37%, dan kategori berlebih 45%

POLA PERESEPAN OBAT PREEKLAMSIA PADA PASIEN IBU HAMIL DI KLINIK CAHAYA IMANI KANDANGAN PADA TAHUN 2022

SRI MAULINA OCTAVIANI
· Thesis · Open Access

Preeklampsia merupakan salah satu jenis hipertensi dalam kehamilan yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu disertai dengan adanya gangguan organ. Tekanan darah tinggi saat hamil atau sering disebut dengan preeklampsia merupakan salah satu dari tiga besar penyebab kematian ibu hamil selain pendarahan dan peradangan. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan sekitar 12% pada ibu hamil. Terapi penyakit hipertensi yang sering digunakan yaitu dengan Methyldopa, beta bloker dan vasodilator karena obat ini merupakan lini pertama pengobatan hipertensi pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat preeklamsia meliputi nama obat, golongan obat dan frekuensi minum obat yang diberikan pada ibu hamil di Klinik Cahaya Imani Kandangan tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian non- eksperimental dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan resep preeklamsia pada tahun 2022, dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh sehingga resep pada populasi merupakan sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 235 resep preeklamsia yang ada di Klinik Cahaya Imani Kandangan pada tahun 2022, tidak ada batasan sampel pada penelitian ini karena data resep yang digunakan adalah resep elektronik. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data dengan menghitung persentase setiap parameter. Hasil penelitian Nama Obat terbanyak adalah Nifedipin 49,84%. Golongan obat antihipertensi terbanyak adalah golongan Calcium Channel Bloker (CCB) 49,84%, dan Frekuensi terbanyak yaitu 3 kali sehari 1 tablet sebanyak 41,75%.

GAMBARAN KEPATUHAN PENGAMBILAN OBAT ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KELAYAN DALAM

WAHFIYUDIN FIQRI
· Thesis · Open Access

Kepatuhan pengambilan obat ulang atau pengambilan obat ulang pada pasien yang mengalami diagnosa penyakit kronis. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan aspek utama dalam penanganan penyakitpenyakit kronis, salah satunya pasien Diabetes Mellitus diharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, oleh karena itu tidak sedikit pasien Diabetes Mellitus merasa bosan dan berpotensi tidak patuh dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan retrospektif. Pengambilan data yang dilakukan secara retrospektif. Intrumen penelitian berupa lembar isian data nama pasien, umur pasien, nama obat antidiabetes, jumlah obat, tanggal pengambilan obat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kelayan Dalam Banjarmasin pada bulan April – Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 25 sampel. Pengolahan data mengguakan metode Medication Possession Ratio (MPR). Data hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel berupa persentase tingkat kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 resep pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Kelayan Dalam diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan pengambilan obat ulang pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kelayan Dalam dengan nilai persentase MPR pada periode pengambilan 6 bulan dengan kategori patuh 28% dan tidak patuh 72%.

ANALISIS KADAR KALSIUM (Ca) PADA BUAH PISANG YANG DIJUAL DI BANJARMASIN DENGAN METODE KOMPLEKSOMETRI

SITI FATIMATU ZAHRA
· Thesis · Open Access

Kalsium merupakan salah satu mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Kalsium memiliki fungsi utama dalam tubuh untuk mengisi kepadatan tulang. Kalsium berperan dalam pembentukan gigi dan diperlukan untuk pembekuan darah, transmisi saraf, stimulasi otot dan stabilitas asam-basa (pH) darah. Kalsium yang membentuk tulang dan gigi mencapai 99%, dan 1% sisanya yaitu dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan kalsium dan berapa kadar kalsium pada buah Pisang yang dijual di Banjarmasin. Reagen yang digunakan pada pengujian kualitatif yaitu Ammonium Oksalat. Pengujian kuantitatif menggunakan standar titran EDTA dengan molaritas 0,01 M dan indikator yang digunakan yaitu EBT. Hasil penelitian ini secara kualitatif buah pisang yang dijual di Banjarmasin negatif mengandung kalsium. Secara kuantitatif kadar kalsium pada buah pisang yang dijual di Banjarmasin dengan metode kompleksometri diperoleh nilai kadar kalsium pada buah pisang Muli sebesar 0,617% ± 0,056, pisang Kepok sebesar 0,505% ± 0,097, pisang Raja 0,523% ± 0,085, pisang Awak sebesar 0,523% ± 0,032, dan pisang Ambon sebesar 0,542% ± 0,032.

POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA KASUS BEDAH ORTOPEDI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH BANJARMASIN SIAGA TAHUN 2022

INDRA MAULANA
· Thesis · Open Access

Infeksi luka operasi merupakan problem kesehatan yang serius dan masih sering terlihat di rumah sakit rawat inap dan juga khususnya pada bagian bedah. Selain itu, dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien, baik secara fisik maupun mental, atau bahkan berkepanjangan, termasuk waktu pasien yang hilang. Dari perspektif pengelola rumah sakit, angka infeksi luka operasi yang tinggi merupakan indikator mutu pelayanan medis. Pencegahan infeksi luka operasi dapat dicegah dengan pemberian antibiotik profilaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan antibiotik dan kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dan antibiotik setelah operasi pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga Tahun 2022 dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Data penelitian ini disajikan secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menelusuri data rekam medik dan resep pada pasien bedah di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Khusus Bedah Banjarmasin Siaga dengan mengambil data rekam medik dan resep pada tahun 2022. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase Hasil penelitian menunjukkan pola peresepan antibiotik profilaksis dengan Seftriakson (56,15%), dengan golongan sefalosporin generasi III (76,88%), dan frekuensi pemberian sebanyak satu kali sehari (100%). Pada peresepan antibiotik setelah operasi dengan seftriakson (28,45%), dengan golongan sefalosporin generasi III (45,37%), dan frekuensi pemberian antibiotik terbanyak yaitu dua kali sehari (81,95%). Tingkat kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Penggunaan Antibiotik Profilaksis adalah 77,50% dan setelah operasi adalah 81,525%.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA DIII FARMASI KOTA BANJARMASIN

MUHAMMAD RAFI MAHENDRA
· Thesis · Open Access

Pengetahuan yang memadai tentang resistensi antibiotik merupakan faktor penting dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang bijaksana. Rendahnya pengetahuan mengenai resistensi antibiotik menyebabkan masih banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Mahasiswa DIII Farmasi ketika telah lulus akan menjadi ujung tombak untuk menjaga dan memperbaiki rasionalitas penggunaan antibiotik di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan resistensi antibiotik pada mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan desain crosssectional, pengambilan data secara prospektif pada bulan April-Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat/instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google forms yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan merekap hasil tingkat pengetahuan resistensi antibiotik yang telah disajikan secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa 277 responden mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah baik sebanyak 117 mahasiswa (42,23%), cukup sebanyak 125 mahasiswa (45,12%), dan kurang sebanyak 35 mahasiswa (12,26%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan mahasiswa DIII Farmasi Kota Banjarmasin adalah kategori cukup.

POLA PERESEPAN OBAT DIABETES MELITUSPASIEN BPJS DI KLINIK X KOTA BANJARMASIN TAHUN 2022

SORAYA SAFITRI
· Thesis · Open Access

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. DM adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, menjadi salah satu dari empat penyakit tidak menular yang menjadi prioritas target tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Jumlah kasus dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola peresepan obat DM pasien BPJS di klinik X kota Banjarmasin yang meliputi nama obat, potensi obat, golongan obat dan frekuensi obat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data resep dan rekam medik pasien DM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 383 sampel. Data diambil secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Data ditampilkan dalam bentuk tabel persentase. Hasil penelitian obat yang paling banyak diresepkan adalah Metformin dengan persentase 43,73%. Potensi terbanyak adalah Metformin 500 mg dengan persentase 40,3%. Golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Biguanide dengan persentase 43,51%. Dan frekuensi terbanyak yaitu Metformin dengan pemakaian 2x sehari 1 tablet 25,46%.

KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS ALALAK TENGAH BANJARMASIN

FARIDAH ASYPIYA
· Thesis · Open Access

Penyimpanan merupakan kegiatan terhadap sediaan farmasi agar sediaan yang disimpan aman, memiliki mutu tetap terjamin dan terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia. Faktor yang mendukung penjaminan mutu obat yaitu penyimpanan obat yang tepat dan sesuai standar, kegiatan penyimpanan ada tiga faktor yaitu pengaturan ruangan, penyusunan obat, serta pengamatan mutu obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penyimpanan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur penyimpanan di Puskesmas Alalak Tengah dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non eksperimental dengan bersifat cross-sectional dengan metode prospektif, data dikumpulkan langsung dari ruang penyimpanan obat di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2023. Sampel dari penelitian ini adalah sama dengan populasi yaitu penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Alalak Tengah Banjarmasin, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan wawancara. Pengolahan data dianalisis menggunakan Microsoft excel, dicek dengan jumlah kesesuaian indikator yang memenuhi standar, dihitung dengan rumus persentase (%) kesesuaian. Hasil penelitian kesesuaian penyimpanan obat dan bahan medis habis pakai berdasarkan SOP di Puskemas Alalak Tengah dengan 8 indikator yaitu 75% sesuai dan 25% tidak sesuai. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 dengan 20 indikator yaitu 95% sesuai dan 5% tidak sesuai.

FORMULASI SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI PELEMBAB

RIZKA PUTRI RINALDY
· Thesis · Open Access

Salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional adalah matoa (Pometia pinnata). Salah satu kandungan yang terdapat pada daun matoa yaitu flavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan dan dapat menetralisasi kerusakan pada kulit. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan pada kulit yaitu lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sifat fisik sediaan lotion dari ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata). Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sediaan lotion terdapat 2 formula yang memiliki perbedaan pada komposisi lanolin sebagai basis yaitu F1 (3%) dan F2 (5%). Sediaan lotion di uji sifat fisik dengan parameter uji yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan berat jenis. Hasil data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan uji sifat fisik yang dilakukan pada hari ke-1 semua formula memenuhi standar uji sebagai sediaan lotion. Formula 1 lebih baik dibandingkan dengan formula 2 karena memiliki hasil uji daya sebar yang lebih besar. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan signifikan pada daya sebar karena basis yang digunakan berbeda konsentrasi.