Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NOOR HIDAYAH

4 karya publik ditemukan.

2024: 2

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Visible

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Visible

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Visible

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan salah satu tanaman khas Kalimantan yang berwarna hijau. Daun Ramania mempunyai kandungan senyawa metabolik sekunder yaitu flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan. Pembuatan ekstrak etanol daun ramania dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol daun ramania dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Visible. Jenis penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan melakukan uji penetapan kadar senyawa flavonoid ekstrak etanol 70% daun ramania. Sampel pada penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun ramania. Metode analisis kualitatif menggunakan FeCl3 sebagai pereaksi. Metode analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Visible yang mencakup penentuan operating time, panjang gelombang, pembuatan kurva baku dan penetapan kadar flavonoid. Konsentrasi yang digunakan adalah 30 ppm, 40ppm, 50 ppm, 60 ppm dan 70 ppm. Analisis data sampel menggunakan rumus perhitungan regresi linier kurva baku Y= bx+a, kemudian dilakukan perhitungan penetapan kadar. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ramania mengandung senyawa flavonoid. Pada pengukuran larutan standar didapatkan persamaan regresi linier yaitu Y= 0,00561x + 0,31862 dengan nilai r sebesar 0,99680. Kadar flavonoid ekstrak etanol daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith yang ditunjukkan dengan menggunakan metode spektrofotometri UVVisible adalah 10,491 mg QE/g±0,963056 SD.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN DI APOTEK MITRA SEHAT 2 BANJARBARU

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu standar minimal farmasi adalah waktu tunggu. Lama waktu tunggu pelayanan resep dapat mencerminkan suatu proses kerja dari tenaga farmasi dalam melakukan pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan resep obat berdasarkan waktu tunggu di Apotek Mitra Sehat 2 Banjarbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah secara deskriptif yaitu pengamatan secara langsung di tempat penelitian untuk mendapat data. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh yang sampelnya diambil dari semua populasi. Data yang didapatkan dihitung menggunakan tabel untuk melihat rata-rata waktu tunggu yang diperoleh menggunakan lembar Observasi. Hasil penelitian yang didapat rata-rata waktu tunggu untuk resep racikan 15,98 menit dan resep non racikan 5,75 menit. waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan obat non racikan dikatakan baik, karena memenuhi SOP Apotek Mitra Sehat 2 Banjarbaru yaitu untuk resep racikan ≤ 30 menit dan untuk resep non racikan ≤ 15 menit.